BPHTB – Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan

Pengertian

BPHTB atau Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan.


Perhitungan

BPHTB = Tarif pajak x NPOPTKP
BPHTB = 5% x (NPOP – NPOPTKP)

POPTKP = nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak.

NPOP adalah harga beli atau NJOP PBB diambil dari angka yang lebih tinggi.

NJOPTKP ditetapkan secara regional maksimal Rp 80.000.000, kecuali dalam hal perolehan hak karena waris atau hibah wasiat yang diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau ke bawah dengan pemberi hibah wasiat (termasuk suami/istri), maka NPOPTKP dotetapkan maksimal Rp 350 juta.

Yang dikecualukan dari pengenaan BPHTP:

  1. Perwakilan diplomatik, konsulat dengan asas timbal balik.
  2. Negara untuk kepentingan umum.
  3. Organisasi internasional.
  4. Konversi hak (dari hak guna bangunan menjadi hak milik) sepanjang kepemilikan tidak berubah.

Besarnya BPHTP untuk hibah atau warisan dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau ke bawah (termasuk suami/istri) adalah 50% x BPHTB terutang.

PBB – Pajak Bumi dan Bangunan

Pengertian

PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dikenakan kepada subjek yang mempunyai hak atas bumi atau memperoleh manfaat atas bumi dan/atau memiliki atau memperoleh manfaat atas bangunan.


Tarif PBB

  1. Untuk NJOP < Rp 200.000.000, tarif PBB 0,01% x (NJOP – NJOPTKP)
  2. Untuk NJOP Rp 200.000.000 sampai < Rp 2M, tarif PBB 0,1% x (NJOP – NJOPTKP)
  3. Untuk NJOP Rp 2M sampai < Rp 10M, tarif PBB 0,2% x (NJOP – NJOPTKP)
  4. Untuk NJOP ≥ Rp 10M, tarif PBB 0,3% x (NJOP – NJOPTKP)

NJOP = Nilai Jual Objek Pajak NJOPTKP = Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak   Besarnya NJOPTKP untuk wilayah Jakarta adalah Rp 15.000.000


Objek pajak yang tidak dikenakan PBB adalah:

  1. Digunakan untuk melayani kepentingan umum di bidang keagamaan, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional.
  2. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala.
  3. Merupakan hutan lindung, hutan wisata, taman nasional.
  4. Digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsulat bedasarkan asas timbal balik (Indonesia di negara konsulat itu berasal, juga tidak mengenakan PBB)
  5. Digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional.

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepala daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan bedasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan daerah.

Retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.


Jenis dan tarif pajak daerah:

Pajak daerah dibagi 2, yaitu:

Pajak propinsi, terdiri dari:

  1. Pajak kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air, tarif 5% dari nilai jual kendaraan.
  2. Bea balik nama kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air, tarif 10% dari nilai jual kendaraan bermotor.
  3. Pajak bahan bakar kendaraan bermotor, tarif 5% dari nilai jual bahan bakar kendaraan bermotor.
  4. Pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan, tarif 20% dari nilai perolehan air yang diambil dan dimanfaatkan.

Pajak kabupaten/kota, terdiri dari:

  1. Pajak hotel, tarif 10% dari jumlah pembayaran yang dilakukan kepada hotel.
  2. Pajak restoran, tarif 10% dari jumlah pembayaran yang dilakukan kepada restoran.
  3. Pajak hiburan, tarif 35% dari jumlah pembayaran untuk menikmati hiburan.
  4. Pajak reklame, tarif 25% dari nilai sewa reklame.
  5. Pajak penerangan jalan, tarif 10% dari nilai jual tenaga listrik yang terpakai.
  6. Pajak pengambilan bahan galian golongan C, tarif 20% dari nilai jual hasil pengambilan bahan galian golongan C.
  7. Pajak parkir, tarif 20% dari penerimaan parkir.
  8. Pajak sarang burung walet, tarif 10% dari nilai jual sarang burung walet.
  9. Pajak bumi dan bangunan (PBB), tarif dapat dilihat di : Pajak Bumi dan Bangunan
  10. Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), tarif dapat diliat di: Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan

Jenis dan tarif retribusi daerah:

  1. Retribusi jasa umum, misal pelayanan kesehatan, sampah.
  2. Retribusi jasa usaha, misal usaha bengkel, tempat penginapan.
  3. Retribusi pinjaman tertentu, misal IMB (Izin Mendirikan Bangunan), izin peruntukkkan penggunaan tanah.

Segala Hal Tentang Pajak

Pengertian Pajak

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara bedasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan, dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Menurut UU RI No.`16 Tahun 2009 tentang : “Ketentuan umum dan tata cara perpajakan (KUP)” :

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa bedasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Fungsi Pajak

Fungsi pajak dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Budgetair (Sumber Keuangan Negara)

Artinya pajak merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran baik rutin maupun pembangunan.  

2. Regularend (Pengatur)

Artinya pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi serta mencapai tujuan-tujuan tertentu diluar bidang keuangan.


Pengertian Hukum Pajak

Menurut R.Santoso Brotodihardjo, Hukum pajak adalah keseluruhan dari peraturan-peraturan yang meliputi wewenang pemerintah untuk mengambil kekayaan seseorang dan menyerahkannya kembali kepada masyarakat dengan melaui kas negara.


Pembagian Hukum Pajak

Pembagian hukum pajak dibagi menjadi 2 meliputi:

1. Hukum Pajak Materil

Hukum pajak materil merupakan norma-norma yang menjelaskan keadaan, perbuatan, dan pristiwa hukum yang harus dikenakan pajak, dan berapa besarnya pajak.

2. Hukum Pajak Formil

Hukum pajak formil merupakan peraturan-peraturan mengenai berbagai cara untuk mewujudkan hukum materil menjadi kenyataan.


Teori Pemungutan Pajak

1. Teori Asuransi

Teori asuransi menyatakan bahwa negara bertugas untuk melindungi orang dan segala kepentingannya, meliputi keselamatan dan keamanan jiwa, dan juga harta benda.  

2. Teori Kepentingan

Teori kepentingan menyatakan bahwa sudah sewajarnya jika biaya-biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk menunaikan kewajibannya dibebankan kepada masyarakat.  

3. Teori Gaya Pikul

Teori gaya pikul menyatakan bahwa dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada jasa-jasa yang diberikan negara kepada warganya.  

4. Teori Kewajiban Pajak Mutlak

Teori kewajiban pajak mutlak menyatakan bahwa sudah menjadi suatu kewajiban mutlak bagi setiap orang untuk membuktikan tanda baktinya terhadap negara dalam bentuk pembayaran pajak.  

5. Teori Asas Gaya Beli

Yaitu negara mengambil gaya beli dari rumah tangga untuk rumah tangga negara dan kemudian menyalurkannya kembali ke masyarakat.


Tarif Pajak

Tarif pajak dibagi menjadi 4 meliputi:

1. Tarif Tetap

Tarif tetap adalah tarif berupa jumlah atau angka yang tetap, berapapun besarnya dasar pengenaan pajak.

Misal bea materai Rp.6.000 untuk kwitansi senilai Rp.5.000.000 ataupun Rp.100.000.000.

2. Tarif Proposional

Tarif proposional adalah tarif berupa persentasi tertentu yang sifatnya tetap terhadap berapapun dasar pengenaannya.

Misal pajak restoran 10% berlaku untuk semua tagihan restoran berapapun nilainya tetap 10%.

3. Tarif Progresif

Tarif progresif adalah tarif berupa persentase tertentu yang semakin meningkat dengan semakin meningkatnya pengenaan pajak.

Misal pajak penghasilan orang pribadi :
5% untuk penghasilan kena pajak 0-50 jt
15% untuk penghasilan kena pajak 50-250 jt
25% untuk penghasilan kena pajak 250-500 jt
30% untuk penghasilan kena pajak 500 jt

4. Tarif Regresif

Tarif regresif adalah kebalikan dari tarif pajak progresif dimana tarif pajak regresif adalah tarif pajak dimana nilainya semakin menurun dengan semakin besarnya dasar pengenaan pajak.

Hanya saja tarif ini tidak diterepkan di Indonesia.


Jenis Pajak

1. Menurut Golongan

Menurut golongannya, pajak dibagi menjadi 2 yaitu:

Pajak Langsung, yaitu pajak yang harus dipikul atau ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain.

Contohnya seperti pajak penghasilan yang dikenakan kepada orang yang memperoleh penghasilan.

Pajak Tidak Langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain atau pihak ketiga.

Contohnya seperti pajak pertambahan nilai akan dibebankan kepada konsumen pribadi yang membeli barang.

2. Menurut Sifat

Menurut sifatnya, pajak dibagi menjadi 2 yaitu :

Pajak Subjektif, yaitu pajak yang pengenaannya memperhatian keadaan pribadi wajib pajak.

Contohnya PPh yang lebih kecil untuk wajib pajak yang mempunyai anak (maksimal 3 yang ditanggung) jika dibandingkan dengan yang belum menikah.

Pajak Objektif, yaitu pajak yang pengenaannya memperhatikan objeknya, tanpa memperhatikan keadaan pribadi subjek pajak maupun tempat tinggal.

Contohnya, jika seseorang membeli barang yang dikenakan pajak PPN, maka mampu tidak mampu sang pembeli harus membayar pajak PPN.

3. Menurut Lembaga Pemungut

Menurut lembaga pemungutnya pajak dibagi menjadi 2 yaitu :

Pajak Negara/Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara pada umumnya.

Contohnya PPH, PPN.

Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah baik pajak propinsi atau pajak Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah masing-masing.

Contohnya Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak hotel, pajak restoran.


Tata Cara Pemungutan Pajak

1. Stelsel Pajak

Pemungutan pajak dapat dilakukan dengan 3 stelsel yaitu :

Stelsel nyata (Rill) mengatakan bahwa pengenaan pajak didasarkan pada objek yang sesungguhnya terjadi.

Contohnya seperti PPh (Pajak pertambahan harga) akan dikenakan terhadap beberapa penghasilan sebenarnya yang diterima oleh wajib pajak.

Stelsel anggapan (Fiktif) mengatakan bahwa pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh undang-undang.

Contohnya seperti perhitungan pajak PPh bagi wajib pajak yang baru memulai usaha.

Stelsel campuran merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan stelsel anggapan.

Contohnya seperti perhitungan PPh kurang bayar yang bedasarkan perhitungan penghasilan yang sesungguhnya diterima dikurangi dengan pajak yang telah dibayar selama tahun berjalan.

2. Asas Pemungutan Pajak

Terdapat 3 asas dalam pemungutan pajak yaitu :

Asas domisil, mengatakan bahwa negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak yang bertempat tinggap di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negri.

Asas sumber, mengatakan bahwa negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak.

Contohnya wajib pajak asing yang bekerja dan memperoleh gaji di Indonesia akan dikenakan pajak penghasilan.

Asas kebangsaan, mengatakan bahwa pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.

Asas ini tidak diterapkan di Indonesia.

3. Sistem Pengenaan Pajak

Terdapat 3 sistem pengenaan pajak, yaitu :

Official assestment system, mengatakan bahwa aparatur perpajakan berwenang untuk menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang setiap tahunnya sesuai dengan pertaturan perundang-undangan pajak yang berlaku.   Sistem ini tidak diterapkan di Indonesia.

Self assestment system, mengatakan bahwa wajib pajak berwenang untuk menghitung sendiri, membayar, dan melaporkan jumlah pajak yang terutang setiap tahunnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku.

With holding system, mengatakan bahwa pihak ketiga yang ditunjuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku.

Contohnya perusahaan akan menghitung dan memotong pajak atas gaji karyawannya.


Timbulnya Utang Pajak

Terdapat 2 ajaran mengenai timbulnya utang pajak, yaitu :  

1. Ajaran Materil

Mengatakan bahwa utang pajak timbul karena diberlakukannya undang-undang perpajakan.  

2. Ajaran Formil

Mengatakan bahwa utang pajak timbul karena dikeluarkannya surat ketetapan pajak oleh fiskus (pemerintah).


Berakhirnya Utang Pajak

Utang pajak akan berakhir jika:

  • Pembayaran/Pelunasan
  • Kompensasi kerugian maksimal 5 tahun
  • Kompensasi kelebihan pembayaran pajak (khusus PPn)
  • Daluwarsa, dalam jangka waktu 10 tahun
  • Pembebasan/Penghapusan

Teks Eksplanasi (Pengertian, Struktur, Kaidah, dan Contoh)

Mungkin kalian sering mendengar tentang teks eksplanasi, sesuai namanya jika teks eksplanasi diartikan akan memiliki arti sebagai sebuah teks yang menjelaskan tentang sesuatu.

Anda mungkin akan pertama kali mengenal tentang teks eksplanasi saat duduk di bangku SMP/SMA, dimana materi tentang teks ini pertama kali dijelaskan.

Hanya saja, sebenarnya teks eksplanasi ini sering sekali kita jumpai di kehidupan sehari-hari, misalnya saat membaca koran, majalah, atau bahkan media online.

Tapi, apa pengertian sesungguhnya dari teks eksplanasi yang sebenarnya?


Pengertian Teks Eksplanasi

Arti kata teks eksplanasi berasal dari bahasa inggris yaitu “explanation text” yang artinya:

“Text which tells processes relating to forming of natural, social, scientific and cultural phenomena. Explanation text is to say ‘why’ and ‘how’ of the forming of the phenomena. It is often found in science, geography and history text books.”

Dimana jika diartikan, Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses “bagaimana” dan “mengapa” atas suatu pristiwa yang berkaitan dengan fenomena alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan.

Sedangkan, pengertian dari teks eksplanasi menurut para ahli adalah :

Menurut Restuti, teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses atau fenomena alam dan sosial.

Sedangkan menurut Mahsun, teks eksplanasi adalah teks yang dibuat dengan struktur yang terdiri dari bagian yang menunjukkan pernyataan umum (pembuka), deretan penjelasan (isi), serta interpretasi (penutup).


Struktur Teks Eksplanasi

Pada dasarnya struktur dari teks eksplanasi dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Pernyataan Umum.
  2. Deretan Penjelasan.

Namun, biasanya pada teks eksplanasi ditambahkan juga interpretasi (penutup), sehingga membuat struktur teks eksplanasi menjadi :

  1. Pernyataan Umum.
  2. Deretan Penjelasan.
  3. Interpretasi.

1. Pernyataan Umum

Pertanyaan umum merupakan bagian yang terletak di paling awal teks eksplanasi, dimana biasanya bagian ini biasanya menjelaskan mengenai fenomena atau isu yang akan dibahas pada teks eksplanasi secara umum saja.

Penjelasan umum yang dijelaskan pada bagian ini hanya berupa gambaran umum mengenai apa, mengapa, dan bagaimana suatu fenomena atau isu tersebut dapat terjadi.

Contohnya, pada teks eksplanasi yang membahas mengenai fenomena alam gempa bumi, maka pada bagian Pertanyaan Umum ini, hanya dibahas mengenai apa gempa bumi itu, mengapa gempa bumi terjadi, dan bagaimana pristiwa gempa bumi itu terjadi.

2. Deretan Penjelasan

Deretan penjelasan merupakan bagian yang menjelaskan tentang proses terjadinya suatu fenomena atau isu yang dibahas dari awal sampai akhir.

Bagian ini juga berfungsi untuk merincikan topik pembahasan yang telah dibahas sebelumnya di bagian pertama (peryataan umum).

Karena bagian ini merupakan isi dari teks eksplanasi, sehingga bagian ini merupakan bagian paling panjang, dan biasanya lebih dari 1 paragraf.

Contohnya, jika masih membahas tentang topik tentang gempa bumi. Maka yang dibahas pada bagian ini adalah merincikan mengapa gempa bumi dapat terjadi, dan juga menjelaskan penyebab dan akibat dari gempa bumi.

3. Interpretasi (penutup)

Interpretasi juga merupakan bagian dari struktur teks eksplanasi yang sesungguhnya tidak wajib ditambahkan.

Interpretasi (penutup) merupakan bagian akhir pada teks eksplanasi yang berisi tentang kesimpulan dari teks eksplanasi tersebut.

Dimana biasanya berisi tentang tanggapan dari pengarang tentang topik yang dibahas dari teks eksplanasi tersebut.


Kaidah Teks Eksplanasi

 Terdapat juga kaidah kebahasaan yang harus digunakan dalam teks eksplanasi yaitu meliputi :

  1. Berfokus pada hal-hal terjadi secara umum (bukan karena manusia).
    Contoh : hujan, gempa bumi, tsunami, matahari.
  2. Menggunakan kata penghubung karena menjelaskan tentang urutan alur pristiwa.
    Contoh : mula-mula, selanjutnya, kemudian.
  3. Banyak menggunakan kalimat pasif.
    Contoh : gempa bumi terjadi karena …..
  4. Banyak menggunakan istiliah alamiah, karena topik yang dibahas merupakan sesuatu yang terjadi secara umum (alamiah).

Contoh Teks Eksplanasi

Tsunami

Istiliah “Tsunami” berasal dari bahasa Jepang yaitu dari kata “Tsu” yang artinya pelabuhan, dan “Nami” yang artinya gelombang. Sehingga secara harafiah tsunami diartikan sebagai ombak besar yang terjadi di pelabuhan.

Tsunami biasanya disebabkan oleh gempa bumi dalam laut. Dimana, gerakan vertikal dari kerak bumi mengakibatkan ketidakseimbangan air diatasnya. Sehingga, dapat menimbulkan gelombang besar sampai ke pantai.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut dimana gelombang tersebut terjadi. Dimana kecepatannya akan berkurang ketika masuk ke permukaan yang semakin dangkal. Hanya saja, tinggi gelombangnya yang justru meningkat.

Sehingga, hal ini membuat tsunami sebagai salah satu bencana yang dapat menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Karena tsunami dapat menghapus bersih dan menyeret apa saja yang dilauinya. Oleh karena itu kita harus selalu waspada dan berhati-hati atas bencana alam tsunami ini.

Mengenal Tentang Simple Present Tense

Apa itu Simple Present Tense?

Banyak yang bertanya apakah simple present tense itu ?

Simple present tense atau yang biasa lebih sering disebut present tense adalah bentuk kata yang paling sering digunakan bahasa inggris dan digunakan untuk menjelaskan keadaan atau kondisi yang terjadi saat ini.


Rumus Simple Present Tense

Bentuk Positif

Rumus yang digunakan dalam simple present tense pada umumnya adalah subject (S) ditambah kata kerja dalam bentuk yang paling dasar (Verb 1).

Jadi rumus untuk bentuk positif dari present simple adalah:

Subject + Verb 1 (+s/es) + Compliment

Contohnya:

  • I go to school.
  • You know the answer.
  • Sarah catches a butterfly.
  • He goes to mall.

Yang dimaksud subject (S) adalah orang atau sesuatu yang sedang dibicarakan.

Sedangkan yang dimaksud verb (V) adalah tindakan atau sesuatu yang sedang dilakulan oleh subjek tersebut dan compliment merupakan kata keterangan.  

Singular / Plural

Sebelum masuk ke bentuk negatif dan interogatif dari simple present, perlu juga anda ketahui mengenai singular dan plural.

Singular dan plural ini sangat penting untuk menentukan kapan harus menambahkan s/es pada akhirkan suatu kata kerja.

Seperti yang dapat dilihat pada contoh yang sebelumnya, terdapat kata kerja yang akhirannya ditambahkan s/es (catch →catches, go → goes) dan juga ada yang tidak.

Singular

Pada dasarnya, kita menambahkan s/es karena subjek yang dibahas dalam bentuk singular (subjeknya tunggal).

Jika subjeknya singular, maka kata kerja (Verb) nya juga harus singular (ditambah s/es).

Suatu subjek dianggap singular jika subek yang dibahas adalah tunggal.

Contohnya :

  • Budi reads book everyday.
  • Sarah eats apple.

Selain itu, suatu subjek juga dianggap singular jika subjek yang dibahas adalah kata ganti orang ketiga tunggal (he, she, it).

Contohnya:

  • She goes to school everyday.
  • He plays basketball.

Kapan harus menambahkan “s” dan kapan harus menambahkan “es” pada akhiran suatu kata kerja yang berbentuk singular ?

Biasanya, untuk kata kerja yang memiliki akhiran O, CH, X, atau Z ditambahkan akhiran “es” pada kata kerja tersebut jika bentuknya singular.

Jadi kata kerja dengan akhiran selain diatas, biasanya hanya perlu ditambahkan akhiran “s” saja.

Hanya saja, khusus untuk kata kerja yang memiliki akhiran Y, maka jika sebelum huruf Y diikuti dengan huruf konsonan (huruf konsonan + Y), maka bentuk singularnya harus ditambahkan akhiran “ies” dan menghapus akhiran Y.

Jika sebelum huruf Y diikuti dengan huruf vokal (huruf vokal + Y), maka bentuk singularnya hanya tinggal ditambah akhiran “s“.

Contohnya :

  • Go → Goes
  • Match → Matches
  • Fix → Fixes
  • Buzz → Buzzes
  • Carry → Carries
  • Buy → Buys

Plural

Kita tidak perlu menambahkan s/es karena subjek yang dibahas dalam bentuk plural (jamak/ lebih dari 1).

Jadi jika subjeknya plural, maka kata kerjanya harus plural (bentuk kata kerja umum / tidak perlu ditambah s/es).

Seperti artinya (plural), suatu subjek dianggap plural jika subjeknya lebih dari satu.

Contohnya:

  • Budi and Anton read book everyday.
  • My kids eat a lot.

Suatu subjek juga dianggap plural jika subjek yang dibahas adalah orang pertama (I), orang kedua (you), dan kata ganti orang ketiga (we, they).

Contohnya:

  • I go to school.
  • They play basketball.
  • You know me.
  • We work very hard.

Bentuk Negatif

Pada dasarnya, jika kita ingin menggunakan bentuk negatif dalam simple present tense, maka kita hanya perlu menambahkan auxiliary verb (kata kerja pembantu → Do not / Does not) diantara Subject (S) dan Verb (V) nya.

Jika subjeknya dalam bentuk singular, maka ditambahkan auxiliary “does” sedangkan kata kerja (verb) kembali ke bentuk paling dasar atau simple (tidak perlu ditambahkan s/es atau biasa disebut infinitive).

Sebaliknya jika subjek adalah plural, maka ditambahkan auxiliary “do” dan kata kerjanya tetap menggunakan bentuk sederhana (tidak perlu ditambah s/es).

Karena dalam bentuk negatif, auxiliary verb ini sudah mewakili kata kerja (verb) dari subjek tersebut.

Jadi rumus untuk bentuk negatif dalam simple present adalah:

Subject + Do/Does + Not + Verb 1 (infinitive)

Contohnya:

  • I do not go to school.
  • You don’t know the answer.
  • Sarah doesn’t catch a butterfly.

Bentuk Interogatif

Sama dengan bentuk negatif, kita juga perlu menambahkan auxiliary verb (kata kerja pembantu) jika menggunakan bentuk interogatif dalam present simple.

Sehingga kata kerja yang digunakan adalah dalam bentuk paling dasar (infinitive).

Hanya saja, karena merupakan bentuk interogatif, kita tidak perlu menambahkan kata “not” setelah auxiliary verb nya.

Berbeda dangan bentuk negatif, letak auxiliary verb dalam bentuk interogatif present simple biasanya diletakkan di awal kalimat dan diikuti dengan kata subjek, lalu baru kata kerjanya (verb).

Jadi rumus untuk bentuk interogatif dalam simple present adalah:

Do/Does + Subject + Verb 1 (infinitive)

Selain itu, kita juga dapat menambahka unsur 5W + 1H di awal kalimat dalam bentuk interogatif dari simple present ini.

Contohnya:

  • Do you live here?
  • Does she go to school today?
  • What does he want?

Lingking Verb

Bagaimana jika dalam suatu kalimat tidak terdapat kata kerja?

Maka, solusinya adalah dengan menambahkan lingking verb, sesuai dengan artinya “kata kerja penghubung”, sehingga fungsinya adalah untuk menghubungkan subjek dengan informasi (menggantikan kata kerja).

Dalam simple present, terdapat 3 lingking verb yang sering digunakan yaitu:

  • Is/Am/Are (lingking verb)

Karena kalimat tersebut tidak memiliki verb, sehingga rumusnya menjadi :

  • Positif :

Subject + Lingking Verb + Compliment

  • Negatif :

Subject + Lingking Verb + Not + Compliment

  • Interogatif :

Lingking Verb + Subject + Compliment

Kapan harus menggunakan Is/Am/Are ?

  • Jika subjeknya adalah orang pertama (contohnya I), maka lingking verb yang harus digunakan adalah Am.
  • Jika subjeknya adalah orang kedua (contohnya : you) atau kata orang ketiga plural (contohnya : we, they) maka lingking verb yang harus digunakan adalah Are.
  • Jika subjeknya adalah orang ketiga singular (contohnya : he, she, it) maka lingking verb yang harus digunakan adalah Is.

Contoh (is) :

  • (+) Anton is angry.
  • (-) Anton isn’t angry.
  • (?) is Anton angry ?

Contoh (am) :

  • I am lucky.
  • I am not lucky.
  • Am I lucky ?

Contoh (are) :

  • (+) They are handsome.
  • (-) They are not hadsome.
  • (?) Are they handsome ?

Penggunaan Lain Dalam Simple Present

Selain untuk menjelaskan kondisi atau keadaan yang terjadi saat ini, kita juga dapat menggunakan simple present tense untuk :

  1. Mengutarakan pikiran dan perasaan.
    Contoh :
    • I think so.
    • I like it.
  2. Tindakan yang dilakukan berulang-ulang.
    Contoh :
    • Budi goes to school everyday.
    • We come here every week.
  3. Fakta umum, atau sesuatu yang tetap sama untuk jangka waktu yang cukup lama.
    Contoh :
    • He lives in an apartment.
    • The sun rises from the east.
  4. Frasa,
    Contoh :
    • I promise.
    • I agree.
  5. Pertanyaan dalam bentuk negatif.
    Contoh :
    • Why don’t we go out ?
  6. Untuk menjelaskan kejadian di masa depan.
    Contoh :
    • The new semester starts next week.

Praktikum Kerja Enzim Katalase Pada Hati Ayam

1. Tujuan Percobaan

  • Mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim Katalase

2. Dasar Teori

Enzim adalah molekul komples berbasis protein yang dihasilkan oleh sel-sel. Enzim ikut terlibat dalam berbagai reaksi biokimia. Tiap-tiap enzim yang terdapat dalam tubuh kita dapat mempengaruhi reaksi kimia tertentu.

Enzim berperan sebagai katalis organik, enzim mempercepat kecepatan reaksi yang terjadi. Jika tidak ada enzim, reaksi kimia akan menjadi sangat lambat. Berbagai reaksi juga mungkin tidak akan terjadi jika tidak terdapat enzim yang tepat di dalam tubuh.

Enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia berkali-kali lipat. Studi telah menemukan bahwa enzim dapat mempercepat reaksi kimia sampai 10 milyar kali lebih cepat.

Zat kimia yang hadir pada awal proses biokimia disebut sebagai substrat, yang mengalami perubahan kimia membentuk produk akhir.

Konsentrasi substrat atau enzim dapat berdampak pada aktivitas enzim. Selain itu, kondisi lingkungan seperti suhu, pH, kehadiran inhibitor, dan yang lainya turut mempengaruhi aktivitas enzim.  

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim

  1. Suhu

Semua enzim membutuhkan suhu yang cocok agar dapat bekerja dengan biak. Laju reaksi biokimia meningkat seiring kenaikan suhu. Hal ini karena panas meningkatkan energi kinetik dari molekul sehingga menyebabkan jumlah tabrakan diantara molekul-molekul meningkat.

Sedangkan dalam kondisi suhu rendah, reaksi menjadi lambat karena hanya terdapat sedikit kontak antara substrat dan enzim.

Namun, suhu yang ekstrim juga tidak baik untuk enzim. Di bawah pengaruh suhu yang sangat tinggi, molekul enzim cenderung terdistorsi, sehingga laju reaksi pun jadi menurun.

Enzim yang terdenaturasi gagal melaksanakan fungsi normalnya. Dalam tubuh manusia, suhu optimum di mana kebanyakan enzim menjadi sangat aktif berada pada kisaran 35°C sampai 40°C.

Ada juga beberapa enzim yang dapat bekerja lebih baik pada suhu yang lebih rendah daripada ini.

  1. Nilai pH

Efisiensi suatu enzim sangat dipengaruhi oleh nilai pH atau derajat keasaman sekitarnya. Ini karena muatan komponen asam amino enzim berubah bersama dengan perubahan nilai pH.

Secara umum, kebanyakan enzim tetap stabil dan bekerja baik pada kisaran pH 6 dan 8. Tapi, ada beberapa enzim tertentu yang bekerja dengan baik hanya di lingkungan asam atau basa.

Nilai pH yang menguntungkan bagi enzim tertentu sebenarnya tergantung pada sistem biologis tempat enzim tersebut bekerja.

Ketika nilai pH menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka struktur dasar enzim dapat mengalami perubahan.

Sehingga sisi aktif enzim tidak dapat mengikat substrat dengan benar, sehingga aktivitas enzim menjadi sangat terpengaruhi. Bahkan enzim dapat sampai benar benar berhenti berfungsi.  

  1. Konsentrasi Substrat

Jelas saja konsentrasi substrat yang lebih tinggi berarti lebih banyak jumlah molekul substrat yang terlibat dengan aktivitas enzim.

Sedangkan konsentrasi substrat yang rendah berarti lebih sedikit jumlah molekul substrat yang dapat melekat pada enzim, menyebabkan berkurangnya aktivitas enzim.

Tapi ketika laju enzimatik sudah mencapai maksimum dan enzim sudah dalam kondisi paling aktif, peningkatan konsentrasi substrat tidak akan memberikan perbedaan dalam aktivitas enzim.

Dalam kondisi seperti ini, di sisi aktif semua enzim terus terdapat substrat, sehingga tidak ada tempat untuk substrat ekstra.

  1. Konsentransi Enzim

Semakin besar konsentrasi enzim maka kecepatan reaksi akan semakin cepat pula. Konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi, tentunya selama masih ada substrat yang perlu diubah menjadi produk.

  1. Aktivator dan Inhibitor

Aktivator merupakan molekul yang membantu enzim agar mudah berikatan dengan substrat.

Inhibitor adalah substansi yang memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas enzim. Inhibitor enzim memiliki dua cara berbeda mengganggu fungsi enzim.

Berdasarkan caranya, inhibitor dibagi menjadi 2 kategori: inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif.

Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sama dengan molekul substrat, inhibitor ini melekat pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi pembentukan ikatan kompleks enzim-substrat.

Inhibitor non-kompetitif dapat melekat pada sisi enzim yang bukan merupakan sisi aktif, dan membentuk kompleks enzim-inhibitor. Inhibitor ini mengubah bentuk/struktur enzim, sehingga sisi aktif enzim menjadi tidak berfungsi dan substrat tidak dapat berikatan dengan enzim tersebut.


3. Alat dan Bahan

Alat:

  • Mortar
  • Pipet tetes
  • Tabung reaksi
  • Spatula
  • 2 buah gelas kimia
  • Termometer
  • Lidi
  • Lilin
  • Korek api

Bahan:

  • Hati ayam
  • Air panas
  • Es batu
  • H2O2 30%
  • H2SO4 5 M
  • NaOH 5 M

4. Prosedur Kerja

  1. Ambillah hati ayam secukupnya, lalu gunakan mortar untuk membuat hati ayam menjadi lebih halus ( ekstrak hati ayam ).
  2. Masukkan ekstrak hati ayam ke dalam tabung reaksi A, B, C, D, dan E ( masing masing setinggi 1 cm tabung reaksi ).
  3. Masukkan air panas ke dalam salah satu gelas kimia lalu taruhlah tabung reaksi A ke dalam gelas kimia yang berisi air panas.
  4. Selanjutnya masukkan es batu ke dalam gelas kimia satu lagi lalu taruhlah tabung reaksi B ke dalam gelas kimia yang berisi es batu.
  5. Teteskanlah 20 tetes H2SO4 dengan menggunakan pipet tetes ke dalam tabung reaksi C.
  6. Teteskanlah 20 tetes NaOH ke dalam tabung reaksi D.
  7. Teteskanlah 10 tetes H2O2 ke dalam tabung reaksi E.
  8. Usahakan agar tetesan larutan kimia tidak mengenai dinding tabung reaksi.
  9. Setelah itu, tambahkan 10 tetes H2O2 ke semua tabung reaksi.
  10. Selanjutnya, amatilah gelembung gas pada setiap tabung reaksi dan catat hasil pengamatan.
  11. Lalu siapkan lidi yang membara untuk uji nyala bara api terhadap semua tabung reaksi dan catat hasil pengamatan.

5. Data Hasil Percobaan

TabungPerlakuan PercobaanGelembung GasNyala Bara Api
A Hati + H2O2 ++Menyala Terang
B Hati + NaOH + H2O2 +++Menyala Sangat Terang
C Hati + H2SO4 + H2O2 +Tidak Menyala
D Hati + H2O2 (dalam air panas) +Tidak Menyala
E Hati + H2O2 (dalam es batu) ++Menyala Terang

Keterangan :
+ = jumlah gelembung sedikit.
++ = jumlah gelembung sedang.
+++ = jumlah gelembung banyak.


6. Analisa Hasil Percobaan

Dari data percobaan diatas maka dapat ditentukan :

  • Variabel Bebas : NaOH, H2SO4, dan suhu.
  • Variabel Terikat : Banyak gelembung dan nyala bara api.
  • Variabel Kontrol : H2O2 dan ektrak hati ayam.

Dari kelima tabung tersebut, yang menghasilkan gelembung terbanyak pada tabung ke B dimana merupakan campuran dengan NaOH. Tabung B terdapat gelembung terbanyak karena Enzim laktase bekerja optimal pada keadaan ph basa.

Dari kelima tabung tersebut, nyala bara api terbesar pada ekstrak hati dalam keadaan basa. Alasanya karena kerja enzim laktase optimum dalam keadaan basa. Gas yang dihasilkan pada reaksi tersebut adalah gas oksigen hal ini dibuktikan dengan nyala bara api.

Apakah perbedaan ukuran gelembung gas menunjukkan perbedaan kandungan oksigennya ?

Dari hasil percobaan ini didapatkan bahwa, perbedaan ukuran gelembung gas tidak menunjukkan perbedaan kandungan oksigennya. Tetapi yang menunjukkan perbedaan kandungan oksigennya adalah jumlah gelembung yang dihasilkan.


7. Kesimpulan

Enzim katalase adalah enzim yang akan rusak pada suhu panas, karena dari hasil percobaan kami, suhu air kira kira 76 derajat celcius dimana enzim tersebut rusak, hal itu dapat dilihat dari perubahan warna dari ekstrak hati tersebut.

Pada suhu dingin enzim dalan keadaan instirahat. Hal ini dibuktikan dengan gelombang yang lebih banyak dan warna ekstrak hati yang tak berubah.

pH atau tingkat keasaman juga mempengaruhi kerja enzim laktase, karena enzim laktase pada PH asam lebih sedikit dan basa jauh lebih banyak.

Dan juga kerja enzim laktase lebih optimum pada keadaan basa. Hal ini dibuktikan dengan gelembung terbanyak yang terdapat pada keadaan basa.


8. Lampiran

Hati + H2O2, H2So4, NaOH

Tabung 1 : Hati + H2O2
Tabung 2 : Hati + H2SO4 + H2O2
Tabung 3 : Hati + NaOH + H2O2

Hati Dalam Air Panas

Hati Dalam Air Panas

Hati Dalam Es Batu

Hati Dalam Es Batu

Praktikum Gaya Magnet LORENTZ

1. Tujuan Percobaan

  • Mengamati terjadinya gaya Lorentz pada kawat lurus berarus dalam medan magnet.
  • Mengamati arah gaya Lorentz pada kawat lurus berarus dalam medan magnet.

2. Alat dan Bahan

  • Batang magnet 2 buah.
  • Seutas kawat dari kabel serabut 50 cm (bisa juga menggunakan aluminium foil).
  • Adaptor.
  • Saklar jembatan 1 buah.
  • Amperemeter 1 buah.
  • Rheostat 1 buah.
  • Statif 1 buah.
  • Kabel hubung secukupnya.

3. Landasan Teori

Sebuah kawat lurus yang berarus listruk jika diletakkan dalam medan magnet maka akan mengalami gaya Lorentz.

Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet (B).

Jika ada sebuah penghantar yang dialiri arus listrik dan penghantar tersebut berada dalam medan magnetik maka akan timbul gaya yang disebut dengan nama gaya magnetik atau dikenal juga nama gaya lorentz.

Arah dari gaya lorentz selalu tegak lurus dengan arah kuat arus listrik (l) dan induksi magnetik yang ada (B).

Arah gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet, B, seperti yang terlihat dalam rumus berikut:

F = q (v x B)

Dimana:
F adalah gaya (dalam satuan unit newton).
B adalah medan magnet (dalam unit tesla).
q adalah muatan listrik (dalam satuan coulomb).
v adalah arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik).

Untuk gaya Lorentz yang ditimbulkan oleh arus listrik, I, dalam suatu medan magnet (B), rumusnya akan terlihat sebagai berikut (lihat arah gaya dalam kaidah tangan kanan):

F = L x I x B

Dimana:
F adalah gaya (dalam satuan unit newton).
I adalah arus listrik dalam ampere.
B adalah medan magnet (dalam unit tesla).
L adalah panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter.

Menentukan Arah Gaya LORENTZ

Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Jari-jari tangan kanan diatur sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari tengah.

Aturan Tangan Kanan Gaya Magnet LORENTZ
  • (B) ditunjukkan oleh arah jari telunjuk.
  • (I) ditunjukkan oleh arah ibu jari.
  • (F) ditunjukkan oleh arah tangan menghadap.

4. Langkah-Langkag Percobaan

  1. Rangkailah alat seperti gambar di bawah ini, kawat jangan terlalu tegang!
Rangkaian Percobaan Gaya magnet lorentz
  1. Letakkan dikiri dan kanan kawat magnet batang, lalu aturlah kedudukan rheostat, hubungkan saklar dan amati apa yang terjadi pada kawat halus .
  2. Ulangi percobaan diatas dengan cara mengubah letak batang mangnet di atas dan dibawah kawat.
  3. Ulangi percobaan diatas dengan cara mengubah arus.
  4. Masukkan data dalam tabel.
  5. Buatkanlah gambar 3-dimensinya, antara arah arus, arah medna magnet, dan gaya Lorentz.

5. Data Hasil Pengamatan

No. Nama Arah Arus Arah medan magnet Arah gaya Lorentz
1 Frandy Marco Utara ke Selatan Timur ke Barat Atas ke Bawah
2 Hendry Anggriawan Utara ke Selatan Barat ke Timur Bawah ke Atas
3 Stanlee Utara ke Selatan Atas ke Bawah Barat ke Timur
4 Vinno Lando Utara ke Selatan Bawah ke Atas Timur ke Barat

6. Analisa Hasil Percobaan

Frandy Marco

Hasil Percobaan Gaya Magnet Lorentz Frandy Marco

Hendry Anggriawan

Hasil Percobaan Gaya Magnet Lorentz Hendry Anggriawan

Stanlee

Hasil Percobaan Gaya Magnet Lorentz Stanlee

Vinno Lando

Hasil Percobaan Gaya Magnet Lorentz Vinno Lando

7. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah :

  • Gaya Lorentz dipengaruhi arah arus.
  • Gaya Lorentz dipengaruhi oleh medan magnet.
  • Arah simpangan akan bergerak ke bawah bila arus mengalir dari Timur ke Barat.
  • Arah simpangan akan bergerak ke atas bila arus mengalir dari Barat ke Timur.
  • Arah simpangan akan bergerak ke Timur bila arus mengalir dari Atas ke Bawah.
  • Arah simpangan akan bergerak ke Barat bila arus mengalir dari Bawah ke Atas.
  • Bila arah magnet diubah, maka penghantar akan bergerak dalam arah yang berlawanan dengan gerak sebelumnya.

Sejarah Perkembangan Turtle Trading

Sejarah pertama kali Turtle Trading ditemukan pertama kali pada tahun 1983, dimana komunitas traders Richard Dennis dan William Eckhardt.

Mereka melakukan percobaan bernama “The Turtle Experiment” untuk membuktikan bahwa siapapun dapat diajarkan untuk melakukan trading.


The Turtle Trading

Pada awal 1980-an, Dennis Richard dikenal sebagai salah satu trader yang sangat sukses.

Dia berhasil mendapat predikat sebagai salah satu trader yang sukses karena dia berhasil mengubah modal awalnya sebesar $5.000 menjadi $100 juta dengan melakukan trading saham.

Dia dan partnernya (William Eckhardt) sering berdiskusi mengenai kesuksesan mereka.

Dennis percaya bahwa semua orang dapat diajarkan dan sukses untuk melakukan trading di pasar berjangka (futures).

Sedangkan partnernya Willian Eckhardt membantah, dan mengatakan bahwa Dennis dapat sukses dalam melakukan profit karena bakat alaminya.

Akhirnya, dilakukan suatu eksperimen untuk menyelesaikan perdebatan ini.

Dimana Dennis mengumpulkan sekelompok orang untuk mengajarkan aturannya dalam melakukan trading dan kemudian menyuruh mereka untuk melakukan trading dengan uang sungguhan.

Dennis sangat yakin dengan opininya bahkan ia pun berani untuk memberi para trader uangnya sendiri untuk melakukan trading.

Asal mula kata Turtle Trading muncul karena Dennis menyebut murid-muridnya “Turtle” (kura-kura) karena mengingat peternakan kura-kura yang pernah ia kunjungi di Singapura dan memutuskan bahwa dia dapat menumbukan para trader secepat dan seefisien penyu bertani.


Finding The Turtles

Maksud dari “Finding The Turtles” adalah untuk melakukan percobaan tentunya diperlukanlah relawan dan dimana relawan atau muridnya tersebut disebut dengan istilah “Turtle“.

Dennis mencari relawan yang bersedia untuk menjadi muridnya dengan memasang iklan di The Wall Street Journal yang merupakan surat kabar internasional yang diterbitkan di New York.

Dari ribuan trader yang ikut berpartisipasi dalam program ini untuk diajarkan teknik trading langsung dari Richard Dennis sendiri, hanya 14 trader yang berhasil lolos pada program “Turtle” tahap pertama.

Tidak ada yang mengetahui kriteria penilaian yang digunakan oleh Dennis Richard sendiri, tetapi salah satu dari proses tahapan proses penilaian berupa pertanyaan betul-salah, dimana bentuk pertanyaanya seperti berikut :

  1. The big money in trading is made when one can get long at lows after a big downtrend.
  2. It is not helpful to watch every quote in the markets one trades.
  3. Others’ opinions of the market are good to follow.
  4. If one has $10,000 to risk, one ought to risk $2,500 on every trade.
  5. On initiation one should know precisely where to liquidate if a loss occurs.

(Dimana menurut metode ini “The Turtle Method” pernyataan 1 dan 3 salah, sedangkan pernyataan 2, 4, dan 5 benar)


Aturan Trading

Murid dari Dennis diajarkan secara spesifik untuk melakukan trading dengan menggunakan strategi mengikuti trend.

Intinya adalah bahwa “Trend adalah teman anda”, jadi kalian harus membeli futures pada saat kondisi breaking-out (kondisi saat akan terjadi perubahan trend) ke atas, dan menjualnya pada saat kondisi breaking-out ke bawah bedasarkan data trend lampau yang ada.

Contohnya :

Grafik Historis Harga Perak

Contohnya seperti pada grafik data historis harga perak diatas yang digunakan sebagai acuan untuk membeli perak.

Sinyal untuk melakukan pembelian adalah saat kondisi breaking-up ke atas yang ditandai dengan 40 hari harga perak mengalami kenaikan.

Dan sinyal untuk dilakukan penjualan adalah saat kondisi breaking-up ke bawah yang ditandai dengan 20 hari harga perak mengalami penurunan.

Tetapi parameter yang sebenarnya digunakan oleh Dennis tetap dirahasiakan selama bertahun-tahun bahkan sekarang dilindungi oleh berbagai hak cipta.


Apakah Cara Ini Berhasil ?

Menurut mantan murid Richard Dennis, bernama Russel Sands, ia telah berhasil menghasilkan lebih dari $175 juta hanya dalam waktu 5 tahun.

Oleh karena itu, Dennis berarti telah membuktikan keraguannya bahwa semua orang dapat belajar trading dengan sukses.

Sands juga berkata cara ini masih cukup relevan dan berfungsi dengan baik dimana ia buktikan dengan menggunakan sistem Turtle Trading pada tahun 2007 dimana dengan modal $10.000 di awal tahun dan dapat mengubahnya menjadi $25.000 di akhir tahun 2007.


Penutup

Sebenarnya, tanpa bantuan dari Richard Dennis sebenarnya semua orang dapat sukses dalam melakukan trading dengan mengaplikasikan inti dari Turtle Trading.

Yaitu dengan melakukan pembelian saat akan terjadi trend naik, dan menjualnya pada saat trend akan turun.

Hanya saja, tentunya cara ini juga memiliki resiko yang bisa dibilang cukup besar, karena mungkin saja terjadi perubahan trend yang tentunya dapat memberikan resiko kerugian yang besar juga.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai