Metode Penilaian Pemilihan Lokasi

Metode Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi merupakan salah satu tahap yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan, karena penentuan lokasi yang strategis dapat memberikan dampak yang baik dalam jangka waktu panjang kepada perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, sebelum membangun sebuah bisnis diperlukan, penentuan lokasi harus sangat dipertimbangkan.

Proses pemilihan lokasi memerlukan identifikasi terhadap daerah yang cocok lalu membandingkan dan memilih sebuah lokasi pada area tersebut.

Seorang manajer operasi memerlukan pengalaman dalam hal memberikan penilaian terhadap alternatif lokasi yang ada.

Iklan

Berikut beberapa metode kuantitatif dan sistematis yang dapat membantu seorang manajer operasi dalam mengevaluasi alternatif yang ada :

1. Metode Penilaian Bobot (Factor Rating Method)

Metode penilaian bobot adalah metode yang menentukan sebuah daftar berisi faktor-faktor yang relevan dalam pemilihan sebuah lokasi, dimana faktor-faktor yang penting seperti pasar, pengangkutan, bahan baku, tenaga kerja, tenaga listrik, dan iklim dibandingkan dengan bobot yang ada dan diambil lokasi yang memiliki bobot paling tinggi.

Tahap-tahap dalam metode ini adalah :

  1. Menyusun daftar yang berisi faktor-faktor yang berkaitan.
  2. Memberikan bobot untuk setiap faktor yang mencerminkan tingkat kepentingan yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
  3. Menetapkan skala untuk setiap faktor.
  4. Menetapkan nilai untuk setiap faktor berdasarkan skala yang diberikan pada tahap ke-3.
  5. Mengalikan bobot yang diberikan pada tahan ke-3 dengan nilai pada tahap ke-4 pada masing-masing faktor, yang hasil kalinya dapat disebut sebagai skor.
  6. Membuat rekomendasi yang tepat berdasarkan nilai total yang diperoleh pada tahan ke-5, dimana skor terbesar merupakan lokasi yang dipilih.

Contoh Soal

Swift Corp. sedang mempertimbangkan untuk membuka pabrik baru dengan tujuan menambah tingkat produksinya. Perusahaan memiliki 3 alternatif pilihan lokasi.

Berikut nilai dari faktor-faktor yang dapat menunjang tingkat produksinya:

FaktorBobotLokasi
123
Pasar0,15507090
Listrik0,25506070
Air0,15807060
SDM0,20807050
Transportasi0,25608060

Tentukan lokasi yang akan dipilih oleh Swift Corp. dengan menggunakan metode bobot tersebut!

Jawab :

Sesuai dengan tahapan yang telah dijelaskan diatas, maka nilai pada tahap 1-4 semuanya sudah diketahui di soal.

Pada tahap ke-5, dilakukan perkalian masing-masing bobot dengan masing-masing nilai pada setiap lokasi.

Lokasi 1

Perhitungan Metode Penilaian Bobot 1

Lokasi 2

Perhitungan Metode Penilaian Bobot 2

Lokasi 3

Perhitungan Metode Penilaian Bobot 3

Selanjutnya, pada tahap ke-6, dilakukan pengambilan keputusan.

Jadi, lokasi yang akan dipilih Swift Corp. adalah lokasi 2 karena memiliki skor tertinggi yaitu sebesar 70.

Iklan

2. Metode Center of Gravity

Metode Center of Gravity adalah metode yang digunakan untuk menentukan koordinat lokasi untuk membangun sebuah fasilitas yang akan dijadikan sebagai lokasi pusat distribusi.

Metode ini digunakan untuk menemukan sebuah lokasi pusat yang meminimumkan biaya transportasi.

Metode Center of Gravity seringkali digunakan untuk menentukan lokasi perusahaan jasa. Sebagai contoh, dalam menentukan lokasi fasilitas pengolahan limbah, koordinat lokasi dapat ditentukan dengan cara menganalisa rata-rata limbah yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di suatu daerah.

Rumus yang digunakan adalah :

Rumus Koordinat X Metode Center of Gravity
Rumus Koordinat Y Metode Center of Gravity

Keterangan :
Cx = Koordinat X yang akan menjadi lokasi pusat.
Cy= koordinat Y yang akan menjadi lokasi pusat.
Dix = koordinat X pada lokasi i.
Diy = koordinat Y pada lokasi i.
Wi = Jumlah barang yang akan dipindahkan dari lokasi i.  

Contoh Soal

Pastry Enterprise ingin membuka kantor pusat yang berfungsi sebagai kantor pusat distribusi. Saat ini, perusahaan memiliki tiga kantor distribusi, yaitu kantor A, B, dan C. Berikut koordinat setiap lokasi kantor cabang dan jumlah pengiriman barang ke lokasi tersebut setiap tahun :

LokasiKoordinat (X;Y)Jumlah Pengiriman
A(20;12)50
B(8;70)70
C(2;25)50

Tentukan koordinat kantor pusat dengan menggunakan metode Center of Gravity !

Jawab :

Perhitungan Koordinat X Metode Center of Gravity
Perhitungan Koordinat Y Metode Center of Gravity

Jadi, menurut metode Center of Gravity, Pastry Enterprise akan membangun lokasi pusat di koordinat (9,7647 ; 39,7059)

Iklan

3. Metode Analisis Ekonomi (Economic Analysis Method)

Metode analisis ekonomi adalah metode yang menganalisis biaya-biaya operasi pada setiap alternatif lokasi, dan memilih lokasi berdasarkan pada lokasi mana yang memberikan keuntungan terbesar.

Rumus yang digunakan :
𝝅 = TR – (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q – (TFC + (AVC x Q)

Keterangan :
𝝅 =Keuntungan
TR = Total pendapatan
TFC = Total biaya tetap
TVC = Total biaya variabel
AVC = Biaya variabel rata-rata
P = Harga jual produk per unit
Q = Jumlah produk

Contoh Soal

Dounkey Inc. sedang melakukan survei untuk mengembangkan usahanya. Saat ini, ada 3 alternatif lokasi yang bisa dipilih yaitu lokasi A, B, dan C. Berikut data biaya dari hasil survei yang diperoleh :

LokasiBiaya Tetap (TFC)Biaya Variabel/unit (AVC)Kapasitas
ARp.75.000.000Rp.95.0002.000 unit
BRp.65.000.000Rp.110.0002.500 unit
CRp.80.000.000Rp.90.0001.800 unit

Jika diketahui harga produk yang dijual adalah sebesar Rp.150.000/ unit, tentukan lokasi yang sebaiknya dipilih oleh Dounkey Inc. dengan menggunakan metode analisis ekonomi !  

Jawab :

Lokasi A
𝝅 = TR – (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q – (TFC + (AVC x Q)
𝝅 = (150.000 x 2.000) – (75.000.000 + (95.000 x 2.000))
𝝅  = Rp.35.000.000  

Lokasi B
𝝅 = TR – (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q – (TFC + (AVC x Q)
𝝅 = (150.000 x 2.500) – (65.000.000 + (110.000 x 2.000))
𝝅 = Rp.90.000.000  

Lokasi C
𝝅 = TR – (TFC + TVC)
𝝅 = P x Q – (TFC + (AVC x Q)
𝝅 = (150.000 x 1.800) – (80.000.000 + (90.000 x 1.800))
𝝅 = Rp.28.000.000

Jadi, menurut metode analisis ekonomi, Dounkey Inc. akan memilih lokasi B karena memberikan keuntungan terbesar sebesar Rp.36.000 per unit.

Iklan

4. Metode Locational Break Even Analysis

Locational Break Even Analysis adalah metode yang menganalisis biaya-biaya yang muncul dari setiap alternatif lokasi yang ada, dan memilih lokasi dengan total biaya yang paling rendah.

Tahap-tahap dalam metode ini :

  1. Menentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap alternatif lokasi.
  2. Menggambar biaya dari setiap alternatif dalam bentuk grafik, dimana biaya sebagai sumbu y dan jumlah produksi sebagai sumbu x.
  3. Tentukan lokasi yang memiliki total biaya termurah untuk tingkat produksi yang diharapkan atau direncanakan.

Rumus yang digunakan:
TC = TFC + (AVC x Q)

Keterangan :
TC = Total biaya
TFC = Total biaya tetap
AVC = Biaya variabel rata-rata
Q = Jumlah produk yang diproduksi

Contoh Soal

Dounkey Corp. ingin membuka lokasi pabrik baru dan telah melakukan survei biaya pada 2 lokasi. Berikut hasil survei tersebut :

LokasiBiaya Tetap per TahunBiaya Variabel per Unit
ARp 6.000.000Rp 30.000
BRp 5.000.000Rp 50.000

Tentukan lokasi apa yang sebaiknya dipilih oleh Dounkey Corp. dengan menggunakan metode Locational Break Even Analysis, jika diketahui Dounkey Corp. berencana memproduksi 1.200 unit/tahun.

Jawab :

Q = 1.200 unit

Lokasi A
TC = TFC + (AVC x Q)
TC = 6.000.000 + (30.000 x 1.200)
TC = Rp. 42.000.000  

Lokasi B
TC = TFC + (AVC x Q)
TC = 5.000.000 + (50.000 x 1.200)
TC = Rp. 65.000.000

Jadi, menurut analisis Locational Break Even Analysis, Dounkey Corp. sebaiknya memilih lokasi A karena memberikan total biaya yang paling rendah sebesar Rp.42.000.000.

Untuk lebih jelas lagi tentang perencanaan lokasi dapat dilihat pada artikel lainnya di : Perencanaan Lokasi (Layout Decision)

Perencanaan Lokasi Pabrik

Perencanaan Lokasi Pabrik

Lokasi merupakan salah satu faktor yang penting bagi perusahaan, karena akan mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan dan menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.

Tujuan dari perencanaan lokasi pabrik ini sendiri adalah agar perusahaan dapat berproduksi atau beroperasi dengan lancar efektif dan efisien.

Ini berarti bahwa dalam menentukan lokasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya biaya produksi dan biaya distribusi dari barang/jasa yang dihasilkan sehingga biaya-biaya ini dapat menjadi serendah mungkin.

Iklan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi

Secara garis besar, faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Faktor-faktor utama/ primary factors.
  2. Faktor-faktor sekunder/ secondary factors.

Faktor-faktor utama, meliputi :

  1. Letak dari pasar.
  2. Letak dari sumber-sumber bahan mentah.
  3. Terdapatnya fasilitas pengangkutan.
  4. Supply dari buruh atau tenaga kerja yang tersedia.
  5. Terdapatnya pembangkit tenaga listrik.

 Faktor-faktor sekunder, meliputi :

  1. Rencana masa depan.
  2. Biaya dari tanah dan gedung.
  3. Kemungkinan perluasan.
  4. Terdapatnya fasilitas service.
  5. Terdapatnya fasilitas pembelanjaan.
  6. Water supply.
  7. Tinggi rendahnya pajak dan UU perburuhan.
  8. Masyarakat di daerah sekitar.
  9. Iklim.
  10. Tanah.
  11. Perumahan yang ada.

Tahap-Tahap Perencanaan Lokasi Pabrik

Tahap Pertama

Melihat kemungkinan daerah-daerah mana yang dapat ditentukan sebagai daerah-daerah alternatif dengan melihat ketentuan dari pemda setempat mengenai daerah-daerah mana yang diperkenankan untuk mendirikan pabrik tertentu.

Biasanya dilihat : jenis proses produksi, faktor tenaga kerja, dan pengangkutan.

Tahap Kedua

Melihat pengalaman orang lain atau pengalaman kita sendiri dalam menentukan lokasi pabrik.

Dalam hal ini, jenis barang hasil produksi dan proses pengerjaannya selalu akan menentukan kekhususan pabrik tersebut, seperti mengenai lokasinya, transportasi, serta faktor-faktor lainnya yang dianggap penting.

Tahap Ketiga

Mempertimbangkan dan menilai masyarakat dari daerah yang pada tahap kedua telah dipilih untuk daerah lokasi pabrik karena dianggap paling menguntungkan.

Iklan

Metode Penilaian Pemilihan Lokasi Pabrik

Terdapat 4 metode kuantitatif dan sistematis yang dapat manajer dalam pemilihan lokasi pabrik, meliputi :  

1. Metode Penilaian Bobot (Factor Rating Method)

Merupakan metode penilaian yang paling mudah, dimana faktor-faktor penting seperti pasar, pengangkutan, bahan baku, tenaga kerja, tenaga listrik, dan iklim dibandingkan dengan bobot yang ada dam diambil lokasi yang memiliki bobot paling tinggi.

Tetapi, kelemahannya adalah penilaian bobot pada faktor-faktor penting tersebut terlalu subjektif sehingga tidak relevan.  

2. Metode Analisis Ekonomi (Economic Analysis Method)

Metode analisis ekonomi adalah metode yang menganalisis biaya-biaya operasi pada setiap alternatif lokasi, dan memilih lokasi berdasarkan pada lokasi mana yang memberikan keuntungan terbesar.

Rumus yang digunakan :
𝝅 = TR – (TFC + TVC)

Dimana :
TR = Total pendapatan (Total Revenue)
TFC = Totak biaya tetap (Total Fixed Cost)
TVC = Total biaya variabel (Total Variable Cost)  

3. Metode Center of Gravity

Metode center of gravity merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi.

Jadi, pemilihan lokasi pabrik akan terdapat tepat di tengah-tengah dari jarak semua pasar yang ada sehingga dapat meminimalkan biaya distribusi.

Metode ini memperhitungkan lokasi pasar, jumlah barang yang dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman untuk menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pasar distribusi.

Kelemahan dari metode ini adalah karena penentuan lokasi berdasarkan koordinat tertentu, akan mengalami masalah jika lokasi yang didapatkan terdapat tepat di tengah laut, atau tempat lainnya yang tidak dapat diakses pabrik.  

4. Metode Locational Break Even Analysis

Locational break even analysis adalah metode yang menganalisis biaya-biaya yang muncul dari setiap alternatif yang ada, dan memilih lokasi dengan total biaya paling rendah.

Untuk lebih jelas tentang bagaimana perhitungan keempat metode ini dapat dilihat pada: Metode Penilaian Pemilihan Lokasi

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Lokasi

Faktor-Faktor Perencanaan Lokasi

Seorang manajer perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai jenis faktor ketika merencanakan tentang hal-hal yang diharapkan dari pemilihan sebuah lokasi.

Berbagai jenis faktor tersebut muncul sesuai dengan jenis perusahaan itu sendiri.

Sebagai contoh, perusahaan jasa akan mempertimbangkan faktor-faktor yang akan memaksimalkan pendapatan sementara perusahaan manufaktur akan mempertimbangkan faktor-faktor yang akan meminumkan biaya.

Menurut (Krajewski, Ritzman, & Malhotra, 2013), manajer perusahaan dapat mengabaikan faktor-faktor yang tidak memenuhi setidaknya satu dari dua kriteria berikut:

  1. Harus Sensitif Terhadap Lokasi

Manajer tidak harus mempertimbangkan sebuah faktor yang tidak dipengaruhi oleh keputusan lokasi.

Sebagai contoh, jika komunitas di sekitar lokasi secara keseluruhan menunjukkan sikap yang baik, maka sikap komunitas terhadap lokasi tidak perlu dipertimbangkan sebagai sebuah faktor.

  1. Harus Mempunyai Dampak yang Tinggi Terhadap Kemampuan Perusahaan untuk Mencapai Tujuan

Sebagai contoh, meskipun fasilitas yang berbeda akan diletakkan di tempat yang mempunyai jarak yang berbeda dari pemasok barang, namun jika distribusi barang dari pemasok hanya membutuhkan waktu satu hari dan komunikasi bisa dilakukan melalui faksimile ataupun surat elektronik, maka jarak tersebut tidak memberikan dampak yang besar terhadap tujuan perusahaan, sehingga tidak perlu dipertimbangkan sebagai sebuah faktor.

Iklan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Lokasi

Berdasarkan kedua kriteria tersebut, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan lokasi:

1. Kedekatan Jarak Dengan Pasar

Konsumen mengharapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa pada saat dibutuhkan dan dengan harga yang terjangkau. Memilih lokasi yang dekat dengan pasar dianjurkan jika biaya transportasi barang tinggi dan jika produk memiliki masa kadaluwarsa yang singkat.

Kedekatan jarak dengan pasar memberikan jumlah penawaran produk yang konsisten dan mengurangi biaya transportasi. (Kumar & Suresh, 2009)

2. Kedekatan Jarak Dengan Pemasuk (Supplier) dan Sumber Bahan Mentah

Perusahaan yang menggunakan bahan mentah yang berat ataupun mudah hancur memerlukan kedekatan jarak dengan pemasok. Biaya transportasi menjadi faktor yang dominan yang tentunya membuat perusahaan perlu memilih lokasi yang dekat dengan pemasok.

Sebagai contoh, membangun pabrik kertas di dekat hutan akan meringankan biaya dibanding mentransportasikan pohon ke pabrik yang jauh dari hutan.

3. Kedekatan Dengan Pesaing (Clustering)

Beberapa perusahaan justru memilih lokasi yang berdekatan dengan pesaing, atau dengan kata lain, mencari persaingan.

Hal tersebut sering kali dilakukan oleh perusahaan ketika sebuah sumber daya ditemukan di sebuah wilayah. Sumber daya tersebut antara lain adalah sumber daya alam,, informasi, dan sumber daya manusia.

4. Biaya

Biaya, yang dapat dibedakan menjadi 2:

Tangible cost, yaitu biaya yang dapat dengan mudah diidentifikasi dan diukur, seperti upah kerja, bahan mentah, pajak, depresiasi, dan biaya lainnya yang dapat diidentifikasi oleh departemen keuangan perusahaan.  

Intangible cost, yaitu biaya yang agak sulit untuk diidentifikasi dan diukur, seperti fasilitas transportasi publik, sikap komunitas terhadap perusahaan, dan kualitas dari karyawan yang prospektif.

5. Produktivitas Tenaga Kerja

Ketika merencanakan tentang lokasi, perusahaan sering kali tertarik dengan rasio upah rendah di suatu daerah, tanpa mempertimbangkan produktivitas.

Hal tersebut sepenuhnya keliru. Masalah tenaga kerja adalah salah satu faktor terpenting yang harus dipertimbangkan oleh seorang manajer karena berkaitan dengan lokasi dari fasilitas dan juga komunitas yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Maka dari itu, seorang manajer perlu mempelajari tentang bagaimana hubungan tenaga kerja dari perspektif komunitas, lalu bagaimana hubungan tersebut mempengaruhi produktivitas tenaga kerja.

6. Fasilitas Transportasi

Dengan adanya. transportasi yang cepat, perusahaan dapat memberikan efisiensi pengiriman bahan mentah dari pemasok ke perusahaan dan pengiriman produk dari perusahaan ke konsumen.

Perusahaan perlu mempertimbangkan jenis transportasi apa yang akan digunakan untuk menjangkau setiap pasar yang ada.

7. Infrastruktur

Yang mempengaruhi hal-hal seperti pemakaian listrik, saluran air, saluran pembuangan, dll. Kurang diperhatikannya hal tersebut dapat menjadi masalah jangka panjang untuk perusahaan.

Sebagai contoh, kurangnya pasokan air yang berkualitas di sebuah fasilitas dapat mempengaruhi berlangsungnya proses produksi di fasilitas tersebut.

Akses transportasi darat, udara, dan air di daerah sebuah lokasi menjadi hal yang penting. Keinginan pemerintah lokal untuk melakukan investasi terhadap infrastruktur menjadi sebuah pertimbangan dalam memilih sebuah lokasi. (Chase, Jacobs, & Aquilano, 2004)

8. Dampak Terhadap Lingkungan

Perusahaan perlu mempertimbangkan dampak yang mungkin muncul dari aktivitas sebuah fasilitas. Hal itu biasanya dilakukan perusahaan dengan mengurangi pemakaian bahan mentah maupun bahan bangunan yang mengandung terlalu banyak karbon.

Hal paling utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah ke mana limbah yang dihasilkan dari proses produksi akan dibuang, atau didaur ulang.

9. Pertimbangan Komunitas

Kesuksesan sebuah perusahaan dalam melakukan keputusan lokasi dapat dipengaruhi oleh diterima atau tidaknya perusahaan tersebut oleh masyarakat sekitar.

Biasanya, masyarakat sekitar akan lebih mudah untuk menerima sebuah perusahaan jika fasilitas yang baru dibangun memberikan kesempatan kerja, tidak menghasilkan polusi, dan tidak menghasilkan kebisingan.  

10. Faktor Lain

Seperti ada atau tidaknya ruang untuk melakukan ekspansi terhadap fasilitas, biaya konstruksi, akses untuk jenis transportasi yang ada, biaya asuransi, dll.

Perencanaan Lokasi (Layout Decision)

Perencanaan Lokasi (Layout Decision)

Perencanaan Lokasi

Perencanaan lokasi adalah kegiatan menentukan tempat yang tepat untuk membangun fasilitas, yang dapat berupa fasilitas produksi (pabrik), fasilitas penyimpanan barang (gudang), dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Tujuan perencanaan lokasi adalah untuk mendapatkan lokasi optimal yang memberikan biaya operasi dan produksi terendah dan memberikan keuntungan terbesar bagi perusahaan.

Kurang optimalnya sebuah lokasi membuat perusahaan perlu melakukan relokasi yang mengakibatkan berhentinya aktivitas di sebuah fasilitas dan menimbulkan biaya untuk memindahkan mesin dan peralatan lainnya.

Perencanaan lokasi merupakan investasi besar yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu, ketika sebuah perusahaan sedang merencanakan lokasi, diperlukan perencanaan jangka panjang untuk mengantisipasi kebutuhan perusahaan yang bisa saja muncul di masa depan, yang antara lain adalah rencana dan kebijakan ekspansi perusahaan penambahan sumber bahan mentah, dan perubahan lingkungan pasar.

Sebuah perusahaan biasanya melakukan perencanaan lokasi pada 3 jenis situasi:

1. Ketika Perusahaan Baru Dibangun

Perusahaan akan terlebih dahulu mengidentifikasi daerah lokasi yang mereka pilih, baru kemudian menetapkan lokasi. Hal-hal yang perlu diidentifikasi antara lain adalah lingkungan bisnis, hukum yang berlaku, dan sumber daya yang terdapat di daerah tersebut.  

2. Ketika perusahaan hendak memperluas jangkauan perusahaan

Perusahaan akan mempertimbangkan apakah cukup melakukan ekspansi terhadap fasilitas yang sudah ada atau perlu menambahkan sebuah fasilitas di lokasi yang lain.  

3. Ketika perusahaan hendak memasuki pasar global.

Perusahaan akan mempertimbangkan tentang adanya pangsa pasar di negara lain, adanya peluang untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, dan mendapatkan sumber daya manusia dari negara lain tersebut.

Iklan

Keputusan lokasi sering kali bergantung kepada tipe bisnis yang dijalankan perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan industri biasanya mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan, sementara perusahaan dagang biasanya berfokus kepada memaksimalkan pendapatan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh sebuah perusahaan dalam perencanaan lokasi

1. Struktur yang spesifik

Perusahaan akan mempertimbangkan tentang fasilitas seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan apakah lebih baik perusahaan membangun sebuah fasilitas yang baru atau membeli sebuah fasilitas yang sudah ada.  

2. Peralatan

Perusahaan akan mempertimbangkan tentang peralatan seperti apa yang dibutuhkan dan bagaimana menyesuaikannya dengan struktur bangunan yang ada.  

3. Tata letak (layout) fasilitas.

Perusahaan akan mempertimbangkan tentang letak peralatan yang digunakan dan dimana sumber daya manusia akan bekerja.

Hal-hal tersebut perlu direncanakan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga kemampuan manajemen tingkat tinggi diperlukan dalam merencanakannya. (Gupta & Starr, 2014)  


Pentingnya Perencanaan Lokasi

Lokasi dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap biaya investasi dan operasi perusahaan, serta mempengaruhi keuntungan dan harga yang dapat ditawarkan pada suatu barang.

Oleh karena itu, pemilihan lokasi yang kurang tepat dapat memberikan pengaruh negatif terhadap jalannya perusahaan baik secara jangka pendek maupun jangka panjang.

Secara umum, perencanaan lokasi menjadi sebuah hal yang penting untuk dipelajari karena:

  1. Memerlukan komitmen jangka panjang dalam hal gedung dan fasilitas, sehingga adanya kesalahan menjadi sulit untuk diperbaiki.
    • Kesalahan dalam perencanaan lokasi dapat menyebabkan tingginya biaya produksi, kurang tepatnya jumlah persediaan bahan mentah dan tenaga kerja, dan kehilangan keunggulan kompetitif. (Reid & Sanders, 2011)
  2. Merupakan sebuah investasi jangka panjang yang dapat memiliki dampak terhadap biaya dan pendapatan.
    • Biaya yang dimaksud mencakup hampir segala jenis biaya yang dihadapi perusahaan, seperti biaya tetap. biaya variabel, pajak, gaji, biaya bahan mentah, dan uang sewa.
    • Ketika biaya-biaya tersebut diperhitungkan, jumlahnya dapat mencapai 50% dari penjualan perusahaan. (Heizer. Render, & Munson, 2017)

Lokasi sering kali dianggap sebagai bagian dari strategi pemasaran sebuah perusahaan, sehingga ketika perencanaan lokasi dilakukan, perusahaan juga mempertimbangkan tentang bagaimana jika kemudian fasilitas tersebut akan diperluas, bagaimana merawat fasilitas tersebut, dan membangun fasilitas di tempat lain, serta bagaimana jika fasilitas tersebut perlu ditutup dan dipindahkan ke tempat lain.