3 Tahap Perencanaan Strategi untuk Bisnis

Strategi merupakan salah satu aspek yang penting dan diperlukan oleh setiap jenis perusahaan baik yang bergerak dalam bidang produksi, dagang, maupun jasa.

Strategi dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai tujuan jangka panjang dari perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, sebelum merencanakan suatu strategi, perlu direncanakan terlebih dahulu tujuan jangka panjang dari perusahaan tersebut.


Tujuan

Tujuan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tujuan periodik dan tujuan jangka panjang.

Tujuan periodik atau “Annual Objectives” adalah tujuan yang ingin dicapai perusahaan pada setiap periodenya, dimana biasa lama 1 periodenya adalah 1 tahun.

Tujuan jangka Panjang atau yang sering disebut sebagai “Long Term Objectives” dapat diartikan sebagai hasil yang diharapkan dari suatu perusahaan dengan melakukan strategi tertentu yang telah direncanakan.

Jangka waktu dari tujuan jangka panjang perusahaan sendiri haruslah panjang dan konsisten, misalnya 2 sampai 5 tahun.

Perencanaan tujuan perusahaan menjadi sangat penting karena berfungsi untuk menentukan arah perusahaan kedepannya.

Tanpa tujuan yang jelas, arah perusahaan menjadi tidak terarah dan keberlangsungan perusahaan kedepannya menjadi tidak jelas pula.

“Kunci utama untuk sukses dalam bisnis adalah kerja keras.”

Tentunya kalian sudah sering mendengar kalimat ini.

Hanya saja, kerja keras saja tidak cukup. Karena, tanpa tujuan yang jelas pada akhirnya akan membuat kerja keras anda menjadi sia-sia.

Memang, kesuksesan yang terjadi karena ketidaksengajaan memang ada, tetapi kasusnya sangat jarang dibanding kesuksesan yang dicapai dengan kerja keras untuk mencapai tujuan.

Oleh sebab itu, tujuan jangka perusahaan sangat penting, dan berikut ini adalah karakteristik dari tujuan perusahaan yang baik:

  1. Bersifat kuantitatif
  2. Dapat diukur
  3. Realistis
  4. Dapat dimengerti
  5. Menantang
  6. Hierarkis

Maksud dari kuantitatif seperti yang sudah kalian semua ketahui adalah tujuan perusahaan tersebut harus menggunakan angka-angka atau model-model matematis.

Dimana, tujuan utamanya adalah agar tujuan dari perusahaan tersebut dapat diukur.

Dengan dapat diukurnya tujuan perusahaan ini, membuat perusahaan dapat mengevaluasi dan memperbaiki kinerja perusahaan tersebut untuk kedepannya.

Tujuan yang dibuat juga harus realistis, maksudnya tujuan tersebut dapat dicapai, bukanlah sesuatu yang sifatnya mustahil.

Selain itu, tujuan yang dibuat juga harus mudah dimengerti oleh pembacanya, agar tidak dapat menimbulkan tafsiran ganda yang membingungkan.

Oleh sebab itu juga, tujuan perusahaan bersifat kuantitatif karena sifatnya yang lebih pasti dan tidak menimbulkan tafsiran ganda.

Tujuan yang dibuat juga harus menantang agar dapat membuat anda menjadi semakin termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Karena jika anda hanya memiliki tujuan yang mudah untuk dicapai, dapat membuat anda malas untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, jika anda mempunyai tujuan yang menantang dan sangat sulit untuk dicapai, akan membuat anda lebih termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Misalkan pada akhirnya anda tidak berhasil mencapai tujuan tersebut, tetapi minimal anda telah berusaha keras sampai titik tertentu.

Selain itu, tujuan juga harus dibuat secara hierarkis. Maksudnya susunan dari tujuan tersebut harus disusun secara benar.

Jadi, tujuan yang dicapai harus disusun dari mana yang harus dicapai terlebih dahulu, lalu diikuti dengan tujuan-tujuan yang lainnya.

Terdapat 11 tipe strategi yang dapat perusahaan gunakan untuk mencapai tujuannya tersebut.

Untuk lebih jelas mengenai 11 tipe strategi yang dapat perusahaan gunakan untuk mencapai tujuannya tersebut dapat dilihat di: 11 Tipe Strategi untuk Mencapai Tujuan Perusahaan

Setelah diketahui tujuan yang ingin dicapai perusahaan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, maka baru dapat dilakukan perencanaan strategi yang terdiri atas 3 tahap yaitu:

  1. Strategy Formulation
  2. Strategy Implementation
  3. Strategy Evaluation.

11 Tipe Strategi untuk Mencapai Tujuan Perusahaan

Terdapat 11 macam strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Dimana, semua strategi tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu:

  1. Integration Strategy
  2. Intensive Strategy
  3. Diversification Strategy
  4. Defensive Strategy

Integration Strategy

Integration strategy adalah strategi perusahaan untuk memperluas rantai distribusi dari perusahaan tersebut.

Maksudnya, strategi ini berfokus untuk menguasai rantai distribusi dari perusahaan dari hulu sampai hilir.

Integration strategy sendiri terdiri atas 3 jenis strategi yaitu forward integration, backward integration, dan horizontal integration.

Forward integration adalah strategi perusahaan untuk memperoleh kepemilikan atas distributor atau retailer.

Backward integration adalah strategi perusahaan untuk memperoleh kepemilikan atas produsen atau supplier.

Horizontal integration adalah strategi perusahaan untuk memperoleh kepemilikan atas perusahaan kompetitornya.

Contohnya, PT. Indofood sebagai penghasil produk indomie.

Strategi forward integration yang dilakukan PT. Indofood adalah dengan mendirikan perusahaan ritel Indomaret.

Dengan dikuasainya indomaret sebagai perusahaan ritel dapat meningkatkan margin yang diperoleh Indofood sendiri, karena produk indomie yang langsung dijual ke konsumen tanpa melalui perantara.

Atau, dengan produk indomie yang dijual secara langsung ke konsumen, dapat membuat produk indomie yang lebih meruah dibanding produk kompetitornya.

Strategi backward integration yang dilakukan adalah dengan mengakuisisi (membeli) bogasari yang merupakan perusahaan tepung.

Dengan dikuasainya bogasari yang merupakan perusahaan tepung, dapat menurunkan biaya bahan baku dari pembuatan indomie sendiri.

Serta, strategi horizontal integration yang dapat dilakukan oleh PT. Indofood misalnya adalah seperti mengakuisisi (membeli) perusahaan Mie Sedaap.

Sehingga, dengan diakuisisi produk mie sedap, dapat meningkatkan pangsa pasar dan mengurangi jumlah kompetitor dari produk indomie sendiri.


Intensive Strategy

Intensive strategy adalah strategi perusahaan untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan atas produknya di pasar.

Jadi, tujuan utama dari strategi ini adalah agar masyarakat lebih mengenal dan mengetahui produk suatu perusahaan dibanding produk kompetitornya.

Intensive strategy dibagi menjadi 3 jenis strategi yaitu market penetration, market development, product development

Market penetration adalah strategi yang berfungsi untuk meningkatkan pangsa pasar dari suatu produk atau jasa dengan cara melakukan strategi marketing.

Market development adalah strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dengan cara mengenalkan suatu produk atau jasa ke daerah geografis yang baru.

Perbedaan antara market penetration dan market development adalah pada market penetration, produk atau jasa dari perusahaan tersebut sudah ada di pasar, tetapi masih belum begitu diketahui secara luas.

Sedangkan pada market development, produk atau jasa tersebut belum masuk ke pasar pada daerah tertentu, sehingga perusahaan berusaha untuk mengenalkan produk tersebut ke daerah baru tersebut.

Berbeda dengan, Product development merupakan strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dengan cara mengembangkan atau menciptakan produk atau jasa yang baru.

Jadi, tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan sales dari perusahaan sendiri.

Contohnya seperti Samsung yang sekarang ini sudah memiliki berbagai jenis tipe smartphone dari lini galaxy yang ditawarkan, mulai dari seri S, A, J, Note, Tab, sampai Watch.

Selain itu, Samsung juga mengembangkan produknya secara rutin, contohnya seri Samsung galaxy S yang sekarang ini sudah sampai seri Samsung galaxy S 10.


Diversification Strategies

Diversification strategies adalah strategi perusahaan untuk mengembangkan produk atau jasa baru untuk dapat meningkatkan pangsa pasar yang dapat diperoleh perusahaan tersebut

Diversification strategis dapat dibagi menjadi 2 yaitu related diversification dan unrelated diversification.

Related diversification adalah strategi perusahaan untuk mengembangkan produk atau jasa baru yang masih berkaitan dengan produk atau jasa perusahaan tersebut.

Contohnya adalah seperti Facebook sebagai perusahaan yang bergerak di bidang social networking membeli whatsapp dan instragram yang juga merupakan aplikasi social media.

Jadi, hal yang dilakukan facebook dengan membeli whatsapp dan instragram merupakan related diversification, karena produk barunya masih bergerak di bidang yang sama dengan facebook.

Sedangkan, unrelated diversification adalah strategi perusahaan mengembangkan produk atau baru yang tidak memiliki kaitan dengan produk atau jasa perusahaan sekarang ini.

Contohnya adalah xiaomi yang merupakan perusahaan teknologi, dimana sekarang ini, xiaomi tidak hanya menjual produk teknologi saja.

Melainkan, xiaomi juga menjual produk sehari-hari misalnya dari sling bag, payung, sampai dompet.


Defensive Strategy

Defensive strategy adalah strategi perusahaan untuk strategi perusahaan untuk mempertahankan posisi perusahaan tersebut saat ini di pasar agar tetap dapat bertahan.

Alasan utama perusahaan melakukan defensive strategy adalah karena terjadinya penurunan kinerja perusahaan di pasar yang biasanya ditunjukkan dengan laba yang semakin menurun.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu untuk melakukan tindakan agar penurunan tersebut tidak terjadi terus menerus atau terjadi tidak terlalu signifikan agar perusahaan tetap dapat bertahan.

Terdapat 3 defensive strategi yang dapat dilakukan perusahaan agar tetap dapat bertahan hidup meliputi: Retrenchment, Diversiture, dan liquidation.

Retrenchment adalah strategi perusahaan dengan menjual aset atau unit perusahaan yang dianggap tidak menguntungkan.

Aset dianggap tidak menguntungkan karena tidak memberikan nilai atau value pada perusahaan atau aset yang tidak digunakan/jarang digunakan.

Dimana, tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mengurangi biaya yang ditimbulkan dari aset itu sendiri.

Contohnya seperti mesin, yang jika baik digunakan maupun tidak digunakan oleh perusahaan tetap akan menimbulkan biaya yaitu biaya depresiasi.

Jadi, jika terdapat mesin yang tidak dipakai lebih baik untuk dijual, karena hanya akan menimbulkan beban kepada perusahaan.

Divestiture adalah strategi perusahaan untuk menjual divisi atau bagian dari suatu perusahaan yang dianggap tidak menguntungkan.

Dengan menjual divisi dari suatu perusahaan, maka secara otomatis perusahaan juga menjual aset perusahaannya.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa strategi retrenchment merupakan bagian dari divestiture.

Contoh dari strategi divestiture adalah misalnya The Coca-Cola Company yang memiliki 3 jenis produk yaitu coca-cola, sprite, dan fanta dimana setiap produk tersebut memiliki divisi yang berbeda.

Setelah diamati, ternyata divisi fanta mengalami penurunan penjualan secara terus menerus, oleh sebab itu, The Coca-Cola Company memutuskan menjual divisi fanta untuk mengurangi biaya yang timbul agar tidak mengalami penurunan laba.

Liquidation adalah strategi perusahaan untuk menjual semua aset perusahaan karena sudah tidak menguntungkan lagi.

Karena dianggap, lebih baik perusahaan untuk berhenti beroperasi dibandingkan beroperasi jika sudah tidak menguntungkan lagi.

Contohnya seperti PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, PT Nyonya Meneer, Batavia Air, dan lain lain.

Tetapi, apakah semua strategi tersebut harus digunakan?

Jawabannya tidak, karena tidak ada perusahaan yang mampu untuk menjalankan semua strategi tersebut sekaligus.

Sebab, sumber daya yang dimiliki perusahaan jumlahnya terbatas, dan juga itu hanya akan membuang biaya dan waktu perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan harus membuat keputusan mengenai strategi mana yang harus dijalankan.

Perusahaan harus memilih strategi mana yang paling cocok dan bermanfaat dan sesuai dengan kondisi saat ini dari perusahaan tersebut.

Serta, dari 11 tipe strategi tersebut, terdapat juga strategi yang sifatnya saling berlawanan dan tidak mungkin untuk dilakukan secara bersamaan.

3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Melamar suatu pekerjaan merupakan suatu proses yang pasti dilalui hampir oleh semua orang untuk mendapatkan posisi atau jabatan pada perusahaan dimana dia melamar.

Sebelum melamar kerja, terdapat banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh pelamar kerja sendiri agar dapat diterima oleh perusahaan atau organisasi tempat dia melamar.

Dimana, persiapan yang dibutuhkan dapat bersifat teknis atau mental dari pelamar kerja itu sendiri.

Oleh sebab itu, pelamar kerja harus mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan agar dapat diterima di perusahaan impiannya.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh pelamar kerja sebelum melamar suatu pekerjaan:


1. Menulis Surat Lamaran Kerja

Menulis surat lamaran kerja merupakan tahap awal dan wajib bagi semua pelamar kerja dalam melamar suatu pekerjaan.

Dimana surat lamaran kerja berfungsi untuk menjelaskan kepada perusahaan atau organisasi dimana pelamar kerja melamar mengenai jabatan atau posisi yang ingin didudukinya dan kualifikasi diri dari pelamar itu sendiri.

Dalam menulis surat lamaran kerja yang baik, pelamar kerja harus dapat menarik perhatian perusahaan atau organisasi agar tertarik dengan kualifikasi yang dia miliki dan perusahaan menjadi ingin tahu lebih lanjut pelamar kerja sendiri.

Oleh sebab itu, bagi semua pelamar kerja, sebelum akan melamar pekerjaan di suatu perusahaan atau organisasi perlu diketahui teknik-teknik penulisan surat lamaran kerja yang baik dan benar agar perusahaan dapat tertarik dengan anda.

Untuk lebih lanjut mengenai cara menulis surat lamaran kerja dapat dilihat pada : Cara Menulis Surat Lamaran Kerja


2. Membuat Resume/CV

Setelah menulis surat lamaran kerja, pelamar kerja juga harus mempersiapkan resume/CV.

Dimana Resume/CV ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada perusahaan atau organisasi mengenai biodata anda sendiri dan daftar riwayat hidup yang disusun secara rapi dan teratur.

Bedanya resume dengan surat lamaran kerja, pada resume kualifikasi anda dijelaskan secara lebih lengkap dan teratur.

Sehingga perusahaan atau organisasi dapat mengenal lebih baik anda tanpa harus bertemu langsung dengan anda.

Oleh sebab itu, dalam pembuatan resume/CV merupakan tahap yang penting dalam melamar pekerjaan.

Anda perlu untuk merencanakan pembuatan resume/CV anda semenarik mungkin agar perusahaan dapat tertarik.

Untuk lebih jelas mengenai cara pembuatan resume/CV dapat dilihat pada: Cara Penulisan Resume/CV yang Baik dan Benar

Anda juga dapat menghias resume/CV anda dengan menambahkan berbagai desain yang menarik agar resume/CV anda terlihat lebih profesional.

Hanya saja, hal ini biasanya juga bergantung pada jenis jabatan atau posisi yang anda lamar.

Dimana, untuk jabatan seperti desainer tentunya dalam pembuatan resume/CV harus dihias semenarik mungkin agar perusahaan atau organisasi lebih yakin terhadap skill yang anda miliki.


3. Persiapan Wawancara Kerja

Setelah anda lolos pada tahap seleksi awal saat melamar suatu pekerjaan. Maka, selanjutnya anda akan memperoleh panggilan oleh perusahaan atau organisasi dimana anda melamar untuk dilakukan wawancara kerja.

Wawancara kerja merupakan tahap yang sangat penting dalam melamar suatu pekerjaan. Karena, dari sekian banyak pelamar yang telah lolos pada tahap seleksi, selanjutnya akan disaring lagi melalui proses wawancara kerja.

Dimana, dalam wawancara kerja ini, pewawancara kerja akan menanyakan berbagai jenis pertanyaan yang berkaitan maupun tidak berkaitan dengan posisi yang akan anda lamar.

Dimana, tujuan utama dari pewawancara kerja menanyakan informasi tersebut adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri atau pribadi dari pelamar kerja.

Oleh sebab itu, pelamar kerja sebelum akan melakukan wawancara kerja, ada baiknya untuk mempersiapkan berbagai pertanyaan yang sering kali ditanyakan agar dapat menjawab semua pertanyaan dari pewawancara kerja secara lancar.

Untuk lebih jelas mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh pewawancara kerja, dapat dilihat di: Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan dalam Wawancara kerja

Selain itu, terdapat hal-hal lain juga yang perlu diperhatikan juga oleh pelamar kerja sebelum datang dan pada saat wawancara kerja sendiri.

Karena, kesalahan sedikit saja yang dilakukan saat proses wawancara kerja, dapat berakibat cukup fatal bagi pelamar kerja tersebut.

Oleh sebab itu, terdapat hal-hal yang perlu dilakukan dan harus dihindari oleh pelamar kerja saat hendak dan sedang melakukan wawancara kerja.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada: Hal-Hal yang Perlu Dilakukan dan Dihindari Saat Wawancara Kerja.

Cara Penulisan Resume/CV yang Baik dan Benar

Dalam dunia bisnis, resume sering juga disebut sebagai CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup.

Secara umum, resume adalah suatu daftar dokumen yang berisi kualifikasi dan jalur karier anda yang disusun secara teratur, rapi, dan menarik perhatian pembacanya.

Melalui resume ini, diharapkan pimpinan perusahaan dapat mengetahui kemampuan anda, walaupun anda belum pernah bertemu secara langsung dengan pimpinan perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, dalam penyusunan resume merupakan langkah yang sangat penting saat hendak akan melamar suatu pekerjaan.


Persiapan Menulis Resume

Terdapat 3 langkah yang perlu diketahui sebelum menulis suatu resume, yaitu:

1. Mencari Informasi Penting

Sebelum membuat resume, anda harus mencari berbagai informasi penting yang relevan dengan jenis pekerjaan anda.

Dimana informasi penting yang perlu dicari adalah analisis mengenai diri sendiri, analisis terhadap karier dan analisis terhadap pekerjaan tersebut.  

a. Analisis diri

Analisis diri berfungsi untuk membantu anda mengenal lebih baik dan mendalam mengenai diri anda sendiri berupa kelebihan dan kekurangannya.

Sehingga dengan melakukan analisis diri, anda dapat mengetahui siapa anda dan kemampuan anda.

Dimana, dalam analisis diri, anda perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Apakah saya mempunyai aspirasi yang cukup tinggi?
  • Apakah saya dapat berkomunikasi dengan baik?
  • Apakah saya orang yang sangat bergantung kepada orang lain?
  • Apakah saya orang yang energik?
  • Apakah saya orang yang mempunyai percaya diri?
  • Apakah saya mempunyai kecerdasan kuantitatif yang tinggi?
  • Apakah saya mempunyai kecerdasan verbal yang tinggi?
  • Apakah saya mempunyai kecerdasan yang tinggi dalam pemecahan suatu masalah?
  • Berapa indeks prestasi saya secara keseluruhan?
  • Apa mata kuliah yang paling mudah bagi saya?
  • Apa mata kuliah yang paling sulit bagi saya?
  • Apa kegiatan organisasi yang saya minati?

b. Analisis karier

Analisis karier berkaitan dengan tujuan karier anda di masa depan.

Dimana hal ini sangat penting, karena akan menentukan perkembangan karier anda kedepannya.

Dimana, dalam analisis karier, anda perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Kecerdasan mana (kuantitatif, verbal, mekanik) yang paling bermanfaat bagi karier saya?
  • Apakah ada efek samping yang membahayakan kesehatan?
  • Apakah prestasi akademis menjadi syarat bagi penjenjangan karier?
  • Apakah pengalaman kerja menjadi syarat bagi penjenjangan karier?
  • Apakah ada imbalan selain yang berbentuk finansial?
  • Apakah bidang pekerjaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi?
  • Apakah di masa mendatang, bidang yang saya pilih mempunyai tingkat persaingan yang tinggi?

c. Analisis pekerjaan

Bagi pelamar kerja yang masih fresh graduate, tentunya umumnya masih belum memiliki pengalaman kerja.

Oleh sebab itu, sebelum memasuki dunia kerja, mereka harus melakukan analisis terhadap pekerjaan yang ingin mereka lamar tersebut.

Dimana, dalam menyusun resume, penting bagi mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Apa tugas dan tanggung jawab pekerjaan?
  • Apakah karakteristik pribadi saya sesuai untuk tugas dan tanggung jawab pekerjaan?
  • Apakah latar belakang pendidikan saya sesuai dengan persyaratan untuk posisi pekerjaan?
  • Apakah pengalaman saya berkaitan degan tugas dan tanggung jawab pekerjaan?

2. Perencanaan Resume

Setelah anda mencari berbagai informasi penting untuk mendukung dalam pembuatan resume, maka langkah selanjutnya adalah merencanakan bagaimana resume anda akan dibuat.

Dimana, seperti yang anda ketahui, tujuan utama anda dalam membuat resume adalah agar dapat melakukan wawancara kerja dengan perusahaan yang anda lamar.

Oleh sebab itu, dalam merencanakan resume, ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

a. Tujuan karier

Anda harus menentukan posisi mana yang anda minati dan akan menjadi tujuan karier anda, misalnya seperti posisi manajer SDM, manajer pemasaran, manajer produksi, manajer pemeliharaan, manajer keuangan, supervisor penjualan, sekretaris, operator, dan sebagainya.

b. Informasi pribadi

Anda juga perlu mencantumkan nama, tempat tinggal, tanggal lahir, alamat rumah, jenis kelamin, atau data-data lain yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang anda pilih.

Misalnya seperti ada beberapa pekerjaan yang mensyaratkan pegawainya belum menikah, memiliki kendaraan sendiri, atau tinggi badan dan berat badan tertentu.

c. Referensi

Anda juga dapat menambahkan beberapa referensi saat membuat resume.

Referensi adalah orang-orang tertentu yang memberikan surat rekomendasi kepada anda, berisi tentang berbagai hal yang mereka ketahui semasa mereka mengenal anda.

Dimana, orang-orang tersebut yang memberikan referensi dapat menambah kredibilitas dari pencari referensi.

Dan pihak yang layak untuk dijadikan referensi bukanlah orang-orang yang anda kenal seperti orang tua, saudara kandung, dan teman dekat.

Melainkan dosen yang pernah mengajar anda atau manajer di tempat anda bekerja.

3. Pembuatan Resume

Setelah anda merencanakan apa yang akan diisi dalam resume tersebut. Maka, langkah selanjutnya adalah pembuatan resume.

Dimana resume dapat dibuat dalam berbagai bentuk.

Hanya saja, diluar dari hal tersebut, resume yang baik harus menekankan pada kompatibilitas kualifikasi anda dan prospektif persyaratan anda.

Dimana, secara umum, hal-hal yang wajib ada dalam resume mencakup: nama, alamat lengkap, tujuan kerja, kualifikasi, informasi pribadi, dan referensi.

Pada bagian tujuan kerja, anda harus dapat menyatakan secara jelas apa tujuan anda membuat resume tersebut.

Contohnya, anda ingin mengisi lowongan pekerjaan di bidang manajer pemasaran.

Ada juga informasi yang merupakan informasi pribadi, seperti : pendidikan, keterampilan, hobi, penghargaan, matematika, lomba ilmiah, keanggotaan asosiasi.

Dan usahakan agar informasi pribadi tersebut relevan dengan pekerjaan yang anda harapkan. Jadi, anda tidak perlu memasukkan semua kemampuan atau keahlian yang anda miliki.

Tetapi hanya informasi yang dapat mendukung pekerjaan tersebut.

Dan pada bagian referensi, carilah orang-orang yang mengetahui dengan baik kemampuan dan prestasi yang pernah anda peroleh semasa kuliah atau semasa anda bekerja.


Tipe-Tipe Resume

Resume kronologis, adalah cara pengorganisasian resume yang didasarkan pada kronologisnya, yaitu pendidikan dan pengalaman sebagai judul isinya. Dan informasi terkini/terbaru harus diletakkan di paling atas dan diikuti berikutnya, misalnya seperti penulisan jenjang pendidikan harus ditulis dari pendidikan yang terakhir ditempuh.

Resume fungsional, adalah resume yang disusun atas dasar fungsi-fungsi dalam organisasi yang dapat dilakukannya dengan baik. Beberapa fungsi penting dalam organisasi seperti fungsi pemasaran, sumber daya manusia, penganggaran, komunikasi, hubungan masyarakat, dan sejenisnya.

Resume kombinasi, adalah kombinasi antara resume kronologis dan fungsional. Dimana bentuk resume ini memberikan keyakinan bahwa persyaratan pendidikan dan pengalaman terpenuhi dan masih menggunakan judul-judul lain yang lebih menekankan pada kualifikasi yang dibutuhkan.


Masalah dalam Membuat Resume

Saat membuat resume, sering kali muncul berbagai masalah yang timbul.

Oleh sebab itu, untuk membuat resume yang baik, perlu diperhatikan berbagai masalah yang sering kali muncul dalam pembuatan resume, meliputi:

  • Resume dibuat terlalu panjang, sehingga berkesan tidak tegas dan kemungkinan besar memasukkan data yang tidak relevan sehingga tidak akan mencapai sasaran.
  • Resume yang ditulis terlalu singkat, sehingga tidak memberikan informasi/data yang cukup bagi pembaca untuk melakukan penelaahan lebih dalam.
  • Format penulisan resume kurang baik, inden tidak konsisten, kurang memperhatikan tanda baca dan sejenisnya, sehingga isi resume kurang dimengerti.
  • Terlalu banyak menggunakan kalimat yang bersifat kompleks. Dimana, alangkah baiknya kalau kalimat yang digunakannya bersifat sederhana/simpel.
  • Resume mengandung banyak kesalahan ketik/tulis yang lebih fatal lagi kesalahan penyusunan kalimat.
  • Pelamar tidak dapat menunjukkan secara tegas dalam resume tujuan pekerjaan yang dikehendaki, posisi, dan bidang pekerjaan apa yang diminati/diinginkan.
  • Pelamar menampakkan keyakinan yang berlebihan sehingga mungkin pembaca akan ragu-ragu terhadap resume yang dibuat, apakah data dalam resume memang realistis atau tidak.
  • Ada pelamar yang tidak jujur saat mencantumkan data dalam resume. Sebagai contoh, ia menyatakan mampu mengaplikasikan berbagai program komputer, tetapi setelah diuji ternyata mengecewakan.

  Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan dalam Wawancara Kerja

Dalam wawancara kerja, berbagai jenis pertanyaan akan ditanyakan oleh anda.

Oleh sebab itu, anda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara.

Pewawancara biasanya dapat menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan yang anda lamar maupun tidak.

Pewawancara dapat menanyai informasi dari pelamar kerja seperti latar belakang, hobi, dll.

Oleh sebab itu, sebelum pelamar kerja melakukan wawancara kerja, tentunya ia harus mengetahui gambaran umum mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan dalam wawancara kerja.

Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan dalam wawancara kerja:


Pekerjaan yang dilamar

  • Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan tersebut?
  • Apakah pengalaman kerja anda relevan dengan posisi kerja yang anda lamar?
  • Mengapa anda tertarik dengan jabatan atau posisi pekerjaan tersebut?
  • Jika anda masih bekerja, mengapa anda ingin beralih pekerjaan?
  • Apa yang anda ketahui tentang perusahaan tersebut?

Pendidikan dan pelatihan

  • Mata kuliah apa yang paling anda senangi dan apa yang paling anda benci, mengapa?
  • Aspek-aspek mata kuliah apa yang paling menarik bagi anda?
  • Apakah kuliah dan pelatihan yang anda peroleh dapat membantu pengembangan karier anda?
  • Bagaimana pandangan anda tentang pendidikan yang anda peroleh di perguruan tinggi?
  • Apakah anda merencanakan untuk melanjutkan studi?

Latar belakang keluarga

  • Apakah pekerjaan orang tua anda?
  • Apakah pendidikan terakhir orang tua anda?
  • Bagaimana pendapat orang tua anda terhadap karier yang anda pilih?

Kepribadian

  • Bagaimana anda menjelaskan diri anda sendiri?
  • Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri?
  • Bagaimana anda menilai diri orang lain?

Penilaian pribadi anda

  • Faktor-faktor apa yang paling memberikan kontribusi bagi pengembangan pribadi anda?
  • Apa hambatan-hambatan dalam pengembangan karier anda?
  • Apa yang paling mengecewakan, mengesalkan, atau menjengkelkan anda terhadap orang lain?
  • Bagaimana anda menghadapi rasa jengkel tersebut?
  • Apa karakteristik dan kemampuan yang paling penting yang harus anda miliki untuk menjadi pemimpin suatu perusahaan?
  • Apa pengalaman kerja yang paling memuaskan atau menyenangkan?
  • Apa pengalaman kerja yang paling tidak menyenangkan bagi anda?

Tujuan karier

  • Apa tujuan jangka panjang bagi karier anda?
  • Bagaimana anda dapat mencapai tujuan tersebut?
  • Apa posisi atau kedudukan yang anda harapkan untuk masa yang akan datang?
  • Mengapa anda merasa cocok dengan posisi tersebut?

Hobi dan lain-lain

  • Apa yang anda lakukan saat liburan?
  • Apa yang anda lakukan saat waktu senggang?
  • Apakah anda ikut dalam suatu kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan?
  • Mengapa anda tertarik dalam kegiatan kemasyarakatan?
  • Apa hobi anda?
  • Jenis olah raga apa yang paling anda senangi dan yang paling tidak anda senangi?
  • Buku atau majalah terbaru apa yang telah anda baca?
  • Apakah anda tertarik dengan berita-berita perkembangan dunia industri dewasa ini?
  • Apakah anda tertarik untuk mengaitkan perkembangan dunia industri dengan perkembangan perusahaan anda?
  • Apakah anda pernah melakukan studi banding perusahaan anda dengan perusahaan sejenis lainnya?
  • Apa strategi anda bagi pengembangan produk atau jasa di perusahaan anda?
  • Apakah perlu bagi suatu perusahaan melakukan penelitian pasar?
  • Apakah perlu bagi suatu perusahaan menyediakan bidang pelayanan konsumen?
  • Apa yang anda lakukan bila konsumen mengadu pada perusahaan anda?

Apa bila sebelumnya anda pernah bekerja, maka ada juga pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman kerja sebelumnya.

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan kepada pelamar kerja yang sudah pernah bekerja sebelumnya:


Pimpinan anda

  • Bagaimana pendapat anda tentang atasan/pimpinan anda?
  • Sebutkan beberapa hal yang menyebabkan atasan anda memuji dan mengkritik anda!
  • Bagaimana atasan anda memperlakukan anda?

Pekerjaan sebelumnya

  • Mengapa anda ingin meninggalkan pekerjaan lama?
  • Coba anda ceritakan tugas dan tanggung jawab anda di perusahaan atau lembaga terdahulu.
  • Apa pekerjaan yang paling menarik yang pernah anda lakukan?
  • Apa pekerjaan yang paling tidak menarik yang pernah anda lakukan?

Pergaulan antar-sejawat

  • Bagaimana pergaulan anda dengan teman-teman sejawat?
  • Bagaimana kesan anda bila teman anda memperoleh promosi jabatan?
  • Bila sedang tidak bertugas, apakah anda sering mengobrol dengan teman-teman anda?
  • Apakah anda merasa lebih enak bekerja sendirian atau kelompok?
  • Tipe orang yang bagaimana yang paling anda senangi atau benci?

Pendelegasian

  • Dapatkah anda mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain? coba berikan contohnya.
  • Bagaimana anda memotivasi orang lain dalam menyelesaikan tugas yang mendesak, tak terduga sebelumnya?
  • Bagaimana perasaan anda ketika mendelegasikan sebagian tugas dan tanggung jawab anda kepada orang lain?
  • Jika orang lain menolak menerima pendelegasian tugas dan tanggung jawab anda, apa yang anda lakukan?

Pengambilan keputusan

  • Apa keputusan yang paling mudah dan yang paling sulit yang pernah anda lakukan?
  • Bagaimana proses anda melakukan pengambilan keputusan penting?
  • Bagaimana reaksi orang lain terhadap keputusan yang anda lakukan?

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan dan Dihindari Saat Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi suatu perusahaan dalam menyaring jumlah pelamar kerja yang ada.

Seorang pelamar kerja mungkin saja diwawancarai lebih dari satu kali, dimana hail ini tergantung pada jumlah pelamar yang akan diseleksi.

Dan anda sebagai pihak yang akan diwawancarai, tentunya anda juga memerlukan persiapan sebelum wawancara kerja.

Dimana persiapan tersebut dapat berupa persiapan mental maupun fisik.

Oleh sebab itu berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan dan harus dihindari saat wawancara kerja:

Perlu Dilakukan:

  1. Berdoalah menurut agama dan keyakinan masing-masing.
  2. Datang lebih awal dari yang ditentukan.
  3. Bersikap yakin dan optimis.
  4. Bersikap tenang.
  5. Siapkan sertifikat, diploma, surat-surat penghargaan yang dimiliki.
  6. Tersenyumlah secara wajar, tetapi jangan tersenyum secara terus menerus.
  7. Berpakaianlah yang rapi dan sopan.
  8. Ketuk pintu sebelum memasuki ruang wawancara, kecuali jika ada yang mengantar.
  9. Tunggu sampai anda dipersilahkan duduk, atau minta izin untuk duduk.
  10. Ingat nama pewawancara dengan baik dan benar.
  11. Tataplah pewawancara saat diwawancarai.
  12. Tunjukkan kemampuan diri anda, namun jangan berlebihan.
  13. Perhatikan dan pahami setiap pertanyaan pewawancara dengan baik.
  14. Bicaralah yang jelas dan tegas.
  15. Atur nada suara dengan tepat.
  16. Tunjukkan minat/ketertarikan dan kesungguhan anda terhadap perusahaan yang dilamar.
  17. Bersikaplah jujur dan langsung.

Perlu Dihindari:

  1. Datang terlambat.
  2. Kelihatan kesal karena menunggu terlalu lama.
  3. Datang ke wawancara kerja tanpa persiapan atau seadanya.
  4. Berpenampilan berlebihan.
  5. Membawa tas belanja atau sejenisnya ke ruang wawancara kerja.
  6. Mengajak teman atau keluarga saat wawancara kerja.
  7. Duduk sebelum dipersilahkan.
  8. Meletakkan tas di meja wawancara kerja.
  9. Bertopang dagu.
  10. Melipat tangan di muka dada.
  11. Merokok atau mengulum permen saat wawancara kerja.
  12. Membuka/memulai percakapan wawancara kerja.
  13. Memotong pembicaraan saat diwawancarai.
  14. Melebih-lebihkan diri.
  15. Membual.
  16. Mengkritik diri sendiri.
  17. Mengkritik atau menjelekkan atasan anda sekarang atau yang lama.
  18. Memberikan informasi yang tidak relevan.
  19. Memberikan kesan bahwa anda sangat membutuhkan pekerjaan.
  20. Bertanya sekedar tanya.
  21. Emosional atau mudah tersinggung.
  22. Menunjukkan kesan tidak sabar.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

Pengertian

Surat lamaran kerja adalah surat yang digunakan seseorang untuk melamar suatu pekerjaan atau jabatan dalam organisasi/perusahaan tertentu.

Dalam menulis surat lamaran kerja, pelamar kerja perlu menulis kualifikasi yang dimilikinya yang sesuai dengan jabatan/posisi yang ingin didudukinya.

Selain itu, pelamar kerja juga perlu untuk menulis surat lamaran semenarik mungkin agar perusahaan tertarik terhadap anda.

Agar surat lamaran tersebut menarik, pelamar kerja dalam menulis surat lamaran harus menggunakan pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action).


AIDA

Konsep AIDA ini sangat penting dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam penulisan surat lamaran kerja.

Jadi, dalam menulis surat lamaran kerja, pelamar kerja harus memasukkan setiap poin AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action) dalam surat lamaran tersebut dan tentunya harus berurut.  

1. Attention

Surat lamaran kerja harus dimulai dengan attention (perhatian).

Artinya, pelamar kerja harus dapat meyakinkan perusahaan/organisasi bahwa ia memiliki sesuatu yang bermanfaat sehingga dapat menimbulkan rasa tertarik dari pembaca terhadap pelamar kerja.

Selain itu, pelamar kerja juga dapat menuliskan tentang dari mana ia memperoleh informasi tentang lowongan kerja perusahaan bersangkutan dan mengapa ia tertarik terhadap posisi tersebut.  

2. Interest

Selanjutnya, dalam penulisan surat lamaran kerja pelamar kerja harus dapat menarik perhatian pembaca.

Dimana, pada tahap ini, pelamar kerja harus dapat menegaskan kualifikasi yang ia miliki dan harus relevan dengan kualifikasi yang dibutuhkan pekerjaan.  

3. Desire

Setelah itu, dalam penulisan surat lamaran kerja, pelamar harus dapat menimbulkan hasrat (desire) pembaca untuk mengetahui lebih lanjut tentang ada.

Dimana pelamar kerja untuk dapat menimbulkan hasrat dari pembaca, dapat menunjukkan bukti-bukti pendukung yang berhubungan dengan kualifikasi anda.  

4. Action

Terakhir, dalam penulisan surat lamaran kerja, pelamar harus dapat memberikan saran kepada pembaca untuk mengambil suatu tindakan tertentu.

Biasanya ditulis dalam bentuk harapan kedepannya dari si pelamar. Contohnya seperti harapan untuk melakukan wawancara kerja.


Penulisan Surat Lamaran Kerja

Dalam penulisan surat lamaran kerja, pelamar kerja juga perlu memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku.

Sehingga pelamar kerja perlu mengetahui kerangka-kerangka dari surat lamaran kerja tersebut.

Secara umum, dalam penulisan surat lamaran kerja memiliki 3 bagian utama, yaitu paragraf pembuka, pertengahan, dan penutup.

Paragraf Pembuka

Surat lamaran tentunya harus dimulai dari paragraf pembuka yang sebaik mungkin dan dapat menarik perhatian pembaca.

Oleh karena itu, poin pertama dari AIDA (Attention) diperlukan dalam paragraf ini.

Hal hal diperlukan pada paragraf pembuka ini adalah:

1. Rangkuman

Jadi, pada bagian awal surat lamaran kerja pelamar perlu untuk menjelaskan kualifikasi yang dimiliki yang sesuai dengan jabatan yang ingin ia lamar dan menjelaskan manfaat yang dapat diberikan kepada perusahaan.

2. Nama

Setelah itu, pelamar dapat menjelaskan dari siapa ia memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan yang tersedia atau seseorang yang menyarankan pelamar untuk melamar kerja di perusahaan tersebut.

3. Sumber publikasi

Jika tidak memperoleh informasi lowongan kerja dari seseorang, pelamar juga dapat menyebutkan dari sumber mana pelamar memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan tersebut.

Sumber pekerjaan tersebut bisa dari internet, surat kabar, majalah, radio, dll.

4. Pertanyaan

Gunakan kalimat tanya pada awal paragraf untuk menarik perhatian pembaca yang menunjukkan bahwa pelamar kerja mengetahui masalah, kebutuhan, dan tujuan suatu organisasi dan  menunjukkan bahwa pelamar mempunyai keinginan untuk memecahkan masalah tersebut.

Paragraf Pertengahan

Setelah menarik perhatian pembaca, selanjutnya pelamar perlu untuk menjelaskan kualifikasi yang ia milikinya untuk suatu pekerjaan tersebut.

Dimana dalam menulis kualifikasinya penulis harus menulisnya secara singkat, padat, dan jelas (tidak boleh lebih dari 3 paragraf).

Dalam penulisan paragraf pertengahan, penulis harus memperhatikan poin ke-2 dan ke-3 dalam AIDA (Interest dan Desire) terhadap pembaca.

Hal yang dapat dijelaskan pada paragraf pertengahan adalah meliputi:

1. Pendidikan

Pendidikan sangat penting dan harus dijelaskan dalam menulis surat lamaran kerja maupun dalam membuat CV.

Karena sekarang ini pendidikan menjadi sesuatu yang wajib untuk menduduki suatu posisi/jabatan tertentu.

Dimana dalam menjelaskan pendidikan ini, pelamar kerja dapat menjelaskan bagaimana pendidikannya relevan dengan pekerjaan yang ia lamar.

Selain itu, pelamar kerja juga dapat menjelaskan pendidikan lain yang pernah ia tempuh.

2. Pengalaman kerja

Selanjutnya, pelamar kerja dapat menjelaskan berbagai jenis pekerjaan  yang pernah ia lakukan atau pernah lamar sehingga dapat memperkuat kualifikasi yang dimilikinya.

Bagian ini dapat dilewati jika memang pelamar kerja belum memiliki pengalaman kerja.

3. Sikap, minat, aktivitas, dan kualitas

Setelah itu, selain pendidikan dan pengalaman kerja, pelamar kerja juga dapat menjelaskan hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuannya dalam bekerja.

Misalnya seperti kemampuan untuk kerja sama dengan orang lain, sikapnya, hingga hobby yang ia miliki.

Paragraf Penutup

Terakhir surat lamaran kerja ditutup dengan paragraf penutup. Dimana dalam paragraf ini berisi suatu harapan (Action) dari pelamar terhadap pembaca mengenai keinginannya untuk melakukan wawancara.

Dalam menulis keinginannya, penulis juga dapat mencantumkan alamat yang jelas, nomor telepon, e-mail sehingga perusahaan lebih mudah untuk menghubungi pelamar kerja.


Contoh Surat Lamaran Kerja

Dengan Hormat,

Saya melihat cuplikan berita terkait lowongan kerja yang bapak buka di internet dan sangat tertarik untuk menduduki posisi sales executive yang bapak buka. Saya juga memiliki kualifikasi yang untuk memenuhi posisi pekerjaan tersebut sesuai dengan yang bapak per syaratkan. Di samping itu, saya juga memiliki kemampuan berbahasa mandarin dan inggris yang dapat sangat dapat membantu dalam mendukung posisi tersebut.

Saya berusia 20 tahun, belum menikah, dan juga memiliki kesehatan yang baik. Saya juga sudah menyelesaikan studi SMU saya, serta sekarang ini, saya juga sedang menempuh studi S1 jurusan manajemen di Universitas Tarumanagara. Saya mengambil studi ini karena merasa studi ini dapat sangat membantu dalam mendukung kemampuan dan karier saya.

Saya juga sudah memiliki SIM A dan SIM C dan memiliki kemauan untuk kerja keras dan belajar dimana hal ini dicerminkan dari prestasi yang pernah saya raih yaitu gelar juara kelas ke-3 pada saat SMP. Saya memiliki kepribadian yang jujur dan siap untuk bekerja dalam tim, dimana saya sudah pernah mengikuti organisasi OSIS di sekolah saya. Selain itu, saya juga memiliki minat yang tinggi di bidang otomotif dan sangat mengikuti perkembangan otomotif sekarang ini.

Saya sangat gembira, jika bapak berkenan untuk mempertimbangkan prestasi dan kualifikasi yang saya miliki untuk mengisi posisi dari jabatan yang saya inginkan. Serta, panggilan untuk wawancara dengan bapak akan sangat saya harapkan.


Tips untuk Pelamar Kerja

Yang perlu diperhatikan:

  • Pelamar kerja harus mempunyai kualifikasi atau pengalaman kerja untuk posisi pekerjaan yang dikehendaki.
  • Bangkitkan minat terhadap kualifikasi yang dimiliki.
  • Tunjukkan hal-hal yang positif.
  • Usahakan surat lamaran kerja rapi, bersih, dan menarik.
  • Tulislah surat dari sudut pandang pembaca, bukan dari sudut pandang penulis.
  • Tekankan hal-hal yang membedakan dengan pelamar lainnya.

Yang harus dihindari:

  • Jangan melamar pekerjaan di luar kemampuan anda.
  • Jangan mengirimkan surat lamaran kerja hasil fotokopi.
  • Jangan mengatakan bahwa anda menerima jenis pekerjaan apa saja.
  • Hindari kata-kata yang berlebihan.
  • Jangan meminta belas kasihan terhadap perusahaan yang dilamar.
  • Hindari untuk mempermasalahkan gaji, kecuali jika ditanyakan pada saat wawancara kerja.
  • Jangan memberi komentar langsung tentang karakter pribadi.

  Baca juga: 3 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melamar Pekerjaan

Futures – Kontrak Berjangka

Pengertian

Berbeda dengan pengertian kontrak dalam perdagangan biasa. Kontrak berjangka atau biasa yang disebut futures merupakan kotrak yang standar, dan waktu penyerahan telah ditetapkan terlebih dahulu.

Karena bentuknya yang standard itu, maka yang di “negosiasi” kan hanya harganya saja.

Performance atau “terpenuhinya” kontrak berjangka sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu Lembaga Kliring Berjangka.

Bedasarkan UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian bedasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka.

Perdagangan berjangka dilakukan di bursa berjangka, yang selanjutnya disebut dengan bursa, yang memperdagangkan kontrak berjangka berbagai komoditi. Tempat dimana kontrak berjangka diperdagangkan juga disebut pasar berjangka.

Dengan demikian di bursa akan terdapat banyak pasar berjangka sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan.

Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli atau menjual sejumlah komoditi untuk penyerahan di kemudian hari sesuai isi atau spesifikasi kontrak.

Harga komoditi yang terbentuk di bursa berlangsung secara transparan dimana harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang sebenarnya.

Transaksi di bursa dilakukan oleh para anggota bursa, yang terdiri dari pialang berjangka dan pedagang berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry) atau secara elektronik (automated/ electronic trading system). Selanjutnya harga yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing kontrak berjangka dan diumumkan secara luas kepada masyarakat.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, ada khususnya di bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara elektronik menggunakan komputer yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di bursa berjangka.


Manfaat

Ada dua manfaat utama dari perdagangan berjangka komoditi, yaitu sebagai sarana pengelolaan resiko (risk management) melaui kegiatan lindung-nilai atau “hedging” dan sarana pembentukan harga (price discovery).

Pada dasarnya harga komoditi primer sering berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain.

Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan kontrak berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak resiko yang diakibatkan gejolak harga tersebut.

Dengan komoditi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian pada harga yang telah dipastikan atau dikunci sekarang.

Dengan demikian mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/penurunan harga jual di pasar tunai.

Manfaat yang sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi di masa yang akan datang, pada saat harus memenuhi kontraknya dengan pembeli luar negri, atau pengolah yang harus melakukan pembelian komoditi secara berkesinambungan.

Manfaat kedua adalah sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan.

Hal ini dimungkinkan karena transaksi hanya dilakukan oleh/melaui anggota bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri, yang berarti antara pembeli dan penjual kontrak berjangka tidak saling mengenal/mengetahui secara langsung.

Harga yang terjadi dibursa berjangka pada umunya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen atau pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.


Komoditi yang Diperdagangkan

Komoditi yang menjadi subjek dari kontrak yang diperdagangkan di bursa berjangka adalah komoditi pertanian, kehutanan, pertambangan, industri hulu, seta jasa.

Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas, yang menyangkut jumlah, kualitas dan waktu penyerahan.

Sehingga para pemakai/pengguna bursa dengan mudah dapat melakukan transaksinya. Dengan demikian akan terwujud pasar yang aktif dan likuid.


Pengguna Kontrak Berjangka

Para pengguna kontrak berjangka adalah produsen, pengolah, pedagang, eksportir, dan konsumen sebagai alat untuk melindungi dirinya dari risiko fluktuasi harga.

Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen karena harga komoditinya dapat diprediksi dan dikunci dengan baik.

Disamping “hedger” yaitu yang menggunakan kontrak berjangka untuk mengurangi risiko, di pihak sebaliknya ada yang disebut “investor” yaitu mereka yang ingin mencari keuntungan dari adanya fluktuasi harga.

Investor atau spekulator biasanya membeli kontrak berjangka pada saat harga rendah dan mejualnya pada saat harga naik, atau sebaliknya menjual kontrak berjangka pada saat harga diperkirakan akan mengalami penurunan dan membelinya kembali pada saat harga rendah.


Contoh Kegiatan Pasar Berjangka

Misalnya seorang produsen gula mengharapkan dapat menjual gula yang akan dihasilkannya dalam waktu dua atau tiga bulan mendatang.

Produsen tersebut mempertimbangkan bahwa untuk memperoleh keuntungan yang wajar, ia harus dapat menjual gula yang akan dihasilkannya pada harga $ 190/ton. 

Harga di pasar berjangka untuk tiga bulan mendatang adalah sebesar $ 204/ton yang menurut perhitungannya sudah cocok dengan harapannya.

Produsen tersebut kemudian menggunakan jasa pialang berjangka untuk menjual sejumlah kontrak di pasar berjangka yang ekuivalen dengan produk yang akan dihasilkannya untuk penyerahan di bulan Mei pada harga $ 204/ton.

Pada akhir April ketika produsen tersebut siap untuk menjual gulanya, ternyata harga gula di pasar fisik turun menjadi $ 170/ton, sementara harga untuk penyerahan di bulan Mei di pasar berjangka turun menjadi $ 180/ton.

Si produsen menjual gulanya di pasar lokal pada harga $ 170/ton, dan pada saat yang sama menginstruksikan kepada pialangnya untuk membeli kembali sejumlah kontrak yang sama di pasar berjangka untuk penyerahan bulan Mei pada harga $ 180/ton.

Berarti si produsen sekarang telah memiliki kontrak jual pada harga $ 204/ton dan kontrak beli pada harga $ 180/ton, yang memberikan keuntungan sebesar $ 24/ton di pasar berjangka.

Keuntungan ini ditambahkan pada penerimaan yang diperoleh dari pasar lokal pada harga $ 170/ton sehingga harga jual sebenarnya menjadi 194/ton.

Bila terjadi hal sebaliknya (harga naik), maka hasil akhirnya kurang lebih akan sama, harga di pasar lokal pada bulan Mei naik menjadi $ 210/ton, sedangkan harga kontrak penyerahan di pasar berjangka naik menjadi $ 220/ton.

Dengan demikian, produsen tersebut menderita kerugian di pasar berjangka sebesar $ 16/ton, sekaligus mengurangi hasil penjualannya di pasar lokal yang tadinya sebesar 210/ton menjadi sebesar 194/ton sebagai hasil yang diterima.


Biaya Perdagangan Berjangka

Semua pengguna pasar berjangka dipersyaratkan menyerahkan sejumlah uang yang disebut “margin” yang besarnya per kontrak umumnya berkisar antara 5-10% dari nilai kontrak.

Besarnya margin yang berbeda=beda tergantung pada komoditi, waktu, dan gejolak harga yang terjadi.

Dalam perjalanannya, margin ini mungkin memerlukan tambahan (margil call) karena berkurang dari margin awalnya karena pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakannya semula.

Bila saldo margin mencapai batas tertentu, kepada setiap nasabah yang memiliki posisi terbuka baik beli atau jual, harus menambah marginnya ke besaran semula (margin awal).

Margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan kodisi yang ada. Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh pialang berjangka yang besaran minimumnya ditetapkan bursa atas persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).


Lembaga Kliring Berjangka

Untuk menjamin performance atau dipenuhinya kontrak berjanga yang diperdagangkan di bursa, tersedia sesuatu lembaga penjamin yang disebut lembaga kliring berjangka.

Lembaga ini merupakan bagian dari bursa atau terpisah dari bursanya sebagai organisasi tersendiri. Lembaga kliring berjangka akan menjamin seluruh transaksi kontrak berjangka yang terjadi dibursa, yang setelah melaui proses kliring didaftarkan oleh anggota bursa berstatus anggota kliring kepada lembaga kliring.

Jadi, lembaga ini akan menjamin transaksi jika terjadi gagal bayar oleh pembeli ataupun gagal serah oleh produsen itu sendiri. Jadi lembaga ini akan memberikan pinjaman kepada pihak yang mengalami masalah saat waktu transaksi ditentukan yang tentunya memiliki bunga dengan tingkat suku bunga tertentu.

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Atas Barang Mewah

Dasar Hukum

Dasar hukum dari PPN adalah Undang-Undang Republik Indonesia No.42 tahun 2009. (yang mulai berlaku 1 April 2010.


Pengertian

PPN adalah pajak atas konsumsi barang dan jasa di daerah PABEAN (wilayah Republik Indonesia) yang dikenakan secara bertingkat di setiap jalur produksi dan distribusi.

PPnBM adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi barang kena pajak yang tergolong mewah di dalam daerah PABEAN.


Sifat/Karakter PPN

1. PPN adalah pajak tidak langsung

Maksudnya adalah pembeli atau penerima jasa membayar PPN kepada penjual atau pengusaha jasa, jadi tidak langsung dibayar ke kas negara.

2. PPN adalah pajak objektif

Maksudnya adalah pengenaan PPN tidak mempertimbangkan kondisi subjektif subjek pajak.

Jadi, mampu/tidak mampu, jika subjek pajak membeli barang yang dikenakan PPN, maka dia harus membayar PPN tersebut.

3. PPN bersifat multi stage levy

Maksudnya adalah PPN dikenakan berulang-ulang pada setiap mutasi BKP (Barang Kena Pajak)/ JKP (Jasa Kena Pajak), namun tidak menimbulkan pengenaan pajak ganda.

4. Perhitungan PPN terutang untuk dibayar ke kas

Maksudnya adalah negara menggunakan credit method, yaitu metode perhitungan PPN yang akan disetor ke kas negara dengan cara mengurangkan pajak atas perolehan (pajak masukan) dengan pajak atas penyerahan barang/jasa (pengeluaran).

5. PPN bersifat non kumulatif

Maksudnya adalah PPN tidak menimbulkan pengenaan pajak berganda.

6. PPN Indonesia menganut tarif tunggal

Jadi, PPN Indonesia menggunakan tarif tunggal yaitu 10%, namum dengan peraturan pemerintah, tarif dapat menjadi paling rendah 5% dan paling tinggi 15%.

7. PPN adalah pajak atas konsumsi dalam negri

Jadi, PPn hanya dikenakan atas barang atau jasa yang dikonsumsi di dalam daerah PABEAN RI.

8. PPN yang diterapkan di Indonesia adalan PPN tipe konsumsi

Jadi, PPN mendorong pengusaha melakukan peremajaan barang modal karena PPN atas pembelian aktiva dapat menjadi pengurangan dari PPN yang harus disetor ke kas negara.


Objek PPN

PPN dikenakan atas:

  1. Penyerahan BKP di dalam daerah PABEAN yang dilakukan oleh pengusaha.
  2. Impor BKP
  3. Penyerahan JKP di dalam daerah PABEAN yang dilakukan oleh pengusaha.
  4. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah PABEAN di dalam daearh PABEAN.
  5. Pemanfaatan JKP dari luar daerah PABEAN di dalam daerah PABEAN.
  6. Ekspor BKP berwujud oleh pengusaha kena pajak.
  7. Ekspor BKP tidak berwujud oleh PKP.
  8. Ekspor JKP oleh PKP.
  9. Membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan.
  10. Penyerahan BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh PKP, kecuali pajak masukkannya tidak dapat dikreditkan bedasarkan pasal 9 ayat 8 huruf B dan C.

Pengusaha

Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah PABEAN, melakukan usaha jasa termasuk mengekspor jasa atau memanfaatkan jasa dari luar daerah PABEAN.

PKP (Pengusaha Kena Pajak) adalah pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan/atau penyerahan JKP yang dikenai pajak bedasarkan undang undang ini. Batasan PKP adalah omzet setahun ≥ Rp4,8M.


Pengertuan Penyerahan BKP

  1. Penyerahan hak karena suatu perjanjian, misal tukar menukar, jual beli tunai atau angsuran.
  2. Pengalihan BKP karena perjanjian sewa beli/ perjanjian leasing.
  3. Penyerahan BKP kepada pedagang perantara/ juru lelang.
  4. Pemakaian sendiri/ pemberian cuma-cuma BKP, misal pemakaian untuk kepentingan pribadi pengusaha, karyawan/pemberian contoh untuk promosi.
  5. BKP berupa persediaan dan/atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, yang hasil tersisa pada saat pembubaran perusahaan.
  6. Penyerahan BKP dari pusat ke cabang lain dan sebaliknya dari cabang ke pusat dan penyerahan BKP antar cabang.
  7. Penyerahan BLP oleh PKP dalam rangka perjanjuan pembiayaan bedasarkan prinsip syariah, penyerahan dianggap langsung dari PKP penjual kepada pihak yang membutuhkan BKP.

Tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP

  1. Penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam KUHD (Kitab Undang-undang Hukum Dagang).
  2. Penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang.
  3. Penyerahan BKP dari pusat ke cabang dan antar cabang dalam hal PKP memperoleh izin tempat pemusatan pajak terutang.
  4. Pengalihan BKP dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan dan pengambilalihan usaha dengan syarat pihak yang melakukan pengalihan dan yang menerima pengalihan adalah PKP.
  5. BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan, yang pajak masukan atas perolehannya tidak dapat dikreditkan menurut ketentuan pasal 9 ayat 8 huruf B dan C.

Barang Tidak Kena PPN

  1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, meliputi minyak mentah, gas bumi, panas bumi, asbes, batu tulis, tanah liat, marmer, batu bara, buih besi, timah, emas, tembaga, nikel, perak, bauksit.
  2. Barang kebutuhab pokok yang dibutuhkan rakyat banyak seperti beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, susu, garam, daging segar tanpa olah, telur, buah, dan sayur.
  3. Makanan dan minuman yang disediakan di hotel, restoran, rumah makan, warung, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasaboga atau katering.
  4. Uang, emas batangan, dan surat beharga.

Jasa yang Tidak Kena PPN

  1. Jasa pelayanan kesehatan medis.
  2. Jasa pelayanan sosial.
  3. Jasa pengiriman surat dengan perangko.
  4. Jasa keuangan, misal deposito, kartu kredit.
  5. Jasa asuransi.
  6. Jasa keagamaan.
  7. Jasa pendidikan.
  8. Jasa kesenian dan hiburan.
  9. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan.
  10. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta udara dalam negri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar ngeri.
  11. Jasa tenaga kerja.
  12. Jasa perhotelan.
  13. Jasa yang disediakan pemerintah, misal IMB (Izin Mendirikan Bangunan), NPWP, KTP, SIUP.
  14. Jasa penyediaan tempat parkir.
  15. JAsa telepon umum dan uang logam.
  16. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos.
  17. Jasa boga/katering.

Karakteristik PPnBM

  1. Pengutan tambahan disamping PPN
  2. PPnBM tidak dapat dikreditkan.
  3. PPnBM dikenakan hanya 1 kali, yaitu pada saat impor BKP yang tergolong mewah/ pada saat penyerahan BKP yang tergolong mewah oleh pabrikan yang menghasilkannya.

Kriteria BKP yang Tergolong Mewah

  1. Barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok.
  2. Barang tersebut dikonsumsi untuk masyarakat tertentu.
  3. Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.
  4. Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status/gengsi.

Tarif Pajak

PPN:
10% untuk penyerahan BKP/JKP
2% untuk kegiatan membangun sendiri
0% untuk ekspor BKP tidak berwujud, ekspor BKP tidak berwujud dan ekspor JKP

PPnBM:
10%-200% untuk penyerahan BKP tergolong barang mewah.
0% untuk ekspor BKP tergolong mewah

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai