3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Melamar suatu pekerjaan merupakan suatu proses yang pasti dilalui hampir oleh semua orang untuk mendapatkan posisi atau jabatan pada perusahaan dimana dia melamar.

Sebelum melamar kerja, terdapat banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh pelamar kerja sendiri agar dapat diterima oleh perusahaan atau organisasi tempat dia melamar.

Dimana, persiapan yang dibutuhkan dapat bersifat teknis atau mental dari pelamar kerja itu sendiri.

Oleh sebab itu, pelamar kerja harus mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan agar dapat diterima di perusahaan impiannya.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh pelamar kerja sebelum melamar suatu pekerjaan:


1. Menulis Surat Lamaran Kerja

Menulis surat lamaran kerja merupakan tahap awal dan wajib bagi semua pelamar kerja dalam melamar suatu pekerjaan.

Dimana surat lamaran kerja berfungsi untuk menjelaskan kepada perusahaan atau organisasi dimana pelamar kerja melamar mengenai jabatan atau posisi yang ingin didudukinya dan kualifikasi diri dari pelamar itu sendiri.

Dalam menulis surat lamaran kerja yang baik, pelamar kerja harus dapat menarik perhatian perusahaan atau organisasi agar tertarik dengan kualifikasi yang dia miliki dan perusahaan menjadi ingin tahu lebih lanjut pelamar kerja sendiri.

Oleh sebab itu, bagi semua pelamar kerja, sebelum akan melamar pekerjaan di suatu perusahaan atau organisasi perlu diketahui teknik-teknik penulisan surat lamaran kerja yang baik dan benar agar perusahaan dapat tertarik dengan anda.

Untuk lebih lanjut mengenai cara menulis surat lamaran kerja dapat dilihat pada : Cara Menulis Surat Lamaran Kerja


2. Membuat Resume/CV

Setelah menulis surat lamaran kerja, pelamar kerja juga harus mempersiapkan resume/CV.

Dimana Resume/CV ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada perusahaan atau organisasi mengenai biodata anda sendiri dan daftar riwayat hidup yang disusun secara rapi dan teratur.

Bedanya resume dengan surat lamaran kerja, pada resume kualifikasi anda dijelaskan secara lebih lengkap dan teratur.

Sehingga perusahaan atau organisasi dapat mengenal lebih baik anda tanpa harus bertemu langsung dengan anda.

Oleh sebab itu, dalam pembuatan resume/CV merupakan tahap yang penting dalam melamar pekerjaan.

Anda perlu untuk merencanakan pembuatan resume/CV anda semenarik mungkin agar perusahaan dapat tertarik.

Untuk lebih jelas mengenai cara pembuatan resume/CV dapat dilihat pada: Cara Penulisan Resume/CV yang Baik dan Benar

Anda juga dapat menghias resume/CV anda dengan menambahkan berbagai desain yang menarik agar resume/CV anda terlihat lebih profesional.

Hanya saja, hal ini biasanya juga bergantung pada jenis jabatan atau posisi yang anda lamar.

Dimana, untuk jabatan seperti desainer tentunya dalam pembuatan resume/CV harus dihias semenarik mungkin agar perusahaan atau organisasi lebih yakin terhadap skill yang anda miliki.


3. Persiapan Wawancara Kerja

Setelah anda lolos pada tahap seleksi awal saat melamar suatu pekerjaan. Maka, selanjutnya anda akan memperoleh panggilan oleh perusahaan atau organisasi dimana anda melamar untuk dilakukan wawancara kerja.

Wawancara kerja merupakan tahap yang sangat penting dalam melamar suatu pekerjaan. Karena, dari sekian banyak pelamar yang telah lolos pada tahap seleksi, selanjutnya akan disaring lagi melalui proses wawancara kerja.

Dimana, dalam wawancara kerja ini, pewawancara kerja akan menanyakan berbagai jenis pertanyaan yang berkaitan maupun tidak berkaitan dengan posisi yang akan anda lamar.

Dimana, tujuan utama dari pewawancara kerja menanyakan informasi tersebut adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri atau pribadi dari pelamar kerja.

Oleh sebab itu, pelamar kerja sebelum akan melakukan wawancara kerja, ada baiknya untuk mempersiapkan berbagai pertanyaan yang sering kali ditanyakan agar dapat menjawab semua pertanyaan dari pewawancara kerja secara lancar.

Untuk lebih jelas mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh pewawancara kerja, dapat dilihat di: Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan dalam Wawancara kerja

Selain itu, terdapat hal-hal lain juga yang perlu diperhatikan juga oleh pelamar kerja sebelum datang dan pada saat wawancara kerja sendiri.

Karena, kesalahan sedikit saja yang dilakukan saat proses wawancara kerja, dapat berakibat cukup fatal bagi pelamar kerja tersebut.

Oleh sebab itu, terdapat hal-hal yang perlu dilakukan dan harus dihindari oleh pelamar kerja saat hendak dan sedang melakukan wawancara kerja.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada: Hal-Hal yang Perlu Dilakukan dan Dihindari Saat Wawancara Kerja.

Cara Penulisan Resume/CV yang Baik dan Benar

Cara Penulisan CV atau Resume yang Baik dan Benar

Dalam dunia bisnis, resume sering juga disebut sebagai CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup.

Secara umum, resume adalah suatu daftar dokumen yang berisi kualifikasi dan jalur karier anda yang disusun secara teratur, rapi, dan menarik perhatian pembacanya.

Melalui resume ini, diharapkan pimpinan perusahaan dapat mengetahui kemampuan anda, walaupun anda belum pernah bertemu secara langsung dengan pimpinan perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, dalam penyusunan resume merupakan langkah yang sangat penting saat hendak akan melamar suatu pekerjaan.


Persiapan Menulis Resume

Terdapat 3 langkah yang perlu diketahui sebelum menulis suatu resume, yaitu:

1. Mencari Informasi Penting

Sebelum membuat resume, anda harus mencari berbagai informasi penting yang relevan dengan jenis pekerjaan anda.

Dimana informasi penting yang perlu dicari adalah analisis mengenai diri sendiri, analisis terhadap karier dan analisis terhadap pekerjaan tersebut.  

a. Analisis diri

Analisis diri berfungsi untuk membantu anda mengenal lebih baik dan mendalam mengenai diri anda sendiri berupa kelebihan dan kekurangannya.

Sehingga dengan melakukan analisis diri, anda dapat mengetahui siapa anda dan kemampuan anda.

Dimana, dalam analisis diri, anda perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Apakah saya mempunyai aspirasi yang cukup tinggi?
  • Apakah saya dapat berkomunikasi dengan baik?
  • Apakah saya orang yang sangat bergantung kepada orang lain?
  • Apakah saya orang yang energik?
  • Apakah saya orang yang mempunyai percaya diri?
  • Apakah saya mempunyai kecerdasan kuantitatif yang tinggi?
  • Apakah saya mempunyai kecerdasan verbal yang tinggi?
  • Apakah saya mempunyai kecerdasan yang tinggi dalam pemecahan suatu masalah?
  • Berapa indeks prestasi saya secara keseluruhan?
  • Apa mata kuliah yang paling mudah bagi saya?
  • Apa mata kuliah yang paling sulit bagi saya?
  • Apa kegiatan organisasi yang saya minati?

b. Analisis karier

Analisis karier berkaitan dengan tujuan karier anda di masa depan.

Dimana hal ini sangat penting, karena akan menentukan perkembangan karier anda kedepannya.

Dimana, dalam analisis karier, anda perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Kecerdasan mana (kuantitatif, verbal, mekanik) yang paling bermanfaat bagi karier saya?
  • Apakah ada efek samping yang membahayakan kesehatan?
  • Apakah prestasi akademis menjadi syarat bagi penjenjangan karier?
  • Apakah pengalaman kerja menjadi syarat bagi penjenjangan karier?
  • Apakah ada imbalan selain yang berbentuk finansial?
  • Apakah bidang pekerjaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi?
  • Apakah di masa mendatang, bidang yang saya pilih mempunyai tingkat persaingan yang tinggi?

c. Analisis pekerjaan

Bagi pelamar kerja yang masih fresh graduate, tentunya umumnya masih belum memiliki pengalaman kerja.

Oleh sebab itu, sebelum memasuki dunia kerja, mereka harus melakukan analisis terhadap pekerjaan yang ingin mereka lamar tersebut.

Dimana, dalam menyusun resume, penting bagi mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Apa tugas dan tanggung jawab pekerjaan?
  • Apakah karakteristik pribadi saya sesuai untuk tugas dan tanggung jawab pekerjaan?
  • Apakah latar belakang pendidikan saya sesuai dengan persyaratan untuk posisi pekerjaan?
  • Apakah pengalaman saya berkaitan degan tugas dan tanggung jawab pekerjaan?

2. Perencanaan Resume

Setelah anda mencari berbagai informasi penting untuk mendukung dalam pembuatan resume, maka langkah selanjutnya adalah merencanakan bagaimana resume anda akan dibuat.

Dimana, seperti yang anda ketahui, tujuan utama anda dalam membuat resume adalah agar dapat melakukan wawancara kerja dengan perusahaan yang anda lamar.

Oleh sebab itu, dalam merencanakan resume, ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

a. Tujuan karier

Anda harus menentukan posisi mana yang anda minati dan akan menjadi tujuan karier anda, misalnya seperti posisi manajer SDM, manajer pemasaran, manajer produksi, manajer pemeliharaan, manajer keuangan, supervisor penjualan, sekretaris, operator, dan sebagainya.

b. Informasi pribadi

Anda juga perlu mencantumkan nama, tempat tinggal, tanggal lahir, alamat rumah, jenis kelamin, atau data-data lain yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang anda pilih.

Misalnya seperti ada beberapa pekerjaan yang mensyaratkan pegawainya belum menikah, memiliki kendaraan sendiri, atau tinggi badan dan berat badan tertentu.

c. Referensi

Anda juga dapat menambahkan beberapa referensi saat membuat resume.

Referensi adalah orang-orang tertentu yang memberikan surat rekomendasi kepada anda, berisi tentang berbagai hal yang mereka ketahui semasa mereka mengenal anda.

Dimana, orang-orang tersebut yang memberikan referensi dapat menambah kredibilitas dari pencari referensi.

Dan pihak yang layak untuk dijadikan referensi bukanlah orang-orang yang anda kenal seperti orang tua, saudara kandung, dan teman dekat.

Melainkan dosen yang pernah mengajar anda atau manajer di tempat anda bekerja.

3. Pembuatan Resume

Setelah anda merencanakan apa yang akan diisi dalam resume tersebut. Maka, langkah selanjutnya adalah pembuatan resume.

Dimana resume dapat dibuat dalam berbagai bentuk.

Hanya saja, diluar dari hal tersebut, resume yang baik harus menekankan pada kompatibilitas kualifikasi anda dan prospektif persyaratan anda.

Dimana, secara umum, hal-hal yang wajib ada dalam resume mencakup: nama, alamat lengkap, tujuan kerja, kualifikasi, informasi pribadi, dan referensi.

Pada bagian tujuan kerja, anda harus dapat menyatakan secara jelas apa tujuan anda membuat resume tersebut.

Contohnya, anda ingin mengisi lowongan pekerjaan di bidang manajer pemasaran.

Ada juga informasi yang merupakan informasi pribadi, seperti : pendidikan, keterampilan, hobi, penghargaan, matematika, lomba ilmiah, keanggotaan asosiasi.

Dan usahakan agar informasi pribadi tersebut relevan dengan pekerjaan yang anda harapkan. Jadi, anda tidak perlu memasukkan semua kemampuan atau keahlian yang anda miliki.

Tetapi hanya informasi yang dapat mendukung pekerjaan tersebut.

Dan pada bagian referensi, carilah orang-orang yang mengetahui dengan baik kemampuan dan prestasi yang pernah anda peroleh semasa kuliah atau semasa anda bekerja.


Tipe-Tipe Resume

Resume kronologis, adalah cara pengorganisasian resume yang didasarkan pada kronologisnya, yaitu pendidikan dan pengalaman sebagai judul isinya. Dan informasi terkini/terbaru harus diletakkan di paling atas dan diikuti berikutnya, misalnya seperti penulisan jenjang pendidikan harus ditulis dari pendidikan yang terakhir ditempuh.

Resume fungsional, adalah resume yang disusun atas dasar fungsi-fungsi dalam organisasi yang dapat dilakukannya dengan baik. Beberapa fungsi penting dalam organisasi seperti fungsi pemasaran, sumber daya manusia, penganggaran, komunikasi, hubungan masyarakat, dan sejenisnya.

Resume kombinasi, adalah kombinasi antara resume kronologis dan fungsional. Dimana bentuk resume ini memberikan keyakinan bahwa persyaratan pendidikan dan pengalaman terpenuhi dan masih menggunakan judul-judul lain yang lebih menekankan pada kualifikasi yang dibutuhkan.


Masalah dalam Membuat Resume

Saat membuat resume, sering kali muncul berbagai masalah yang timbul.

Oleh sebab itu, untuk membuat resume yang baik, perlu diperhatikan berbagai masalah yang sering kali muncul dalam pembuatan resume, meliputi:

  • Resume dibuat terlalu panjang, sehingga berkesan tidak tegas dan kemungkinan besar memasukkan data yang tidak relevan sehingga tidak akan mencapai sasaran.
  • Resume yang ditulis terlalu singkat, sehingga tidak memberikan informasi/data yang cukup bagi pembaca untuk melakukan penelaahan lebih dalam.
  • Format penulisan resume kurang baik, inden tidak konsisten, kurang memperhatikan tanda baca dan sejenisnya, sehingga isi resume kurang dimengerti.
  • Terlalu banyak menggunakan kalimat yang bersifat kompleks. Dimana, alangkah baiknya kalau kalimat yang digunakannya bersifat sederhana/simpel.
  • Resume mengandung banyak kesalahan ketik/tulis yang lebih fatal lagi kesalahan penyusunan kalimat.
  • Pelamar tidak dapat menunjukkan secara tegas dalam resume tujuan pekerjaan yang dikehendaki, posisi, dan bidang pekerjaan apa yang diminati/diinginkan.
  • Pelamar menampakkan keyakinan yang berlebihan sehingga mungkin pembaca akan ragu-ragu terhadap resume yang dibuat, apakah data dalam resume memang realistis atau tidak.
  • Ada pelamar yang tidak jujur saat mencantumkan data dalam resume. Sebagai contoh, ia menyatakan mampu mengaplikasikan berbagai program komputer, tetapi setelah diuji ternyata mengecewakan.

  Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan dalam Wawancara Kerja

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan dalam Wawancara Kerja

Dalam wawancara kerja, berbagai jenis pertanyaan akan ditanyakan oleh anda.

Oleh sebab itu, anda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara.

Pewawancara biasanya dapat menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan yang anda lamar maupun tidak.

Pewawancara dapat menanyai informasi dari pelamar kerja seperti latar belakang, hobi, dll.

Oleh sebab itu, sebelum pelamar kerja melakukan wawancara kerja, tentunya ia harus mengetahui gambaran umum mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan dalam wawancara kerja.

Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan dalam wawancara kerja:


Pekerjaan yang dilamar

  • Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan tersebut?
  • Apakah pengalaman kerja anda relevan dengan posisi kerja yang anda lamar?
  • Mengapa anda tertarik dengan jabatan atau posisi pekerjaan tersebut?
  • Jika anda masih bekerja, mengapa anda ingin beralih pekerjaan?
  • Apa yang anda ketahui tentang perusahaan tersebut?

Pendidikan dan pelatihan

  • Mata kuliah apa yang paling anda senangi dan apa yang paling anda benci, mengapa?
  • Aspek-aspek mata kuliah apa yang paling menarik bagi anda?
  • Apakah kuliah dan pelatihan yang anda peroleh dapat membantu pengembangan karier anda?
  • Bagaimana pandangan anda tentang pendidikan yang anda peroleh di perguruan tinggi?
  • Apakah anda merencanakan untuk melanjutkan studi?

Latar belakang keluarga

  • Apakah pekerjaan orang tua anda?
  • Apakah pendidikan terakhir orang tua anda?
  • Bagaimana pendapat orang tua anda terhadap karier yang anda pilih?

Kepribadian

  • Bagaimana anda menjelaskan diri anda sendiri?
  • Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri?
  • Bagaimana anda menilai diri orang lain?

Penilaian pribadi anda

  • Faktor-faktor apa yang paling memberikan kontribusi bagi pengembangan pribadi anda?
  • Apa hambatan-hambatan dalam pengembangan karier anda?
  • Apa yang paling mengecewakan, mengesalkan, atau menjengkelkan anda terhadap orang lain?
  • Bagaimana anda menghadapi rasa jengkel tersebut?
  • Apa karakteristik dan kemampuan yang paling penting yang harus anda miliki untuk menjadi pemimpin suatu perusahaan?
  • Apa pengalaman kerja yang paling memuaskan atau menyenangkan?
  • Apa pengalaman kerja yang paling tidak menyenangkan bagi anda?

Tujuan karier

  • Apa tujuan jangka panjang bagi karier anda?
  • Bagaimana anda dapat mencapai tujuan tersebut?
  • Apa posisi atau kedudukan yang anda harapkan untuk masa yang akan datang?
  • Mengapa anda merasa cocok dengan posisi tersebut?

Hobi dan lain-lain

  • Apa yang anda lakukan saat liburan?
  • Apa yang anda lakukan saat waktu senggang?
  • Apakah anda ikut dalam suatu kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan?
  • Mengapa anda tertarik dalam kegiatan kemasyarakatan?
  • Apa hobi anda?
  • Jenis olah raga apa yang paling anda senangi dan yang paling tidak anda senangi?
  • Buku atau majalah terbaru apa yang telah anda baca?
  • Apakah anda tertarik dengan berita-berita perkembangan dunia industri dewasa ini?
  • Apakah anda tertarik untuk mengaitkan perkembangan dunia industri dengan perkembangan perusahaan anda?
  • Apakah anda pernah melakukan studi banding perusahaan anda dengan perusahaan sejenis lainnya?
  • Apa strategi anda bagi pengembangan produk atau jasa di perusahaan anda?
  • Apakah perlu bagi suatu perusahaan melakukan penelitian pasar?
  • Apakah perlu bagi suatu perusahaan menyediakan bidang pelayanan konsumen?
  • Apa yang anda lakukan bila konsumen mengadu pada perusahaan anda?

Apa bila sebelumnya anda pernah bekerja, maka ada juga pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman kerja sebelumnya.

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan kepada pelamar kerja yang sudah pernah bekerja sebelumnya:


Pimpinan anda

  • Bagaimana pendapat anda tentang atasan/pimpinan anda?
  • Sebutkan beberapa hal yang menyebabkan atasan anda memuji dan mengkritik anda!
  • Bagaimana atasan anda memperlakukan anda?

Pekerjaan sebelumnya

  • Mengapa anda ingin meninggalkan pekerjaan lama?
  • Coba anda ceritakan tugas dan tanggung jawab anda di perusahaan atau lembaga terdahulu.
  • Apa pekerjaan yang paling menarik yang pernah anda lakukan?
  • Apa pekerjaan yang paling tidak menarik yang pernah anda lakukan?

Pergaulan antar-sejawat

  • Bagaimana pergaulan anda dengan teman-teman sejawat?
  • Bagaimana kesan anda bila teman anda memperoleh promosi jabatan?
  • Bila sedang tidak bertugas, apakah anda sering mengobrol dengan teman-teman anda?
  • Apakah anda merasa lebih enak bekerja sendirian atau kelompok?
  • Tipe orang yang bagaimana yang paling anda senangi atau benci?

Pendelegasian

  • Dapatkah anda mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain? coba berikan contohnya.
  • Bagaimana anda memotivasi orang lain dalam menyelesaikan tugas yang mendesak, tak terduga sebelumnya?
  • Bagaimana perasaan anda ketika mendelegasikan sebagian tugas dan tanggung jawab anda kepada orang lain?
  • Jika orang lain menolak menerima pendelegasian tugas dan tanggung jawab anda, apa yang anda lakukan?

Pengambilan keputusan

  • Apa keputusan yang paling mudah dan yang paling sulit yang pernah anda lakukan?
  • Bagaimana proses anda melakukan pengambilan keputusan penting?
  • Bagaimana reaksi orang lain terhadap keputusan yang anda lakukan?

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan dan Dihindari Saat Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi suatu perusahaan dalam menyaring jumlah pelamar kerja yang ada.

Seorang pelamar kerja mungkin saja diwawancarai lebih dari satu kali, dimana hail ini tergantung pada jumlah pelamar yang akan diseleksi.

Dan anda sebagai pihak yang akan diwawancarai, tentunya anda juga memerlukan persiapan sebelum wawancara kerja.

Dimana persiapan tersebut dapat berupa persiapan mental maupun fisik.

Oleh sebab itu berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan dan harus dihindari saat wawancara kerja:

Perlu Dilakukan:

  1. Berdoalah menurut agama dan keyakinan masing-masing.
  2. Datang lebih awal dari yang ditentukan.
  3. Bersikap yakin dan optimis.
  4. Bersikap tenang.
  5. Siapkan sertifikat, diploma, surat-surat penghargaan yang dimiliki.
  6. Tersenyumlah secara wajar, tetapi jangan tersenyum secara terus menerus.
  7. Berpakaianlah yang rapi dan sopan.
  8. Ketuk pintu sebelum memasuki ruang wawancara, kecuali jika ada yang mengantar.
  9. Tunggu sampai anda dipersilahkan duduk, atau minta izin untuk duduk.
  10. Ingat nama pewawancara dengan baik dan benar.
  11. Tataplah pewawancara saat diwawancarai.
  12. Tunjukkan kemampuan diri anda, namun jangan berlebihan.
  13. Perhatikan dan pahami setiap pertanyaan pewawancara dengan baik.
  14. Bicaralah yang jelas dan tegas.
  15. Atur nada suara dengan tepat.
  16. Tunjukkan minat/ketertarikan dan kesungguhan anda terhadap perusahaan yang dilamar.
  17. Bersikaplah jujur dan langsung.

Perlu Dihindari:

  1. Datang terlambat.
  2. Kelihatan kesal karena menunggu terlalu lama.
  3. Datang ke wawancara kerja tanpa persiapan atau seadanya.
  4. Berpenampilan berlebihan.
  5. Membawa tas belanja atau sejenisnya ke ruang wawancara kerja.
  6. Mengajak teman atau keluarga saat wawancara kerja.
  7. Duduk sebelum dipersilahkan.
  8. Meletakkan tas di meja wawancara kerja.
  9. Bertopang dagu.
  10. Melipat tangan di muka dada.
  11. Merokok atau mengulum permen saat wawancara kerja.
  12. Membuka/memulai percakapan wawancara kerja.
  13. Memotong pembicaraan saat diwawancarai.
  14. Melebih-lebihkan diri.
  15. Membual.
  16. Mengkritik diri sendiri.
  17. Mengkritik atau menjelekkan atasan anda sekarang atau yang lama.
  18. Memberikan informasi yang tidak relevan.
  19. Memberikan kesan bahwa anda sangat membutuhkan pekerjaan.
  20. Bertanya sekedar tanya.
  21. Emosional atau mudah tersinggung.
  22. Menunjukkan kesan tidak sabar.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

Surat Lamaran Kerja

Pengertian

Surat lamaran kerja adalah surat yang digunakan seseorang untuk melamar suatu pekerjaan atau jabatan dalam organisasi/perusahaan tertentu.

Dalam menulis surat lamaran kerja, pelamar kerja perlu menulis kualifikasi yang dimilikinya yang sesuai dengan jabatan/posisi yang ingin didudukinya.

Selain itu, pelamar kerja juga perlu untuk menulis surat lamaran semenarik mungkin agar perusahaan tertarik terhadap anda.

Agar surat lamaran tersebut menarik, pelamar kerja dalam menulis surat lamaran harus menggunakan pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action).


AIDA

Konsep AIDA ini sangat penting dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam penulisan surat lamaran kerja.

Jadi, dalam menulis surat lamaran kerja, pelamar kerja harus memasukkan setiap poin AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action) dalam surat lamaran tersebut dan tentunya harus berurut.  

1. Attention

Surat lamaran kerja harus dimulai dengan attention (perhatian).

Artinya, pelamar kerja harus dapat meyakinkan perusahaan/organisasi bahwa ia memiliki sesuatu yang bermanfaat sehingga dapat menimbulkan rasa tertarik dari pembaca terhadap pelamar kerja.

Selain itu, pelamar kerja juga dapat menuliskan tentang dari mana ia memperoleh informasi tentang lowongan kerja perusahaan bersangkutan dan mengapa ia tertarik terhadap posisi tersebut.  

2. Interest

Selanjutnya, dalam penulisan surat lamaran kerja pelamar kerja harus dapat menarik perhatian pembaca.

Dimana, pada tahap ini, pelamar kerja harus dapat menegaskan kualifikasi yang ia miliki dan harus relevan dengan kualifikasi yang dibutuhkan pekerjaan.  

3. Desire

Setelah itu, dalam penulisan surat lamaran kerja, pelamar harus dapat menimbulkan hasrat (desire) pembaca untuk mengetahui lebih lanjut tentang ada.

Dimana pelamar kerja untuk dapat menimbulkan hasrat dari pembaca, dapat menunjukkan bukti-bukti pendukung yang berhubungan dengan kualifikasi anda.  

4. Action

Terakhir, dalam penulisan surat lamaran kerja, pelamar harus dapat memberikan saran kepada pembaca untuk mengambil suatu tindakan tertentu.

Biasanya ditulis dalam bentuk harapan kedepannya dari si pelamar. Contohnya seperti harapan untuk melakukan wawancara kerja.


Penulisan Surat Lamaran Kerja

Dalam penulisan surat lamaran kerja, pelamar kerja juga perlu memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku.

Sehingga pelamar kerja perlu mengetahui kerangka-kerangka dari surat lamaran kerja tersebut.

Secara umum, dalam penulisan surat lamaran kerja memiliki 3 bagian utama, yaitu paragraf pembuka, pertengahan, dan penutup.

Paragraf Pembuka

Surat lamaran tentunya harus dimulai dari paragraf pembuka yang sebaik mungkin dan dapat menarik perhatian pembaca.

Oleh karena itu, poin pertama dari AIDA (Attention) diperlukan dalam paragraf ini.

Hal hal diperlukan pada paragraf pembuka ini adalah:

1. Rangkuman

Jadi, pada bagian awal surat lamaran kerja pelamar perlu untuk menjelaskan kualifikasi yang dimiliki yang sesuai dengan jabatan yang ingin ia lamar dan menjelaskan manfaat yang dapat diberikan kepada perusahaan.

2. Nama

Setelah itu, pelamar dapat menjelaskan dari siapa ia memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan yang tersedia atau seseorang yang menyarankan pelamar untuk melamar kerja di perusahaan tersebut.

3. Sumber publikasi

Jika tidak memperoleh informasi lowongan kerja dari seseorang, pelamar juga dapat menyebutkan dari sumber mana pelamar memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan tersebut.

Sumber pekerjaan tersebut bisa dari internet, surat kabar, majalah, radio, dll.

4. Pertanyaan

Gunakan kalimat tanya pada awal paragraf untuk menarik perhatian pembaca yang menunjukkan bahwa pelamar kerja mengetahui masalah, kebutuhan, dan tujuan suatu organisasi dan  menunjukkan bahwa pelamar mempunyai keinginan untuk memecahkan masalah tersebut.

Paragraf Pertengahan

Setelah menarik perhatian pembaca, selanjutnya pelamar perlu untuk menjelaskan kualifikasi yang ia milikinya untuk suatu pekerjaan tersebut.

Dimana dalam menulis kualifikasinya penulis harus menulisnya secara singkat, padat, dan jelas (tidak boleh lebih dari 3 paragraf).

Dalam penulisan paragraf pertengahan, penulis harus memperhatikan poin ke-2 dan ke-3 dalam AIDA (Interest dan Desire) terhadap pembaca.

Hal yang dapat dijelaskan pada paragraf pertengahan adalah meliputi:

1. Pendidikan

Pendidikan sangat penting dan harus dijelaskan dalam menulis surat lamaran kerja maupun dalam membuat CV.

Karena sekarang ini pendidikan menjadi sesuatu yang wajib untuk menduduki suatu posisi/jabatan tertentu.

Dimana dalam menjelaskan pendidikan ini, pelamar kerja dapat menjelaskan bagaimana pendidikannya relevan dengan pekerjaan yang ia lamar.

Selain itu, pelamar kerja juga dapat menjelaskan pendidikan lain yang pernah ia tempuh.

2. Pengalaman kerja

Selanjutnya, pelamar kerja dapat menjelaskan berbagai jenis pekerjaan  yang pernah ia lakukan atau pernah lamar sehingga dapat memperkuat kualifikasi yang dimilikinya.

Bagian ini dapat dilewati jika memang pelamar kerja belum memiliki pengalaman kerja.

3. Sikap, minat, aktivitas, dan kualitas

Setelah itu, selain pendidikan dan pengalaman kerja, pelamar kerja juga dapat menjelaskan hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuannya dalam bekerja.

Misalnya seperti kemampuan untuk kerja sama dengan orang lain, sikapnya, hingga hobby yang ia miliki.

Paragraf Penutup

Terakhir surat lamaran kerja ditutup dengan paragraf penutup. Dimana dalam paragraf ini berisi suatu harapan (Action) dari pelamar terhadap pembaca mengenai keinginannya untuk melakukan wawancara.

Dalam menulis keinginannya, penulis juga dapat mencantumkan alamat yang jelas, nomor telepon, e-mail sehingga perusahaan lebih mudah untuk menghubungi pelamar kerja.


Contoh Surat Lamaran Kerja

Dengan Hormat,

Saya melihat cuplikan berita terkait lowongan kerja yang bapak buka di internet dan sangat tertarik untuk menduduki posisi sales executive yang bapak buka. Saya juga memiliki kualifikasi yang untuk memenuhi posisi pekerjaan tersebut sesuai dengan yang bapak per syaratkan. Di samping itu, saya juga memiliki kemampuan berbahasa mandarin dan inggris yang dapat sangat dapat membantu dalam mendukung posisi tersebut.

Saya berusia 20 tahun, belum menikah, dan juga memiliki kesehatan yang baik. Saya juga sudah menyelesaikan studi SMU saya, serta sekarang ini, saya juga sedang menempuh studi S1 jurusan manajemen di Universitas Tarumanagara. Saya mengambil studi ini karena merasa studi ini dapat sangat membantu dalam mendukung kemampuan dan karier saya.

Saya juga sudah memiliki SIM A dan SIM C dan memiliki kemauan untuk kerja keras dan belajar dimana hal ini dicerminkan dari prestasi yang pernah saya raih yaitu gelar juara kelas ke-3 pada saat SMP. Saya memiliki kepribadian yang jujur dan siap untuk bekerja dalam tim, dimana saya sudah pernah mengikuti organisasi OSIS di sekolah saya. Selain itu, saya juga memiliki minat yang tinggi di bidang otomotif dan sangat mengikuti perkembangan otomotif sekarang ini.

Saya sangat gembira, jika bapak berkenan untuk mempertimbangkan prestasi dan kualifikasi yang saya miliki untuk mengisi posisi dari jabatan yang saya inginkan. Serta, panggilan untuk wawancara dengan bapak akan sangat saya harapkan.


Tips untuk Pelamar Kerja

Yang perlu diperhatikan:

  • Pelamar kerja harus mempunyai kualifikasi atau pengalaman kerja untuk posisi pekerjaan yang dikehendaki.
  • Bangkitkan minat terhadap kualifikasi yang dimiliki.
  • Tunjukkan hal-hal yang positif.
  • Usahakan surat lamaran kerja rapi, bersih, dan menarik.
  • Tulislah surat dari sudut pandang pembaca, bukan dari sudut pandang penulis.
  • Tekankan hal-hal yang membedakan dengan pelamar lainnya.

Yang harus dihindari:

  • Jangan melamar pekerjaan di luar kemampuan anda.
  • Jangan mengirimkan surat lamaran kerja hasil fotokopi.
  • Jangan mengatakan bahwa anda menerima jenis pekerjaan apa saja.
  • Hindari kata-kata yang berlebihan.
  • Jangan meminta belas kasihan terhadap perusahaan yang dilamar.
  • Hindari untuk mempermasalahkan gaji, kecuali jika ditanyakan pada saat wawancara kerja.
  • Jangan memberi komentar langsung tentang karakter pribadi.

  Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan