Futures – Kontrak Berjangka

Futures - Kontrak Berjangka

Pengertian

Berbeda dengan pengertian kontrak dalam perdagangan biasa. Kontrak berjangka atau biasa yang disebut futures merupakan kotrak yang standar, dan waktu penyerahan telah ditetapkan terlebih dahulu.

Karena bentuknya yang standard itu, maka yang di “negosiasi” kan hanya harganya saja.

Performance atau “terpenuhinya” kontrak berjangka sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka.

Bedasarkan UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian bedasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.

Perdagangan berjangka dilakukan di bursa berjangka, yang selanjutnya disebut dengan bursa, yang memperdagangkan kontrak berjangka berbagai komoditi. Tempat dimana kontrak berjangka diperdagangkan juga disebut pasar berjangka.

Dengan demikian di bursa akan terdapat banyak pasar berjangka sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan.

Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli atau menjual sejumlah komoditi untuk penyerahan di kemudian hari sesuai isi atau spesifikasi kontrak.

Harga komoditi yang terbentuk di bursa berlangsung secara transparan dimana harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang sebenarnya.

Transaksi di bursa dilakukan oleh para anggota bursa, yang terdiri dari pialang berjangka dan pedagang berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry) atau secara elektronik (automated/ electronic trading system). Selanjutnya harga yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing kontrak berjangka dan diumumkan secara luas kepada masyarakat.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, ada khususnya di bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara elektronik menggunakan komputer yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di bursa berjangka.


Manfaat

Ada dua manfaat utama dari perdagangan berjangka komoditi, yaitu sebagai sarana pengelolaan resiko (risk management) melaui kegiatan lindung-nilai atau “hedging” dan sarana pembentukan harga (price discovery).

Pada dasarnya harga komoditi primer sering berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain.

Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan kontrak berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak resiko yang diakibatkan gejolak harga tersebut.

Dengan komoditi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian pada harga yang telah dipastikan atau dikunci sekarang.

Dengan demikian mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/penurunan harga jual di pasar tunai.

Manfaat yang sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi di masa yang akan datang, pada saat harus memenuhi kontraknya dengan pembeli luar negri, atau pengolah yang harus melakukan pembelian komoditi secara berkesinambungan.

Manfaat kedua adalah sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan.

Hal ini dimungkinkan karena transaksi hanya dilakukan oleh/melaui anggota bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri, yang berarti antara pembeli dan penjual kontrak berjangka tidak saling mengenal/mengetahui secara langsung.

Harga yang terjadi dibursa berjangka pada umunya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen atau pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.


Komoditi yang Diperdagangkan

Komoditi yang menjadi subjek dari kontrak yang diperdagangkan di bursa berjangka adalah komoditi pertanian, kehutanan, pertambangan, industri hulu, seta jasa.

Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas, yang menyangkut jumlah, kualitas dan waktu penyerahan.

Sehingga para pemakai/pengguna bursa dengan mudah dapat melakukan transaksinya. Dengan demikian akan terwujud pasar yang aktif dan likuid.


Pengguna Kontrak Berjangka

Para pengguna kontrak berjangka adalah produsen, pengolah, pedagang, eksportir, dan konsumen sebagai alat untuk melindungi dirinya dari risiko fluktuasi harga.

Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen karena harga komoditinya dapat diprediksi dan dikunci dengan baik.

Disamping “hedger” yaitu yang menggunakan kontrak berjangka untuk mengurangi risiko, di pihak sebaliknya ada yang disebut “investor” yaitu mereka yang ingin mencari keuntungan dari adanya fluktuasi harga.

Investor atau spekulator biasanya membeli kontrak berjangka pada saat harga rendah dan mejualnya pada saat harga naik, atau sebaliknya menjual kontrak berjangka pada saat harga diperkirakan akan mengalami penurunan dan membelinya kembali pada saat harga rendah.


Contoh Kegiatan Pasar Berjangka

Misalnya seorang produsen gula mengharapkan dapat menjual gula yang akan dihasilkannya dalam waktu dua atau tiga bulan mendatang.

Produsen tersebut mempertimbangkan bahwa untuk memperoleh keuntungan yang wajar, ia harus dapat menjual gula yang akan dihasilkannya pada harga $ 190/ton. 

Harga di pasar berjangka untuk tiga bulan mendatang adalah sebesar $ 204/ton yang menurut perhitungannya sudah cocok dengan harapannya.

Produsen tersebut kemudian menggunakan jasa pialang berjangka untuk menjual sejumlah kontrak di pasar berjangka yang ekuivalen dengan produk yang akan dihasilkannya untuk penyerahan di bulan Mei pada harga $ 204/ton.

Pada akhir April ketika produsen tersebut siap untuk menjual gulanya, ternyata harga gula di pasar fisik turun menjadi $ 170/ton, sementara harga untuk penyerahan di bulan Mei di pasar berjangka turun menjadi $ 180/ton.

Si produsen menjual gulanya di pasar lokal pada harga $ 170/ton, dan pada saat yang sama menginstruksikan kepada pialangnya untuk membeli kembali sejumlah kontrak yang sama di pasar berjangka untuk penyerahan bulan Mei pada harga $ 180/ton.

Berarti si produsen sekarang telah memiliki kontrak jual pada harga $ 204/ton dan kontrak beli pada harga $ 180/ton, yang memberikan keuntungan sebesar $ 24/ton di pasar berjangka.

Keuntungan ini ditambahkan pada penerimaan yang diperoleh dari pasar lokal pada harga $ 170/ton sehingga harga jual sebenarnya menjadi 194/ton.

Bila terjadi hal sebaliknya (harga naik), maka hasil akhirnya kurang lebih akan sama, harga di pasar lokal pada bulan Mei naik menjadi $ 210/ton, sedangkan harga kontrak penyerahan di pasar berjangka naik menjadi $ 220/ton.

Dengan demikian, produsen tersebut menderita kerugian di pasar berjangka sebesar $ 16/ton, sekaligus mengurangi hasil penjualannya di pasar lokal yang tadinya sebesar 210/ton menjadi sebesar 194/ton sebagai hasil yang diterima.


Biaya Perdagangan Berjangka

Semua pengguna pasar berjangka dipersyaratkan menyerahkan sejumlah uang yang disebut “margin” yang besarnya per kontrak umumnya berkisar antara 5-10% dari nilai kontrak.

Besarnya margin yang berbeda=beda tergantung pada komoditi, waktu, dan gejolak harga yang terjadi.

Dalam perjalanannya, margin ini mungkin memerlukan tambahan (margil call) karena berkurang dari margin awalnya karena pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakannya semula.

Bila saldo margin mencapai batas tertentu, kepada setiap nasabah yang memiliki posisi terbuka baik beli atau jual, harus menambah marginnya ke besaran semula (margin awal).

Margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan kodisi yang ada. Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh pialang berjangka yang besaran minimumnya ditetapkan bursa atas persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).


Lembaga Kliring Berjangka

Untuk menjamin performance atau dipenuhinya kontrak berjanga yang diperdagangkan di bursa, tersedia sesuatu lembaga penjamin yang disebut lembaga kliring berjangka.

Lembaga ini merupakan bagian dari bursa atau terpisah dari bursanya sebagai organisasi tersendiri. Lembaga kliring berjangka akan menjamin seluruh transaksi kontrak berjangka yang terjadi dibursa, yang setelah melaui proses kliring didaftarkan oleh anggota bursa berstatus anggota kliring kepada lembaga kliring.

Jadi, lembaga ini akan menjamin transaksi jika terjadi gagal bayar oleh pembeli ataupun gagal serah oleh produsen itu sendiri. Jadi lembaga ini akan memberikan pinjaman kepada pihak yang mengalami masalah saat waktu transaksi ditentukan yang tentunya memiliki bunga dengan tingkat suku bunga tertentu.

Sejarah Perkembangan Turtle Trading

Sejarah Turtle Trading

Sejarah pertama kali Turtle Trading ditemukan pertama kali pada tahun 1983, dimana komunitas traders Richard Dennis dan William Eckhardt.

Mereka melakukan percobaan bernama “The Turtle Experiment” untuk membuktikan bahwa siapapun dapat diajarkan untuk melakukan trading.


The Turtle Trading

Pada awal 1980-an, Dennis Richard dikenal sebagai salah satu trader yang sangat sukses.

Dia berhasil mendapat predikat sebagai salah satu trader yang sukses karena dia berhasil mengubah modal awalnya sebesar $5.000 menjadi $100 juta dengan melakukan trading saham.

Dia dan partnernya (William Eckhardt) sering berdiskusi mengenai kesuksesan mereka.

Dennis percaya bahwa semua orang dapat diajarkan dan sukses untuk melakukan trading di pasar berjangka (futures).

Sedangkan partnernya Willian Eckhardt membantah, dan mengatakan bahwa Dennis dapat sukses dalam melakukan profit karena bakat alaminya.

Akhirnya, dilakukan suatu eksperimen untuk menyelesaikan perdebatan ini.

Dimana Dennis mengumpulkan sekelompok orang untuk mengajarkan aturannya dalam melakukan trading dan kemudian menyuruh mereka untuk melakukan trading dengan uang sungguhan.

Dennis sangat yakin dengan opininya bahkan ia pun berani untuk memberi para trader uangnya sendiri untuk melakukan trading.

Asal mula kata Turtle Trading muncul karena Dennis menyebut murid-muridnya “Turtle” (kura-kura) karena mengingat peternakan kura-kura yang pernah ia kunjungi di Singapura dan memutuskan bahwa dia dapat menumbukan para trader secepat dan seefisien penyu bertani.


Finding The Turtles

Maksud dari “Finding The Turtles” adalah untuk melakukan percobaan tentunya diperlukanlah relawan dan dimana relawan atau muridnya tersebut disebut dengan istilah “Turtle“.

Dennis mencari relawan yang bersedia untuk menjadi muridnya dengan memasang iklan di The Wall Street Journal yang merupakan surat kabar internasional yang diterbitkan di New York.

Dari ribuan trader yang ikut berpartisipasi dalam program ini untuk diajarkan teknik trading langsung dari Richard Dennis sendiri, hanya 14 trader yang berhasil lolos pada program “Turtle” tahap pertama.

Tidak ada yang mengetahui kriteria penilaian yang digunakan oleh Dennis Richard sendiri, tetapi salah satu dari proses tahapan proses penilaian berupa pertanyaan betul-salah, dimana bentuk pertanyaanya seperti berikut :

  1. The big money in trading is made when one can get long at lows after a big downtrend.
  2. It is not helpful to watch every quote in the markets one trades.
  3. Others’ opinions of the market are good to follow.
  4. If one has $10,000 to risk, one ought to risk $2,500 on every trade.
  5. On initiation one should know precisely where to liquidate if a loss occurs.

(Dimana menurut metode ini “The Turtle Method” pernyataan 1 dan 3 salah, sedangkan pernyataan 2, 4, dan 5 benar)


Aturan Trading

Murid dari Dennis diajarkan secara spesifik untuk melakukan trading dengan menggunakan strategi mengikuti trend.

Intinya adalah bahwa “Trend adalah teman anda”, jadi kalian harus membeli futures pada saat kondisi breaking-out (kondisi saat akan terjadi perubahan trend) ke atas, dan menjualnya pada saat kondisi breaking-out ke bawah bedasarkan data trend lampau yang ada.

Contohnya :

Grafik Historis Harga Perak

Contohnya seperti pada grafik data historis harga perak diatas yang digunakan sebagai acuan untuk membeli perak.

Sinyal untuk melakukan pembelian adalah saat kondisi breaking-up ke atas yang ditandai dengan 40 hari harga perak mengalami kenaikan.

Dan sinyal untuk dilakukan penjualan adalah saat kondisi breaking-up ke bawah yang ditandai dengan 20 hari harga perak mengalami penurunan.

Tetapi parameter yang sebenarnya digunakan oleh Dennis tetap dirahasiakan selama bertahun-tahun bahkan sekarang dilindungi oleh berbagai hak cipta.


Apakah Cara Ini Berhasil ?

Menurut mantan murid Richard Dennis, bernama Russel Sands, ia telah berhasil menghasilkan lebih dari $175 juta hanya dalam waktu 5 tahun.

Oleh karena itu, Dennis berarti telah membuktikan keraguannya bahwa semua orang dapat belajar trading dengan sukses.

Sands juga berkata cara ini masih cukup relevan dan berfungsi dengan baik dimana ia buktikan dengan menggunakan sistem Turtle Trading pada tahun 2007 dimana dengan modal $10.000 di awal tahun dan dapat mengubahnya menjadi $25.000 di akhir tahun 2007.


Penutup

Sebenarnya, tanpa bantuan dari Richard Dennis sebenarnya semua orang dapat sukses dalam melakukan trading dengan mengaplikasikan inti dari Turtle Trading.

Yaitu dengan melakukan pembelian saat akan terjadi trend naik, dan menjualnya pada saat trend akan turun.

Hanya saja, tentunya cara ini juga memiliki resiko yang bisa dibilang cukup besar, karena mungkin saja terjadi perubahan trend yang tentunya dapat memberikan resiko kerugian yang besar juga.

4 Alternatif Investasi dengan Modal Rendah

4 Alternatif Investasi Modal Rendah

Investasi merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita.

Dengan melakukan investasi, kita dapat mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi di masa yang akan datang.

Investasi sedikit berbeda dengan menabung, dimana jika kita melakukan investasi, maka kita mengharapkan adanya manfaat yang didapat (growth).

Growth yang dimaksud dapat berupa bunga, kupon, deviden, kenaikan harga objek investasi, dll.

Oleh karena itu, inflasi juga berfungsi untuk menangkal inflasi atau kenaikan harga dengan adanaya growth yang didapat.

Sekarang ini, sudah tersedia sangat banyak alternatif investasi dengan modal yang sangat rendah.

Berikut ini adalah daftar 10 alternatif investasi dengan modal rendah:

1. Deposito Berjangka

Deposito Berjangka

Siapa yang tidak tahu lagi dengan deposito?? pastinya semua orang sudah tidak asing dengan namanya deposito.

Deposito berjangka adalah salah satu jenis investasi dimana kita menabungkan uang kita pada bank dalam jangka waktu tertentu, mulai dari 1, 3, 6, 12 bulan, dan seterusnya.

Growth yang akan anda dapatkan dari deposito sama seperti pada tabungan umumnya adalah berupa bunga.

Semakin lama jangka waktu melakukan deposito, maka akan semakin besar pula tingkat suku bunganya (growth).

Bedanya deposito dengan tabungan yang biasa anda gunakan adalah pada deposito uang yang anda investasikan tidak dapat ditarik sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Suku bunga yang diperoleh dari deposito dapat sampai 6% per tahun tergantung bank mana yang anda pilih.

Modal minimum untuk melakukan deposito termasuk relatif rendah yaitu hanya sebesar Rp.1.000.000.

2. Reksadana

Reksadana

Reksadana adalah surat berharga yang diterbitkan oleh manajer investasi kemudian dijual kepada para investor.

Dimana hasil penjualan reksadana digunakan untuk membuat portofolio investasi agar resiko menurun, namun keuntungan relatif besar.

Growth yang diperoleh dari reksadana berupa peningkatan NAB (Nilai Aktiva Bersih).

Terdapat banyak jenis reksadana yang tersedia sekarang ini misalnya reksadana saham, fix income, campuran, pasar uang, dan yang lain sebagainya.

Peredaanya terletak pada portofolio yang akan dibuat, misalnya pada reksadana saham, maka portofolio yang dibuat adalah portofolio saham.

Sedangkan, jika reksadana fix income maka portofolio obligasi yang akan dibuat, dan pada reksadana campuran, portofolio yang dibuat adalah campuran dari saham dan obligasi.

Tingkat kenaikan NAB (Nilai Aktva Bersih) akan sangat bergantung dengan jenis reksadana apa yang anda investasikan.

Semakin besar tingkat pertumbuhan dari suatu jenis reksadana maka semakin besar resikonya.

Misalnya, reksadana fix income memiliki pertumbuhan sebesar 7% – 7,7%, sedangkan reksadana saham memiliki pertumbuhan lebih besar yaitu 11,3% – 14,8% hanya saja resiko kerugian (penurunan NAB) juga tinggi.

Modal minimum yang diperlukan untuk investasi reksadana sendiri termasuk sangat rendah yaitu hanya sebesar Rp.10.000.

Baca :
Mengenal tentang reksadana

3. Emas

Emas

Yang dimaksud emas dalam konteks ini bukanlah emas dalam artian perhiasan seperti kalung atau cincin.

Melainkan berupa logam mulia atau emas batangan yang biasanya terdapat sertifikat atas kepemilikan.

Untuk tingkat pertumbuhan atau kenaikan harga emas akan sangat bergantung pada tingkat inflasi, jadi nilai emas tentunya akan selalu mengalami kenaikan.

Modal awal untuk investasi emas termasuk sangat rendah.

Jika anda ingin berinvestasi emas yang berwujud maka modal awal yang diperlukan mulai dari Rp.615.000 untuk setiap 1 gram emasnya.

Selain itu, anda juga dapat membeli emas dengan menggunakan pihak ketiga (Anda tidak menyimpan emasnya) misalnya di bukaemas (milik bukalapak) dengan modal awal yang relatif sangat rendah yaitu Rp.3.075 untuk setiap 0,005 gram emas.

Anda juga dapat membuka tabungan emas di pegadaian setempat dengan modal awal yang relatif sangat rendah.

4. Bitcoin

Bitcoin

Bitcoin adalah salah satu mata uang digital atau cryptocurrency dengan sistem yang terdesentralisasi dengan teknologi blockchain.

Pertumbuhan dari nilai (growth) dari termasuk sangat fluktuaktif yang dapat sangat meguntungkan dan merugikan (resiko sangat besar).

Contohnya, pada tahun 2012 untun mendapatkan 1 bitcoin hanya perlu modal sebesar Rp.80.000.

Dan pada akhir tahun 2017, harga bitcoin mencapai tingkat tertingginya yaitu sebesar Rp.269.000.000 untuk per 1 bitcoin.

Kemudian pada awal tahun 2018, bitcoin kembali mengalami penurunan menjadi sekitar Rp.150.000.000 untuk per 1 bitcoin.

Karena harga yang sangat fluktuaktif inilah yang menyebabkan bitcoin sebagai sarana investasi yang sangat beresiko tinggi.

Ditambah lagi, sekarang ini sudah mulai banyak negara yang melarang mata uang bitcoin.

Untuk memulai investasi bitcoin dapat dilakukan di bitcoin.co.id dan terdapat juga aplikasinya untuk versi android (link : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.co.bitcoin).

Modal awal yang diperlukan sangat variatif atau sesuai dengan keinginan anda.

Pelaku Utama Pasar Modal

Pelaku Pasar Modal

Pelaku utama di pasar modal adalah pihak yang paling berperan dalam perdagangan surat berharga.

Sebenarnya, pelaku inti di pasar modal adalah investor dan emiten (perusahaan), layaknya seperti pembeli dan penjual.

Hanya saja, karena di pasar modal pelaku inti tidak dapat melakukan transaksi secara langsung.

Mereka harus dibantu oleh tenaga profesional yang telah lulus ujian profesi dan dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat.

Jadi secara lengkap pelaku utama di pasar modal sendiri adalah sebagai berikut :

  • Emiten (Perusahaan)
  • Investor
  • Penjamin Emisi
  • Pialang
  • Manajer Investasi
  • Penasehat Investasi
Iklan

Emiten

Emiten adalah perusahaan swasta atau negara (BUMN) yang mencari modal di bursa efek dengan cara menerbitkan efek (bisa saham, obligasi, right issue, atau efek lainnya).

Emiten memiliki peran yang sangat penting di pasar modal, karena dari emiten inilah baru bisa muncul surat berharga yang dapat diperdagangkan di bursa efek.

Jadi, emiten berperan dalam menerbitkan efek yang kemudian jual kepada investor guna untuk mendapatkan modal.

Untuk bisa menerbitkan efek yang laku dijual, emiten harus mempunyai prestasi yang baik dan tidak cacat hukum tentunya.

Oleh karena itu, emiten perlu untuk menjamin efek yang diterbitkannya sah menurut hukum.

Karena emiten merupakan pihak yang menerbitkan efek. Jadi, kebenaran dari informasi efek pun juga menjadi tanggung jawab emiten bersangkutan.


Investor

Investor juga memiliki peran yang sangat peting dalam pasar modal.

Tanpa adanya investor, maka pasar modal tidak akan bisa melakukan aktivitas karena tidak ada yang mendanainya.

Hal ini sama persis layaknya ada suatu pasar tanpa pembeli.

Yang termasuk sebagai investor adalah individu atau organisasi yang membelanjakan uangnya di pasar modal.

Jadi, pada prinsipnya, semua orang dapat menjadi investor baik ibu rumah tangga, pelajar, ataupun pengusaha.

Investor memiliki peran yang sangat signifikan di pasar modal. Sebab, tanpa adanya uang yang dibelanjakan investor di pasar modal, maka tidak akan ada transaksi perdagangan di bursa efek tentunya.

Dalam melakukan investasi (membelanjakan uang di pasar modal), investor dapat meminta informasi dari pihak yang berkepentingan seperti emiten, penjamin emisi, bursa efek, atau perusahaan pialang.

Bahkan kalau memang diinginkan, investor bisa mendapatkan nasehat dari pialang perantara investor akan melakukan transaksi.

Hanya saja, tentunya keputusan investasi tetap berada di tangan investor, dimana investor harus menanggung resiko terhadap keputusan yang dibuatnya.


Penjamin Emisi

Penjamin emisi atau yang dalam bahasa inggris disebut underwriter adalah perusahaan swasta atau negara (BUMN) yang menjadi penanggungjawab atas terjualnya efek emiten kepada investor di pasar perdana.

Jadi, sebelum perusahaan go-public, biasanya emiten harus menunjuk penjamin emisi yang bertugas untuk menjual efek perusahaannya.

Sedangkan, emiten hanya bertugas untuk menerbitkan efek.

Penjamin emisi akan memberikan nasihat dan bernegosiasi dengan emiten dalam hal penetapan harga efek pada saat penjualan perdana.

Jadi, tinggi rendahnya harga saham perdana yang akan dibeli investor bergantung kesepakatan antara penjamin emisi dan emiten.

Penjamin emisi juga bertanggung jawab atas terjualnya efek yang dijualnya di pasar perdana tersebut.

Biasanya ada perjanjian antara emiten dengan penjamin emisi terkait besarnya jaminan.

Bila penjamin emisi menjamin penuh (full commitment) atas lakunya efek yang dijaminnya, maka penjamin emisi wajib untuk membeli sisa efek yang tidak terjual.

Sedangkan jika penjaminan dilakukan secara best effort (usaha terbaik), maka jika efek tidak habis terjual di pasar perdana, maka penjamin emisi dapat mengembalikannya kepada emiten.

Jika efek yang dijual di pasar perdana mengalami kelebihan permintaan dari jumlah efek yang ditawarkan, penjamin emisi juga bertugas dalam melakukan penjatahan efek.

Iklan

Pialang

Pialang atau yang biasa disebut broker adalah perusahaan swasta atau negara (BUMN) yang aktivitas utamanya adalah melakukan penjualan atau pembelian efek di pasar sekunder.

Jadi, pialang bertugas sebagai penghubung antara emiten dan investor dalam transaksi jual-beli efek di pasar sekunder.

Namun, pialang juga diperlukan di pasar perdana yaitu untuk membantu penjamin emisi dalam memasarkan efek, yaitu sebagai agen penjual.

Untuk bisa melakukan transaksi, maka perusahaan pialang harus menjadi anggota bursa yang bersangkutan, sehingga mempunyai hak untuk transaksi di bursa tersebut.

Untuk kepentingan tersebut, maka perusahaan pialang harus memiliki wakil (disebut WPPE : Wakil Perantara Perdagangan Efek) yang sudah teruji oleh standar profesi yang ditempatkan di lantai bursa.

Selain itu, perusahaan pialang memiliki hubungan yang sangat erat dengan investor, bisa dikatakan bahwa perusahaan pialang bertugas mewakili kepentingan investor.

Karena, selain sebagai perantara, perusahaan pialang juga merupakan sumber informasi utama dan terdekat bagi investor.

Perusahaan pialang yang baik biasanya juga akan menyediakan fasilitas riset yang mampu memberikan nasihat kepada investor dalam melakukan investasi.

Untuk jasa yang diberikan perusahaan pialang kepada investor, maka investor harus membayar fee yang besarnya tergantung negosiasi.

Dimana fee tersebut dikenakan pada investor setiap terjadi transaksi baik jual maupun beli.


Manajer Investasi

Manajer Investasi (MI) adalah perusahaan yang kegiatannya menyelenggarakan portofolio efek yang dijual kepada investor melalui penerbitan sertifikat reksadana.

Apa itu reksadana? Baca [Mengenal tentang reksadana]

Manajer investasi ini layaknya perusahaan pialang, yang membedakan adalah jika perusahaan pialang hanyalah berupa perantara perdagangan, sedangkan manajer investasi bertugas untuk mewakilkan kepentingan investor dalam investasi di pasar modal.

Manajer Investasi memiliki peran yang sangat penting terutama bagi investor yang masih belum mengenal betul tentang pasar modal.

Karena dengan menginvestasikan uang kita di manajer investasi berarti kita mempercayakan uang kita pada tenaga yang profesional yang sudah alih di bidangnya, sehingga resiko dapat diminimumkan.


Penasehat Investasi

Penasehat Investasi (PI) adalah perusahaan atau perorangan yang kegiatan usahanya adalah memberikan nasehat, membuat analisis, dan membuat laporan mengenai efek kepada investor dan mendapat imbalan berupa balas jasa.

Penasehat investasi berperan membantu investor dalam mempermudah pengambilan keputusan investasi dan juga mambantu dalam membuat portofolio efek (penentuan bobot investasi untuk masing-masing efek).

Peran penasehat investasi sebenarnya hampir sama dengan manajer investasi, yang membedakan adalah penasehat investasi hanya bertugas memberikan nasehat kepada investor dan mendapat imbalan berupa balas jasa.

Sedangkan manajer investasi berperan dalam memberikan nasehat sekaligus mengelola dana dari investor dan mendapat imbalan berupa fee yang dikenakan tiap transaksi.

Mengenal Tentang Pasar Modal

Mengenal Tentang Pasar Modal

Definisi

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Pasar modal dapat juga diartikan sebagai pasar tempat untuk mentransaksikan modal jangka panjang atau modal dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun.

Pada dasarnya, pasar modal mirip dengan pasar-pasar lainya, yang membedakan adalah komoditi yang diperdagangkan.

Komoditi yang diperjualbelikan di pasar modal berupa modal jangka panjang  seperti saham, obligasi, waran, dan berbagai instrumen derivatif lainya seperti option, futures, dan lain-lain.

Di pasar modal, bertemu para pialang atau broker yang menjadi perantara antara investor dengan emiten (perusahaan). Jadi, transaksi jual beli tidak terjadi secara langsung antara investor dengan suatu perusahaan, melainkan melalui pialang tersebut.

Pasar modal sering juga disebut sebagai pasar abstrak, karena investor tidak dapat memperoleh informasi tentang modal perusahaan yang akan dibelinya.

Investor hanya dapat membacanya melalui prospektus perusahaan tersebut.

Iklan

Mengapa Perlu Ada Pasar Modal?

Pertama

Pasar modal mempunyai peran yang sangat penting bagi suatu negara, hal ini disebabkan karena pasar modal dijadikan sebagai salah tolak ukur kemodernan. 

Artinya, suatu bangsa berhak menyandang predikat modern kalau pasar modalnya maju.  

Kedua

Selain itu, alasan perlunya pasar modal adalah karena pasar modal dapat menyediakan modal jangka panjang yang jumlahnya tak terbatas.


Manfaat Pasar Modal

1. Menjadikan manajemen profesional

Pasar modal akan mendorong manajemen profesional karena perusahaan yang sudah go-public ini akan menjadi sorotan masyarakat.

Untuk mendapatkan kesan positif dari masyarakat, perusahaan harus berprestasi baik, untuk berprestasi baik tentunya perusahaan harus dikelola oleh tenaga-tenaga yang profesional.  

2. Solusi suksesi

Maksudnya, dengan adanya pasar modal, dapat mempertahankan kelangsungan suatu perusahaan.

Hal ini disebabkan karena perusahaan yang go-public ini akan dikelola oleh manajemen profesional yang dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Berbeda dengan perusahaan yang tidak go-public, biasanya perusahaan ini merupakan perusahaan keluarga, dimana usahanya akan diwarisi kepada anaknya.

Mungkin perusahaan masih bisa bertahan pada satu atau dua alih generasi, namun mungkin saja pada generasi berikutnya akan terjadi konflik yang dapat menyebabkan kebangkrutan.

Hal ini mungkin saja terjadi karena belum tentu anak yang dimilikinya berminat atau mempunyai keahlian untuk melanjutkan usaha ayahnya.

Jadi jelas, perusahaan yang go-public lah yang dapat bertahan sampai kapan pun.

3. Alternatif investasi

Jika dilihat di Indonesia sekarang ini, sebagian besar dana masyarakat masih tertanam pada tabungan perbankan.

Investasi di bank memang sudah cukup baik karena likuiditasnya yang tinggi, namun jika ingin investasi untuk jangka panjang, pasar modal dapat menjadi salah satu alternatifnya.

Apalagi, sekarang ini suku bunga bank yang masih rendah, bahkan menyebabkan penabung malahan merugi karena pendapatan suku bunga itu dikurangi inflasi, pajak, dan biaya bank lainya.

Dengan kita menginvestasikan modal kita di pasar modal, selain memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih besar, kita juga dapat memperoleh keuntungan yang tidak bisa diberikan oleh bank yaitu berupa dividen.

Hanya saja, memang betul jika investasi di pasar modal memiliki resiko yang tidak kecil, terutama jika berinvestasi saham.  

4. Alternatif sumber dana

Pendanaan yang berasal dari kredit perbankan sekarang ini sudah dianggap sebagai cara tradisional.

Sekarang ini, pasar modal dapat menjadi sumber dana bagi perusahaan untuk memperoleh dana dalam jumlah yang besar dan tak terbatas.

Salah satu keunggulan penting yang dimiliki pasar modal dibanding bank adalah untuk mendapatkan dana suatu perusahaan tidak perlu menyediakan agunan seperti yang dituntut bank.

Perusahaan hanya perlu menunjukkan prospek yang baik, maka surat berharga perusahaan tersebut akan laku di pasar.

Selain itu, dengan memanfaatkan dana dari pasar modal, perusahaan tidak perlu menyediakan dana setiap bulan atau tahunya untuk membayar bunga bank.

Sebagai gantinya, perusahaan hanya perlu membayar dividen kepada investor yang jumlahnya bedasarkan laba bersih perusahaan tersebut.

Dividen ini sifatnya tidak harus dibayarkan jika memang perusahaan mengalami kerugian, berbeda dengan pinjaman melalui bank yang harus dibayarkan secara teratur.

Hanya saja, untuk menggalang dana dari pasar modal memang jauh lebih kompleks dari kredit perbankan.

Namun, untuk jangka panjang perusahaan akan mendapat manfaat yang lebih besar karena dapat menggunakan dana dalam jangka panjang yang jumlahnya jauh lebih besar (bahkan tak terbatas).  

5. Indikator ekonomi makro

Pasar modal juga dapat dijadikan sebagai indikator ekonomi makro suatu negara.

Naik turunnya indeks suatu bursa berfungsi sebagai salah satu alat untuk mencerminkan tentang kondisi ekonomi makro suatu negara.

Oleh sebab itu, sering kita jumpai data tentang indeks harga saham yang menjadi indikator kunci perekonomian suatu negara.

Hubungan antara pasar modal dan ekonomi makro pun menunjukkan korelasi yang positif.

Jadi, misalnya terjadi resesi ekonomi, perusahaan yang go-public akan mengalami penurunan produksi, yang berdampak juga pada turunnya kinerja perusahaan dan akan menyebabkan penurunan harga saham perusahaan itu di bursa efek.

Mengenal Tentang Reksadana

Reksadana - Alternatif Investasi Untuk Investor Kecil

Dalam kelompok instrumen investasi, reksadana masuk dalam kelompok instrumen investasi derivatif karena instrumen ini lahir dari portofolio yang dibuat oleh manajer investasi.

Dari sisi investor, reksadana merupakan instrumen investasi yang bisa menampung kepentingan investor kecil, yaitu memungkinkannya membuatkan portofolio, sehingga dapat mengendalikan resiko.

Dari sisi pasar modal, reksadana bisa dikatakan sebagai sumber investasi yang besar karena dapat menghimpun dana dari investor kecil yang jika dijumlahkan menjadi amat besar.

Iklan

Definisi Reksadana

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat 27, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Reksadana merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu “mutual fund” yang lahir sekitar seratus tahun lalu di London, Inggris.

Pada prinsipnya, investasi pada reksadana adalah melakukan investasi yang menyebar pada sekian banyak instrumen investasi yang diperdagangkan di pasar modal seperti saham biasa, obligasi pemerintah, obligasi swasta, dan di pasar uang seperti commercial paper, SPN (Surat Perbendaharaan Negara), SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan yang lainya.

Namun investor tidak perlu membeli sekian banyak investasi tersebut, investor hanya perlu memiliki 1 surat berharga saja, yang disebut sertifikat reksadana yang diterbitkan oleh Manajer Investasi (MI).

Dengan demikian, investor dimungkinkan mendapatkan keuntungan investasi yang sama dengan berinvestasi pada berbagai macam surat berharga, tetapi resiko yang dihadapi tidak sebesar apabila investor melakukan investasi langsung pada surat-surat berharga tersebut.

Jadi, reksadana dapat didefinisikan sebagai surat berharga yang diterbitkan oleh manajer investasi kemudian dijual kepada investor, dimana hasil penjualan tersebut digunakan untuk membuat portofolio agar resiko investasi menurun, namun dengan keuntungan yang relatif besar.


Cara Kerja Reksadana

Pertama

Manajer investasi akan mengumpulkan dana dari para investor. Dimana untuk mengumpulkan dana ini, manajer investasi akan menerbitkan saham yang dijual kepada investor.

Saham yang diterbitkan inilah yang kemudian disebut sebagai sertifikat reksadana.

Kedua

Setelah dana terkumpul, manajer investasi akan menginvestasikannya pada surat-surat berharga yang dianggap paling menguntungkan.

Untuk bisa mendapatkan keuntungan, manajer investasi akan melakukan spesialisasi sesuai dengan keahliannya.

Ada manajer investasi yang khusus melakukan spesialisasi investasi pada saham biasa saja, ada juga yang dikombinasikan dengan obligasi, atau pada obligasi saja dan yang lainya.

Ketiga

Manajer investasi akan membagikan keuntungan yang didapatnya kepada para investor.

Iklan

Reksadana Cocok Untuk Investor Kecil

Mengapa bisa dikatakan demikian? Bukankah pasar modal dikesankan sebagai tempat berinvestasi dengan modal yang besar?

Betul sekali, hanya saja dengan reksadana kesan tersebut dapat dihilangkan.

Perlu anda ketahui, sekarang ini, hanya dengan modal Rp10.000, anda sudah dapat berinvestasi di reksadana.

Salah satu tempat untuk investasi reksadana dengan modal Rp.10.000 adalah di bukareksa, yang merupakan produk dari bukalapak.

Selain di bukareksa, anda juga dapat berinvestasi reksadana dengan modal hanya Rp.10.000 di tokopedia, bareksa, bibit, ataupun agen penyedia reksadana lainnya.

Selain modal awal yang kecil, reksadana juga menyediakan 2 fasilitas yang tidak mungkin dimiliki oleh investor kecil, meliputi :

Pertama: Membuat investasi mencapai skala ekonomis

Maksudnya adalah suatu investasi akan menguntungkan kalau bisa mencapai kapasitas tertentu.

Hal ini prinsipnya sama seperti bunga deposito bank yang semakin besar jika dana yang didepositokan semakin besar pula.

Untuk mencapai kapasitas tertentu inilah yang sulit dicapai oleh investor kecil.

Karena, dana yang dimiliki investor kecil tentulah jumlahnya yang terbatas.

Dengan reksadana, dana setiap investor yang terbatas ini akan digabungkan oleh manajer investasi yang dapat digunakan untuk melakukan investasi dalam skala besar dan menyebar.

Kedua: Reksadana menyebabkan profesionalisme berinvestasi

Maksudnya, dengan kita berinvestasi pada reksadana, uang yang kita investasikan tentunya akan dikelola oleh manajer investasi yang memiliki tenaga-tenaga yang profesional dalam bidang investasi.

Namun, bukan berarti dengan kita membeli reksadana berarti kita sudah terbebas dari resiko kerugian. Bagaimanapun reksadana tetap beresiko.

Hanya saja, dengan reksadana kita bisa menurunkan resiko dibanding kita langsung menginvestasikan uang kita di pasar modal atau pasar uang.


Jenis-Jenis Reksadana

Berdasarkan jenisnya, reksadana dapat dibedakan menjadi 2, meliputi reksadana terbuka dan reksadana tertutup.

1. Reksadana Terbuka (Open-End Mutual Fund)

Reksadana terbuka adalah reksadana yang manajer investasinya mempunyai hak untuk membeli kembali sertifikat reksadana yang telah diterbitkannya.

Bahkan, setiap kali manajer investasi reksadana jenis ini akan membeli kembali sertifikat reksadana yang telah diterbitkannya, ia juga akan menawarkan reksadana yang baru.

Hal ini sama seperti pemegang obligasi yang selalu menghadapi saat jatuh tempo.

Harga pembelian kembali perusahaan manajer investasi disesuaikan dengan nilai net asset value (NAV) pada saat itu.

Angka NAV ini akan berubah setiap saat, sesuai dengan harga instrumen investasi yang menjadi portofolio perusahaan manajer investasi.

2. Reksadana Tertutup (Close-End Mutual Fund)

Reksadana tertutup adalah reksadana dimana sertifikat yang diterbitkan tidak akan dibeli kembali oleh manajer investasi penerbitnya.

Reksadana jenis ini biasanya diterbitkan dalam jumlah yang terbatas dan dijual kepada kalangan yang terbatas pula.

Jadi, setelah transaksi di pasar primer (dari penerbit kepada investor), maka sertifikat reksadana itu hanya dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Harga yang terbentuk disesuaikan dengan pertemuan dari permintaan dan penawaran.

Dengan demikian reksadana tertutup ini mirip seperti saham biasa yang diperdagangkan di bursa.

Iklan

Protofolio Reksadana

Portofolio reksadana adalah kumpulan dari instrumen investasi yang akan diinvestasikan dengan menggunakan dana yang dihimpun dari investor.

Terdapat beberapa jenis reksadana berdasarkan portofolionya, meliputi : reksadana saham, reksadana fix income, reksadana campuran, reksadana pasar uang, reksadana spesialis, dan reksadana ETF.

1. Reksadana saham

Reksadana saham adalah reksadana yang khusus menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan saham biasa.

Biasanya sasaran dari reksadana jenis ini memiliki sasaran pertumbuhan, jadi reksadana ini akan berfokus pada keuntungan jangka panjang dengan meningkatkan harga-harga surat berharga yang menjadi objek investasinya.

Alasan reksadana saham tidak cocok untuk jangka menengah dan pendek karena nilainya yang sangat fluktuatif untuk jangka menengah dan pendek.

Jadi, reksadana saham cocok untuk investasi jangka panjang dengan jangka waktu diatas 15 tahun.

Hanya saja, reksadana saham memiliki resiko yang cukup besar mengingat objek investasinya adalah saham, namun karena dikelola oleh tenaga profesional, tentunya resikonya dapat diminimalisir.  

2. Reksadana fix income

Reksadana fix income adalah reksadana yang khusus menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan obligasi dan saham preferen.

Daya tarik dari reksadana fix income adalah keamanannya yang lebih terjamin, karena manajer investasinya mendapatkan penghasilan tetap dari bunga obligasi dan dividen saham preferen.

Perlu diketahui, yang mendapat penghasilan tetap dari bunga obligasi dan dividen adalah penerbit reksadana, bukan investornya.

Investor tetap mendapat penghasilan dari kenaikan nilai reksadana yang nilainya tidak tetap.

Reksadana fix income cocok untuk investasi jangka menengah dengan jangka waktu 5 sampai 15 tahun.

Kelebihan dari reksadana fix income tentunya adalah resikonya yang lebih kecil dibanding reksadana saham, meskipun keuntungannya lebih kecil pula.  

3. Reksadana campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang khusus menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan saham biasa dan obligasi.

Penghasilan yang didapat dari reksadana campuran ini adalah moderat, yaitu lebih rendah dari reksadana saham namun lebih tinggi dari reksadana fix income.

Reksadana ini merupakan alternatif atau jalan tengah bagi reksadana saham dan fix income.  

4. Reksadana pasar uang

Reksadana yang mengkhususkan diri menggunakan dana yang dihimpunnya untuk investasi efek pada pasar uang seperti comercial paper, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan deposito.

Reksadana ini cocok untuk investasi jangka pendek dimana biasa jangka waktunya kurang dari satu tahun.

Resiko dari reksadana jenis ini juga lebih kecil dibanding reksadana saham dan fix income, hanya saja, keuntungannya juga tentu lebih kecil tapi masih lebih tinggi dari deposito.  

5. Reksadana spesialis

Reksadana spesialis adalah reksadana yang mengkhususkan diri untuk menggunakan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan pada investasi tertentu.

Maksud dari investasi tertentu itu misalnya investasi berdasarkan letak geografis emiten yang saham dan obligasinya akan dibeli oleh manajer investasi.

Atau juga berdasarkan industri tertentu, misalnya seperti reksadana khusus industri farmasi, industri baja, industri otomotif, dll.  

6. Reksadana ETF (Exchange Trade Fund)

Reksadana ETF adalah reksadana yang mengkhususkan diri menggunakan dana yang dihimpunnya untuk diinvestasikan berdasarkan indeks tertentu seperti LQ45, Kompas100, dan yang lainya.

Daya tarik dari reksadana ini adalah, biasanya jika terjadi kenaikan indeks secara umum, maka reksadana akan mendapat keuntungan yang lebih besar.

Hal ini dapat terjadi karena manajer investasi sudah menginvestasikan dana yang dihimpunnya untuk dibelanjakan pada saham-saham indeks tersebut.

Iklan

Sasaran Reksadana

Reksadana yang baik, biasanya harus memiliki sasaran tertentu sesuai dengan spesialisasinya.

Sasaran ini akan membedakan antara reksadana yang satu dengan yang lainya sehingga investor bisa memilih sesuai dengan tujuan investasinya.

Biasanya, manajer investasi akan mencantumkan sasaran yang akan dicapainya dalam prospektus penawarannya.

Ada 4 hal yang biasanya dijadikan sasaran oleh reksadana, yaitu, pertumbuhan, pendapatan, pertumbuhan dan pendapatan, dan keseimbangan.  

1. Reksadana dengan sasaran pertumbuhan

Reksadana dengan sasaran pertumbuhan akan berfokus pada pertumbuhan jangka panjang. 

Maksudnya, reksadana ini memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang besar di masa mendatang (jangka panjang).

Pendapatan yang tinggi ini berasal dari apresiasi (peningkatan) harga saham yang diinvestasikan.

Biasanya jika pertumbuhan menjadi sasaran reksadana, manajer investasi akan membeli dan menahan dalam waktu yang cukup lama saham-saham biasa yang diterbitkan perusahaan yang sedang tumbuh.

Alasan dipilih perusahaan yang sedang tumbuh adalah karena perusahaan yang sedang tumbuh biasanya tidak membagikan dividen tunai, sehingga akan meningkatkan nilai saham perusahaan tersebut.

Investor bisa memilih reksadana dengan sasaran pertumbuhan ini jika mengharapkan pendapatan yang cukup besar dalam jangka panjang.  

2. Reksadana dengan sasaran pendapatan

Apabila sasaran suatu reksadana adalah pendapatan, maka reksadana tersebut akan mementingkan kupon dan dividen.

Biasanya reksadana dengan sasaran pendapatan tidak akan mementingkan capital gain seperti sasaran pertumbuhan, namun bukan berarti hal ini diabaikan.

Reksadana dengan sasaran pendapatan akan memilih untuk berinvestasi di obligasi dan saham preferen atau blue chips, yang tentunya memberikan dividen yang tinggi.  

3. Reksadana dengan sasaran pertumbuhan dan pendapatan

Sesuai dengan namanya, sasaran dari reksadana ini adalah pertumbuhan dan pendapatan.

Reksadana jenis ini mampu memberikan pendapatan yang bisa berasal dari dividen atau kupon, dan dari apresiasi harga saham itu sendiri.

Namun, tentu saja pendapatan dari reksadana ini tidak sebesar jika anda mengkhususkan diri berinvestasi pada reksadana sasaran pendapatan, dan pertumbuhannya juga tidak sebesar reksadana sasaran pertumbuhan.

Reksadana kombinasi ini cocok bagi investor yang memilih jalan tengah terhadap penghasilan reksadana pertumbuhan dan pendapatan.  

4. Reksadana dengan sasaran keseimbangan

Reksadana dengan sasaran keseimbangan adalah reksadana yang bersikap moderat terhadap pendapatan dan pertumbuhan.

Reksadana sasaran ini mirip dengan reksadana sasaran kombinasi, bedanya adalah reksadana ini juga memperhatikan situasi ekonomi makro.

Dalam keadaan bullish market (tren naik), reksadana akan berusaha memberikan pendapatan dan pertumbuhan harga yang tinggi kepada investornya.

Upaya yang dilakukan adalah dengan memilih saham-saham blue chips sebagai portofolionya.

Dalam keadaan bearish market (tren turun), reksadana dengan sasaran keseimbangan akan berusaha meminimumkan resiko.

Upaya yang dilakukan adalah dengan memilih obligasi sebagai portofolionya.

Sejarah Lengkap Pasar Modal Indonesia

Sejarah Lengkap Pasar Modal Indonesia

Era Penjajahan

Cikal bakal lahirnya pasar modal Indonesia pertama kali dimulai pada era penjajahan yang dimulai pertama kali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke 19.

Hanya saja pada masa itu, masih belum adanya organisasi resmi yang menaungi pasar modal ini. Yang ada hanyalah transaksi jual beli modal.

Latar belakangnya dibuat pasar modal karena pemerintah kolonial Belanda ingin membangun perkebunan secara besar-besaran di tanah jajahan Indonesia.

Sehingga pasar modal berfungsi sebagai salah satu alternatif sumber dana. Dimana investornya terdiri atas orang-orang Belanda dan Eropa yang penghasilannya jauh lebih tinggi sekitar 50 sampai 100 kali lipat dari penghasilan penduduk pribumi.

Transaksi jual beli modal yang pertama kali terjadi pada tahun 1880, dimana produk yang pertama kali diperjualbelikan adalah produk kopi.

Pada 14 Desember 1912, barulah berdiri bursa efek resmi pertama kali di Batavia (Jakarta).

Dengan nama Vereniging Voor de Effectenhandel yang merupakan cabang bursa saham Amsterdamse Effectenbureau di Amsterdam, Belanda.

Bursa ini merupakan bursa tertua ke-4 di Asia setelah Bombay (1830), Hongkong (1847, dan Tokyo (1878).

Pada saat awal didirikan, hanya ada 13 anggota bursa yang aktif. Dan efek yang diperjualbelikan pada saat itu adalah :

  • Saham dan obligasi perusahaan perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia.
  • Obligasi yang diterbitkan pemerintah.
  • Sertifikat perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda.
  • Dan efek perusahaan Belanda lainya.

Pada tahun 1914, Bursa Efek Batavia sempat ditutup karena Perang Dunia I dan dibuka kembali setelah Perang Dunia I berakhir yaitu pada 1918.

Setelah itu, perkembangan pasar modal di Batavia menjadi sangat pesat sehingga menarik minat masyarakat kota lainya.

Sehingga pada 11 Januari 1925, Surabaya resmi menyelenggarakan perdagangan efek. Dan beberapa bulan kemudian, dibuka juga bursa efek di Semarang pada 1 Agustus 1925.

Hanya saja, periode menggembirakan ini tidak berlangsung lama. Hal ini disebabkan karena terjadinya resesi ekonomi pada tahun 1929 dan disusul dengan Perang Dunia II.

Akibatnya, Bursa Efek di Surabaya dan Semarang ditutup, dan disusul dengan tutupnya Bursa Efek di Batavia pada tanggal 10 Mei 1940.

Penutupan bursa efek di ketiga kota tersebut sangat mengganggu likuiditas efek. Hal ini menyebabkan perusahaan dan perseorangan Belanda kurang berhasrat untuk menanam modal di Indonesia.

Dengan demikian, dengan pecahnya Perang Dunia II menjadi akhir aktivitas pasar modal di Indonesia pada era penjajahan Belanda.

Iklan

Era Orde Lama

Setahun setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tahun 1950, obligasi Republik Indonesia diterbitkan oleh pemerintah.

Pristiwa ini menandai mulai aktifnya kembali pasar modal Indonesia.   Baru tanggal 3 Juni 1952 bursa efek Indonesia kembali dibuka di Jakarta dengan nama Bursa Efek Jakarta (BEJ) setelah terhenti selama kurang lebih 12 tahun.

Penyelenggaraan bursa diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efek (PPUE), yang terdiri atas 3 bank negara dan beberapa pialang efek lainya dengan Bank Indonesia sebagai penasehat.

Sejak saat itu, perkembangan bursa efek sangat pesat, meskipun efek yang diperdagangkan adalah efek yang diterbitkan sebelum Perang Dunia II.

Hanya saja keadaan tersebut hanya berlangsung sampai tahun 1958.

Akibat politik konfrontasi yang dilancarkan oleh pemerintah Republik Indonesia terhadap Belanda sehingga hubungan kedua negara terganggu. 

Hal ini diperparah dengan sengketa Irian Barat dan puncaknya adalah aksi pengambilalihan semua perusahaan Belanda di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nasional No.86 Tahun 1958.

Kemudian disusul dengan instruksi dari Badan Nasionalisasi Perusahaan Belanda (BANAS) pada tahun 1960 mengenai larangan untuk memperdagangkan seluruh efek perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia.

Akibatnya, sebagian besar investor perseorangan dan perusahaan Belanda banyak yang meninggalkan Indonesia.

Tingkat inflasi yang cukup tinggi hingga 650% pada akhir era Orde Lama juga ikut mengguncangkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar uang dan modal.

Hal ini berdampak pada harga saham dan obligasi menjadi rendah dan tidak menarik lagi bagi para investor.

Kejadian ini mengakhiri sejarah pasar modal Indonesia pada Orde Lama.

Iklan

Era Orde Baru

Pada era Orde Baru, kebijakan ekonomi Indonesia sudah tidak lagi melancarkan konfrontasi terhadap modal asing guna untuk pembangunan ekonomi.

Langkah pertama yang dilakukan pemerintah Orde Baru adalah menahan dan membuat perekonomian Indonesia normal.

Dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia (waktu itu masih bernama BNI Unit I) No.4/16 Kep. Dir. Tanggal 26 Juli 1968, di Bank Indonesia dibentuk Tim Persiapan Pasar Uang dan Modal (PUM)

Tim persiapan Pasar Uang dan Modal mempunyai tugas untuk :

  • Mengumpulkan data
  • Memberikan usul kepada Gubernur Bank Sentral untuk mengembangkan pasar modal di Indonesia.

Dari hasil penelitian tim tersebut, diketahui benih pasar modal di Indonesia sudah ditanam oleh pemerintah sejak tahun 1952. 

Tetapi karena berhubung dengan situasi politik serta akibat suramnya di bidang moneter, maka pertumbuhan efek di Jakarta yang diselenggarakan oleh PPUE mengalami kemunduran sejak tahun 1958.

Karena tim persiapan Pasar Uang dan Modal (PUM) sudah selesai melaksanakan tugasnya, maka tim tersebut dibubarkan, sekaligus dengan Surat Keputusan Mentri Keuangan No. Kep-02/MK/IV/1970 dibentuk tim Pasar Uang dan Modal yang diketuai Gubernur Bank Sentral.

Tim Pasar Uang dan Modal mempunyai tugas untuk :

  • Membantu Mentri Keuangan mempersiapkan langkah-langkah ke arah pelaksanaan pengembangan pasar uang dan modal.
  • Mengaktifkan kembali bursa efek.

Setelah tugas yang diberikan Mentri Keuangan terhadap tim Pasar Uang dan Modal selesai dilaksanakan, dengan Surat Keputusan Mentri Keuangan N0. Kep. 25/MK/IV/1/1972 tanggal 13 Januari 1972 tim dibubarkan dan dibentuk Badan Pembina Pasar Uang dan Modal (Bapepum) dengan tugas :

  • Melaksanakan pembinaan pasar uang dan modal tahap demi setahap.
  • Mempersiapkan pembentukan suatu lembaga pasar uang dan modal.
  • Melaksanakan pengawasan atas aktivitas bursa efek.

Dengan dibentuknya Badan Pembina Pasar Uang dan Modal (Bapepum), terlihat kesungguhan usaha-usaha untuk membentuk kembali pasar uang dan modal di Indonesia.

Untuk memenuhi tenaga teknis untuk tugas operasional pendirian pasar uang dan modal, sebanyak 15 orang pejabat Bank Indonesia dan Departemen Keuangan dilatih di luar negeri, terutama di negara ASEAN yang diperkirakan memiliki masalah yang sama dengan Indonesia.

Klimaksnya, pada 27 Desember 1976, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 52 Tahun 1976 tentang pendirian Pasar Modal. Hal-hal yang dilakukan adalah :

  • Membentuk Badan Pembina Pasar Modal
  • Membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM)
  • Penetapan PT. Danareksa sebagai BUMN pertama yang go-public dengan penyertaan modal negara sebanyak Rp.50 miliar
  • Memberikan keringanan pajak pada perusahaan go-public dan pembeli saham

Emiten swasta pertama di Indonesia yang pertama kali go-public adalah PT. Semen Cibinong (SMCB) dengan harga Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp.10.000/lembar.

Hanya saja, selama periode 1977-1988, perkembangan pasar modal Indonesia kurang menggembirakan. Situasi pasar sangat lesu meskipun pemerintah sudah memberikan berbagai fasilitas. Dimana, hingga periode berakhir hanya ada 28 perusahaan yang tercatat di bursa.

Hal ini disebabkan karena prosedur emisi saham dan obligasi yang terlalu ketat, adanya batasan fluktuasi harga saham, dan faktor-faktor lainya.

Guna mengatasi kelesuan ini, pemerintah mengeluarkan paket kebijaksanaan deregulasi terkait perkembangan pasar modal, meliputi:

1. Pakdes87 (Paket Kebijaksanaan Desember 1987)

  • Penyederhanaan persyaratan proses emisi sahan dan obligasi.
  • Dihapusnya biaya yang sebelumnya dipungut BAPEPAM seperti biaya pendaftaran efek.
  • Menghapus batasan fluktuasi saham.

2. Pakto88 (Paket Kebijaksanaan Oktober 1988)

Paket ini sebenarnya ditujukan untuk sektor perbankan, hanya saja mempunyai dampak langsung terhadap sektor pasar modal, meliputi :

  • Ketentuan 3L (Legal, Lending, Limit).
  • Pengenaan pajak atas bunga deposito.

Alasan kebijakan ini berdampak langsung terhadap pasar modal adalah dengan dikeluarkan pajak ini, berarti pemerintah memberikan perlakuan yang sama terhadap sektor perbankan dan sektor pasar modal.

3. Pakdes88 (Paket Kebijaksanaan Desember 1988)

  • Memberikan peluang bagi swasta untuk menyelenggarakan bursa. Jadi hal ini akan mempermudah investor yang berada di luar Jakarta.

Selain ketiga kebijakan diatas, dengan Keputusan Mentri Keuangan No.1055/KMK.013/1989, diberikan izin bagi investor asing untuk beli saham di bursa Indonesia sampai batas maksimum 49% di pasar perdana.

Sebagai dukungan atas kebijakan ini, pada tahun 1998, pemerintah mendirikan Bursa Paralel Indonesia (BPI) yang dioperasikan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE).

Setelah kebijakan deregulasi, investasi di bursa efek berkembang pesat sehingga banyak perusahaan yang mengantri untuk masuk bursa.

Dimana, selama tahun 1989, tercatat ada 37 perusahaan yang go-public.

Perkembangan ini berlanjut dengan berdirinya PT. Bursa Efek Surabaya sebagai bursa swasta. Dan pada 13 Juli 1992, berdiri PT. Bursa Efek Jakarta yang menggantikan tugas BAPEPAM sebagai pelaksana bursa.

Pada 22 Mei 1995 mulai diberlakukan sistem JATS (Jakarta Automated Trading System) menggantikan sistem manual yang harus menggunakan papan tulis. Dimana sistem ini akan mencocokkan secara otomatis antara harga jual dan harga beli.

Pada 22 Juli 1995, dilaksanakan penandatanganan perjanjian penggabungan Bursa Paralel Indonesia (BPI) dan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi Bursa Efek Surabaya (BES). Sehingga, semenjak itu, hanya ada 2 bursa efek yang aktif yaitu Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Surabaya.

Pada 5 Agustus 1996 didirikan sebuah Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) dengan nama PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang bertugas menyediakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.

Pada 23 Desember 1997 didirikan juga sebuah Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) dengan nama PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang bertugas menyediakan jasa penyimpanan atas berbagai efek dan penyelesaian transaksi efek.

Era Orde Baru diakhiri dengan krisis moneter yang berdampak pada anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga berdampak pula pada merosotnya harga-harga saham. 

Dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah mencapai di atas 700-an, anjlok hingga 200-an.

Iklan

Era Reformasi

Setelah era Orde Baru selesai, dampaknya masih dirasakan pada era Reformasi.

Dimana jumlah investor yang menyusut menjadi tinggal 50.000 orang. 

Sehingga, langkah yang dilakukan diantaranya adalah melepas batasan kepemilikan asing yang tadinya 49% menjadi 100%, kecuali untuk saham perbankan.

Bahkan, hingga akhirnya investor asing pun boleh memiliki saham bank full 100%.

Langkah lainya yang dilakukan adalah menggabungkan Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini sebenarnya sudah lama direncanakan, hanya saja tahun 2008 baru bisa direalisasikan.

Kondisi ini juga diperparah dengan adanya krisis Subprime Mortgage di Amerika sehingga market tumbang luar biasa dan banyak investor yang mengalami kerugian.

Pada tahun 2009, setelah semua tercover, Indonesia mulai mengadopsi sistem trading NASDAQ.

NASDAQ adalah bursa saham di Amerika yang khusus menangani perusahaan teknologi seperti google, yahoo, apple, dll.

Hingga sekarang perkembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat pesat, bahkan BEI merupakan salah satu bursa efek termaju di ASEAN.