Anggaran Operasional Untuk Perusahaan Dagang dan Jasa

Anggaran operasional atau operating budget adalah anggaran yang berfungsi untuk memperkirakan aktivitas perusahaan yang dapat mempengaruhi laba.

Anggaran operasional terdiri atas berbagai jenis anggaran. Pada umumnya, anggaran operasional terdiri atas:

  1. Sales Budget (Anggaran Penjualan)
  2. Purchases Budget
  3. Cost of Goods Sold Budget
  4. Marketing Expenses Budget
  5. Administration Expenses Budget
  6. Financial Expenses Budget

Sales budget merupakan anggaran yang paling pertama kali harus disusun dan digunakan sebagai basis untuk anggaran-anggaran lainnya.

Untuk Sales Budget atau anggaran penjualan telah dibahas pada topik lainnya di: Anggaran Penjualan Untuk Perusahaan Dagang dan Jasa.

Anggaran operasional disusun bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai pendapatan dan biaya yang dapat mempengaruhi laba.

Dan data-data atas pendapatan dan biaya tersebut selanjutnya akan disusun sebagai basis dalam menyusun Anggaran Laba Rugi (Budgeted Income Statement).


Alur Penyusunan Anggaran Operasional

Berikut adalah alur urutan dalam penyusunan anggaran operasional untuk perusahaan dagang dan jasa.

Alur Penyusunan Anggaran Operasional

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa anggaran yang pertama kali disusun adalah Sales Budget, dan kemudian semua anggaran operasional digunakan untuk menyusun Budgeted Income Statement.


Purchases Budget

Purchases budget berfungsi untuk menganggarkan berapa jumlah pembelian bahan baku yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan atas jumlah penjualan dan persediaan.

Dimana data dari jumlah pembelian Purchases Budget ini dapat digunakan untuk menyusun Budgeted Cost of Goods Sold.

Berikut adalah contoh penyajian dari Purchases Budget:

Diketahui anggaran Sales Budget untuk bulan Maret, April, Mei, dan Juni adalah sebagai berikut:

$
Maret45.000
April55.000
Mei60.000
Juni50.000

Besar Mark-Up adalah sebesar 100% on Cost dan kebijakan persediaan akhir perusahaan adalah sebesar 80% dari COGS.

Berdasarkan data tersebut susun lah Purchases Budget untuk Kuartal 2 !

Langkah 1: Hitung COGS (Cost of Goods Sold)

Cogs dapat dicari dengan rumus:

Sales = COGS x ( 1 + Mark Up )

Maka, berdasarkan rumus diatas, dapat diperoleh COGS nya sebagai berikut:

Maret
COGS = Sales : (1 + Mark Up)
COGS = 45.000 : (1 + 100%)
COGS = 22.500

April
COGS = 55.000 : (1 + 100%)
COGS = 27.500

Mei
COGS = 60.000 : (1 + 100%)
COGS = 30.000

Juni
COGS = 50.000 : (1 + 100%)
COGS = 25.000

Langkah 2: Hitung Persediaan Akhir

Berdasarkan Soal Telah diberitahu bahwa jumlah persediaan akhir adalah sebesar 80% dari COGS, maka didapat:

Maret
22.500 x 80% = 18.000

April
27.500 x 80% = 22.000

Mei
30.000 x 80% = 24.000

Juni
25.000 x 80% = 20.000

Langkah 3: Hitung Persediaan Awal

Persediaan awal dapat diperoleh dari data persediaan akhir.

Dimana, persediaan akhir suatu perusahaan di suatu periode tentunya akan menjadi persediaan awal perusahaan tersebut di periode selanjutnya.

Sehingga jumlah persediaan awal bulan April sama dengan jumlah persediaan akhir bulan Maret.

Jumlah persediaan awal bulan Mei sama dengan jumlah persediaan akhir bulan April dan seterusnya.

Sehingga didapat persediaan awalnya sebagai berikut:

April: 18.000
Mei: 22.000
Juni: 24.000

Langkah 4: Susun Purchases Budget

Setelah didapat Sales, COGS, Persediaan awal, dan Persediaan akhir, maka Purchases Budget sudah dapat untuk disusun.

Dimana format dalam menyusun Purchases Budget mengacu pada rumus:

Rumus Menyusun Purchases Budget

Sehingga, jika dibuat dalam tabel format nya adalah sebagai berikut:

AprilMeiJuniKuratal 2
COGS27.50030.00025.00082.500
+/+ Persediaan Akhir22.00024.00020.00020.000
Total Kebutuhan49.50054.00045.000102.500
-/- Persediaan Awal18.00022.00024.00018.000
Jumlah Pembelian31.50032.00021.00084.500

Budgeted Cost of Goods

Format Cost of Goods Sold Budget pada dasarnya mirip dengan Purchase Budget. Yang membedakan hanyalah format urutan perhitungannya.

Dimana, format dalam menyusun Cost of Goods Sold Budget mengacu pada rumus:

Rumus Menyusun Cost of Goods Sold Budget

Sehingga, berdasarkan data diatas, jika dibuat dalam tabel anggaran Cost of Goods Sold adalah sebagai berikut:

AprilMeiJuniKuratal 2
Persediaan Awal18.00022.00024.00018.000
+/+Jumlah Pembelian31.50032.00021.00084.500
Barang Tersedia49.50054.00045.000102.500
-/- Persediaan Akhir22.00024.00020.00020.000
COGS27.50030.00025.00082.500

Operating Expenses Budget

Operating expense pada suatu perusahaan dapat dibagi menjadi 3 komponen meliputi:

  1. Marketing Expenses adalah biaya yang berkaitan dengan upaya dalam menarik penjualan.
  2. Administration Expenses adalah biaya yang berkaitan dengan biaya administrasi organisasi secara keseluruhan.
  3. Financial Expenses adalah biaya yang berkaitan dengan aspek keuangan dari bisnis.

Penting bagi anda untuk mengetahui suatu biaya termasuk dalam kategori marketing, administration, dan financial sebelum menyusun ketiga anggaran ini.

Marketing Expenses Budget

Marketing Expenses adalah biaya yang berkaitan dengan upaya dalam menarik penjualan.

Biaya tersebut dapat meliputi gaji sales, komisi sales, biaya iklan, dan biaya depresiasi atas aset atau kendaraan toko.

Termasuk juga seperti biaya telepon, listrik, air untuk toko, dan asuransi untuk pegawai toko, atau biaya-biaya lainnya.

Administration Expenses Budget

Administration Expenses adalah biaya yang berkaitan dengan biaya administrasi organisasi secara keseluruhan.

Biaya administration expense ini biasanya meliputi biaya-biaya yang berkaitan dengan kantor atau berkaitan dengan administrasi dari suatu organisasi.

Contoh dari biaya ini seperti gaji eksekutif, gaji staf kantor, sewa gedung kantor, perlengkapan kantor, dan depresiasi atas aset atau kendaraan kantor.

Termasuk juga seperti biaya telepon, listrik, air untuk kantor, dan asuransi untuk staf kantor, atau biaya-biaya lainnya.

Financial Expenses Budget

Financial Expenses adalah biaya yang berkaitan dengan aspek keuangan dari bisnis.

Biaya terkait dengan aspek keuangan dari suatu perusahaan meliputi: biaya bunga pinjaman, bad debts (piutang tidak tertagih), biaya bunga bank, dll.


Contoh Operating Expenses Budget

Berikut adalah adalah data anggaran pengeluaran di tahun yang dianggarkan:

KeteranganBiaya ($)
Gaji Sales28.800 per tahun (setiap bulan sama)
Komisi Penjualan5% dari penjualan
Biaya iklan2% dari penjualan
Perlengkapan kantor720 per tahun (setiap bulan sama)
Biaya telepon kantor1.440 per tahun (setiap bulan sama)
Biaya dana pensiun pekerja toko9% dari payroll
Biaya asuransi pekerja toko8% dari payroll
Biaya sewa kantor25.920 per tahun (setiap bulan sama)
Biaya-biaya akuntansi2.160 per tahun (setiap bulan sama)
Penyusutan kendaraan untuk mengirim barang20% per tahun (nilai kendaraan 54.000)
Penyusutan perabotan kantor15% per tahun (nilai perabotan 36.000)
Penyusutan perlengkapan toko15% per tahun (nilai perlengkapan 36.000)
Bunga Pinjaman
April720
Mei704
Juni688
Bank Charges576 per tahun (setiap bulan sama)

Berdasarkan data tersebut susunlah operating expenses budget untuk kuartal ke-2 !

Langkah 1: Penentuan Kategori

Tentukan biaya-biaya yang ada termasuk dalam kategori marketing, administration atau financial.

Sehingga:

KeteranganBiaya ($)
Gaji Sales28.800 per tahun (setiap bulan sama)
Komisi Penjualan5% dari penjualan
Biaya iklan2% dari penjualan
Perlengkapan kantor720 per tahun (setiap bulan sama)
Biaya telepon kantor1.440 per tahun (setiap bulan sama)
Biaya dana pensiun pekerja toko9% dari payroll
Biaya asuransi pekerja toko8% dari payroll
Biaya sewa kantor25.920 per tahun (setiap bulan sama)
Biaya-biaya akuntansi2.160 per tahun (setiap bulan sama)
Penyusutan kendaraan untuk mengirim barang20% per tahun (nilai kendaraan 54.000)
Penyusutan perabotan kantor15% per tahun (nilai perabotan 36.000)
Penyusutan perlengkapan toko15% per tahun (nilai perlengkapan 36.000)
Bunga Pinjaman
April720
Mei704
Juni688
Bank Charges576 per tahun (setiap bulan sama)

Dimana:
Warna Merah = Marketing Expenses
Warna Kuning = Administration Expenses
Warna Hitam = Financial Expenses

Langkah 2: Hitung Besarnya Biaya

Berdasarkan data tersebut, kita diminta untuk menyusun operating expenses budget untuk kuartal ke-2, dimana mayoritas data di tabel tersebut masih berupa data per tahun.

Sehingga perlu kita cari terlebih dahulu nilai untuk kuartal II (bulan April, Mei, dan Juni).

Gaji Sales:
28.800 untuk 1 tahun
Untuk perbulan berarti sebesar = 2.400

Komisi Penjualan:
5% dari sales, dimana total sales kuartal ke 2 adalah:
April = 55.000
Mei = 60.000
Juni = 50.000

Sehingga komisi penjualannya adalah:
April = 2.750
Mei = 3.000
Juni = 2.500

Biaya Iklan:
2% dari sales, dimana total sales kuartal ke 2 adalah:
April = 55.000
Mei = 60.000
Juni = 50.000

Sehingga biaya iklannya adalah:
April = 1.100
Mei = 1.200
Juni = 1.000

Perlengkapan Kantor:
720 untuk 1 tahun
Untuk perbulan berarti sebesar = 60

Telepon Kantor:
1.440 untuk 1 tahun
Untuk perbulan berarti sebesar = 120

Dana Pensiun Pekerja Toko:
9% dari payroll (payroll adalah jumlah gaji yang dibayarkan ke karyawan berupa gaji tetap atau komisi). Dimana payroll pada contoh soal ini meliputi: gaji sales dan komisi penjualan.

Sehingga payrollnya::
April = 2.400 + 2.750 = 5.150
Mei = 2.400 + 3.000 = 5.400
Juni = 2.400 + 2.500 = 4.900

Sehingga dana pensiun pekerja toko adalah:
April = 463,5
Mei = 486
Juni = 441

Biaya Asuransi Pekerja Toko:
8% dari payroll (payroll adalah jumlah gaji yang dibayarkan ke karyawan berupa gaji tetap atau komisi). Dimana payroll pada contoh soal ini meliputi: gaji sales dan komisi penjualan.

Sehingga payrollnya::
April = 2.400 + 2.750 = 5.150
Mei = 2.400 + 3.000 = 5.400
Juni = 2.400 + 2.500 = 4.900

Sehingga biaya asuransi pekerja toko adalah:
April = 412
Mei = 432
Juni = 392

Sewa Kantor:
25.920 untuk 1 tahun
Untuk perbulan berarti sebesar = 2.160

Biaya Akuntansi:
2.160 untuk 1 tahun
Untuk perbulan berarti sebesar = 180

Penyusutan Kendaraan:
Penyusutan disebutkan sebesar 20% per tahun, dengan nilai kendaraan 54.000. Karena tidak disebutkan metode penyusutan kita anggap menggunakan metode garis lurus.

Sehingga biaya penyusutan kendaraan perbulan adalah:
54.000 x 20% / 12 = 900

Penyusutan Perbotan Kantor:
Penyusutan disebutkan sebesar 15% per tahun, dengan nilai perabotan 36.000. Karena tidak disebutkan metode penyusutan kita anggap menggunakan metode garis lurus.

Sehingga biaya penyusutan perabotan kantor perbulan adalah:
36.000 x 15% / 12 = 450

Penyusutan Perlengkapan Toko:
Penyusutan disebutkan sebesar 15% per tahun, dengan nilai perlengkapan 36.000. Karena tidak disebutkan metode penyusutan kita anggap menggunakan metode garis lurus.

Sehingga biaya penyusutan perlengkapan toko perbulan adalah:
36.000 x 15% / 12 = 450

Bunga Pinjaman:
Biaya bunga pinjaman sudah diberikan dalam bentuk perbulan, sehingga tinggal kita masukkan saja.
April = 720
Mei = 704
Juni = 688

Bank Charges:
576 untuk 1 tahun
Untuk perbulan berarti sebesar = 48

Langkah 3: Susun Tabel Operating Expenses Budget

Setelah itu, semua data yang didapatkan tinggal dibuat dan dimasukkan ke tabel sesuai dengan kategorinya apakah marketing, administration, atau financial expenses.

Marketing Expenses
AprilMeiJuniKuartal II
Gaji Sales2.4002.4002.4007.200
Komisi Penjualan2.7503.0002.5008.250
Iklan1.1001.2001.0003.300
Dana Pensiun Pekerja Toko463,54864411.390,5
Asuransi Pekerja Toko4124323921.236
Penyusutan Kendaraan9009009002.700
Penyusutan Perlengkapan Toko4504504501.350
Total8.475,58.8688.08325.426,5
Administration Expenses
AprilMeiJuniKuartal II
Perlengkapan Kantor606060180
Telepon Kantor120120120360
Sewa Kantor2.1602.1602.1606.480
Biaya Akuntansi180180180540
Penyusutan Perabotan Kantor4504504501.350
Total2.9702.9702.9708.910
Financial Expenses
AprilMeiJuniKuartal II
Bunga Pinjaman7207046882.112
Bank Charges484848144
Total7687527362.256

Setelah anggaran operasional telah selesai disusun, langkah selanjutnya adalah memasukkan semua komponen pendapatan dan biaya dari anggaran operasional ke anggaran laba rugi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di:

Leave a Comment