Contoh Soal Anggaran Variabel

Pada postingan sebelumnya tentang anggaran variabel telah dijelaskan tentang apa itu anggaran variabel. Pada postingan ini akan berfokus pada penjelasan contoh soal dari anggaran variabel dengan menggunakan metode titik tertinggi dan terendah atau high low method.

Umumnya penyelesaian persoalan pada anggaran variabel dapat mengacu pada rumus:

TC = TFC +TVC
TC = TFC + (VC x MH)

Dimana:
TC = Total Cost
TFC = Total Fixed Cost
TVC = Total Variable Cost
VC = Variable Cost
MH = Machine Hour

Hanya saja, jika persamaan diatas tidak memungkinkan untuk digunakan, kalian dapat menggunakan metode titik tertinggi dan terendah untuk mencari nilai variable cost nya dengan rumus sebagai berikut:

Rumus Metode Titik Tertinggi dan Terendah (High Low Method)

Dimana:
VC = Variable Cost Per Unit
TC (Hi) = Total Cost pada Saat Kapasitas Maksimum
TC (Lo) = Total Cost pada Saat Kapasitas Minimum
MH (Hi) = Machine Hour pada Saat Kapasitas Maksimum
MH (Lo) = Machine Hour pada Saat Kapasitas Minimum


Contoh Soal Anggaran Variabel

Dounkey Corp. sedang berencana untuk menyusun variable budget. Dimana, diketahui aktivitas maksimum Dounkey Corp sekarang ini adalah 150.00 MH dan aktivitas minimum 75.000 MH.

*Keterangan: MH adalah Machine hour, yaitu waktu penggunaan mesin untuk produksi.

Berikut merupakan data biaya yang telah dianggarkan:

  1. Total biaya bahan baku langsung pada aktivitas maksimum sebesar Rp 900.000.000 dan diperkirakan 20% dari total biaya merupakan biaya tetap, sisanya biaya variabel.
  2. Total biaya bahan baku tidak langsung pada aktivitas maksimum sebesar Rp 450.000.000 dan pada aktivitas minimum sebesar Rp 300.000.000
  3. Biaya tenaga kerja sebesar Rp 225.000.000 pada aktivitas maksimum dan Rp 150.000.000 pada aktivitas minimum.
  4. Biaya penyusutan mesin produksi sebesar Rp 10.000.000 per tahun.
  5. Biaya Telepon, Listrik, dan Air adalah sebagai berikut:
    Y = Rp 5.500.000 + 300 X
  6. Perusahaan saat ini menyewa pabrik dengan biaya sewa Rp 75.000.000 per tahun.

Berdasarkan data tersebut, bantulah Dounkey Corp untuk menyusun anggaran variabel dalam bentuk formula dan tabel. Hitung juga anggaran variabel pada relevant range 90.000 MH dan 120.000.


Jawab

Langkah 1: Hitung Setiap Biaya yang Ada

1. Biaya Bahan Baku Langsung

Total Cost = Rp 900.000.000

Fixed Cost = Rp 900.000.000 x 20% = Rp 180.000.000

Variabel Cost = (RP 900.000.000 – Rp 180.000.000)/150.000 MH = Rp 4.800

2. Biaya Bahan Baku Tidak Langsung

(Menggunakan High Low Method)

Perhitungan Metode Titik Tertinggi dan Terendah untuk Biaya Bahan Baku Tidak Lansung

Setelah didapatkan Variabel Cost maka dapat dicari Fixed Cost dengan menggunakan rumus persamaan Total Cost biasa. Dimana kalian tinggal memasukkan nilai variable cost ke persamaan awal. Sehingga didapat:

TC = TFC + TVC
TC = TFC + (VC x MH)
Rp 450.000.000 = TFC + (Rp 2.000 x 150.000 MH)
TFC = Rp 150.000.000

Perlu diketahui, dimana kalian dapat memasukkan nilai TC tersebut pada kapasitas maksimum atau minimum, hanya saja Machine Hour yang dimasukkan harus mengikuti pada saat kapasitas maksimum atau minimum.

Dimana pada perhitungan diatas, nilai TC yang dimasukkan adalah pada saat kapasitas maksimum, oleh sebab itu Machine Hour yang dimasukkan juga pada kapasitas maksimum.

3. Biaya Tenaga Kerja

(Menggunakan High Low Method)

Perhitungan Metode Titik Tertinggi dan Terendah untuk Biaya Tenaga Kerja

TC = TFC + TVC
TC = TFC + (VC x MH)
Rp 150.000.000 = TFC + (Rp 1.000 x 75.000 MH)
TFC = Rp 75.000.000

4. Biaya Penyusutan

FC = Rp 10.000.000

Biaya penyusutan merupakan komponen biaya tetap atau fixed cost karena tidak terpengaruh oleh jumlah produksi.

5. Biaya Telepon, Listrik, dan Air

Biaya Telepon, Listrik, dan Air diberitahu dalam bentuk persamaan, diama cara membaca persamaannya adalah sebagai berikut:

Y = Rp 5.500.000 + 300 X

FC = Rp 5.500.000
VC = Rp 300

Dimana, sesuai definisinya dimana fixed cost tidak terpengaruh oleh jumlah produksi, sehingga nilai konstanta (Nilai tetap tanpa variabel) pasti adalah fixed cost.

Sedangkan variable cost nya sebesar Rp 300 karena terdapat variabel X yang nilainya akan berubah sesuai jumlah produksi.

6. Biaya Sewa Pabrik

Biaya sewa merupakan biaya yang dibayarkan dengan jumlah yang sama setiap periodenya, sehingga biaya sewa masuk kedalam komponen Fixed Cost.

FC = Rp 75.000.000


Langkah 2: Buatlah Anggaran Variabel dalam Bentuk Tabel dan Formula

Berdasarkan semua biaya yang telah dihitung diatas, maka selanjutnya kita sudah dapat untuk membuat tabel anggaran variabel nya.

Jenis BiayaFCVC
Bahan Baku LangsungRp 180.000.000Rp 4.800
Bahan Baku Tidak LangsungRp 150.000.000Rp 2.000
Tenaga KerjaRp 75.000.000Rp 1.000
PenyusutanRp 10.000.000
Telepon, Listrik, dan AirRp 5.500.000Rp 300
Sewa PabrikRp 75.000.000
TotalRp 495.500.000Rp 8.100

Jika dibentuk dalam bentuk formula, adalah sebagai berikut:

TC = Rp 495.500.000 + (Rp 8.100 x Q)


Langkah 3: Hitung Anggaran Variabel pada Relevant Range 90.000 dan 120.000

Selanjutnya, kita juga diminta untuk menghitung anggaran variabel pada relevant range 90.000 MH dan 120.000 MH.

Sehingga dengan persamaan tabel diatas, kita dapat mencari total biaya pada relevant range 90.000 MH dan 120.000 MH tetap dengan menggunakan rumus awal yaitu TC = TFC + (VC x MH), dimana kita hanya perlu mengganti MH nya dengan 90.000 dan 120.000.

Sehingga didapat:

Jenis BiayaRelevant Range (MH)
90.000120.000
Bahan Baku LangsungRp 612.000.000756.000.000
Bahan Baku Tidak LangsungRp 330.000.000Ro 390.000.000
Tenaga KerjaRp 165.000.000Ro 195.000.000
PenyusutanRp 10.000.000Rp 10.000.000
Telepon, Listrik, dan AirRp 32.500.000Rp 41.500.000
Sewa PabrikRp 75.000.000Rp 75.000.000
TotalRp 1.224.500.000Rp 1.467.500.000

Leave a Comment